Site icon Vocasia

9+ Jenis-Jenis Kopi Terbaik Dan Populer Di Indonesia

Saat ini, kepopuleran minuman yang terbuat dari biji kopi seakan tiada lawan. Terlebih seiring pertumbuhan coffee shop yang kian menjamur di berbagai daerah, membuat segelas kopi menjadi minuman yang sangat digemari pelbagai kalangan, mulai dari tua-muda, pria maupun wanita. Tak hanya itu, banyaknya jenis-jenis kopi yang dapat dinikmati dalam segala suasana, pun mampu membuat banyak orang jatuh cinta pada minuman satu ini.

Sebagai informasi tambahan, kopi merupakan salah satu tanaman dari semak-semak yang tumbuh di daerah tropis dengan ketinggian 700 sampai 1600 di atas permukaan laut. Tanaman kopi ini bisa tumbuh hingga 9 meter tingginya, namun pohon kopi ini harus dipangkas pendek untuk menghemat energi dan mudah untuk dipanen.

Nah, sebagai satu di antara negara penghasil kopi, tentu Indonesia juga memiliki biji kopi ternama, yang menjadi favorit orang Indonesia hingga dunia. Berikut ini kami uraikan jenis-jenis kopi terbaik dan populer di Indonesia yang telah kami rangkumkan dari berbagai sumber terpercaya. Yuk simak!

Baca juga: Tertarik Bisnis Kopi Kekinian? Buka Franchise Filosofi Kopi Aja!

Jenis-Jenis Kopi Terbaik Di Indonesia

Jenis-Jenis Kopi Terbaik Di Indonesia. Sumber: pexels.com

1. Kopi Robusta

Kopi Robusta memiliki tekstur sedikit lebih kasar di lidah, dan rasanya lebih manis seperti cokelat. Jenis kopi Robusta bisa tumbuh dan hidup di daerah dengan ketinggian 400-700 mdpl dengan temperatur 21-24°C. Biji kopinya pun tak mudah rusak oleh hama. Oleh karena itu, produksi kopi robusta per hektar lebih banyak dan dengan biaya produksi yang lebih rendah.

Kopi Robusta lebih sering diproduksi menjadi kopi instan karena kadar kafeinnya tinggi dan cocok dikonsumsi saat butuh suntikan energi cepat. Ada beberapa varietes kopi robusta yang terkenal adalah kopi luwak dari Indonesia dan kopi alamid dari Filipina.

2. Kopi Arabika

Kopi arabika termasuk jenis kopi yang banyak dibudidaya di Indonesia. Mengutip dari buku Kopi Indonesia, awalnya kopi arabika berasal dari dataran tinggi Ethiopia, Afrika. Selanjutnya, kopi jenis ini dikembangkan oleh bangsa Arab di Yaman. Bangsa Eropa membawa kopi Arabika ke Jawa dan Brasil pada abad ke-17, untuk dikembangkan.

Kopi arabika merupakan jenis kopi cukup terkenal dan memiliki banyak varietas. Kopi arabika merupakan kopi tradisional yang rasanya dianggap paling enak oleh para penikmat kopi. Biji kopi arabika memiliki ciri-ciri ukuran biji yang lebih kecil dibandingkan biji kopi jenis robusta. Selain itu, kandungannya kafeinnya lebih rendah, rasa dan aromanya lebih nikmat.

3. Kopi Liberika

Kopi liberika berasal dari Liberia, Afrika barat. Jenis kopi ini dapat tumbuh sekitar 9 meter dari tanah. Jenis Kopi liberika memiliki ukuran daun, bunga, cabang, buah, dan pohon yang lebih besar dibandingkan dengan jenis arabika dan robusta. Biji kopi liberika berbentuk seperti biji buah kurma, agak lonjong dan berukuran lebih besar. Kopi liberika ini juga dibudidayakan di Indonesia lho, yang mana kopi ini mulai masuk ke Indonesia pada 1965.

Kopi liberika agak rentan terhadap penyakit HV Hemileia vastratix atau penyakit karat daun. Memiliki kualitas buah yang relatif rendah, kopi berjenis liberika mampu berbuah sepanjang tahun dan dapat tumbuh dengan baik di dataran rendah.

Kopi liberika memiliki beberapa karakteristik, yakni ukurannya lebih besar dari kopi arabika dan kopi robusta, berbuah sepanjang tahun, kualitas buah relatif rendah, ukuran buah tidak merata, dan tumbuh baik di dataran rendah. Varietes kopi liberika yang pernah didatangkan ke Indonesia di antaranya Ardoniana dan Durvei.

4. Kopi Luwak

Kopi luwak dari Indonesia termasuk kopi termahal di dunia. Proses hadirnya biji kopi luwak berasal dari, hewan musang (luwak) yang memakan biji kopi. Setelah dimakan, luwak biasanya mengeluarkan biji kopi bersama kotoran.

Biji kopi tersebut kemudian dicuci, dibersihkan, digiling, lalu dipanggang. Proses pembuatan kopi luwak ini membutuhkan waktu cukup panjang. Alasan biji kopi dimakan luwak yakni karena di saluran pencernaannya kopi kehilangan astringent. Astringent ini membuat kopi lebih lembut, halus, dan tidak terlalu pahit.

Baca juga: Franchise Kopi Kenangan, Brand Kopi Lokal Berkonsep Grab and Go

5. Kopi Latte

Coffee latte atau kopi latte termasuk salah satu minuman kopi populer di Indonesia. Kopi dari Italia tersebut memiliki penyajian yang cukup unik, di mana pada bagian bawah terdapat kopi, sementara atasnya terdapat krim susu. Kopi latte ini diperkenalkan pertama kali pada tahun 1867-an.

Menurut sejarahnya, kopi gaya Eropa ini menggabungkan susu dan kopi untuk membuat rasa semakin enak. Barista kopi biasanya membentuk gambar menarik untuk memperindah tampilan kopi. Adapun perbandingan komposisi secangkir kopi latte cenderung bervariasi, umumnya 1:3 antara kopi dengan susu.

6. Kopi Gayo

Kopi Gayo ini ditanam di tanah Gayo, Aceh. Perkebunan kopi ini terletak di bukit-bukit di sekitar kota Takengon dan berada dekat Danau Tawar. Daerah ini dikenal dengan produksi kopi yang kaya cita rasanya karena didukung dengan tanah yang subur.

Kopi Gayo ini sempat mendapat Fair Trade Certified dari organisasi Internasional Fair Trade Coffee pada tahun 2010. Sebelum nama kopi ini menjadi nama Gayo, sempat ada beberapa masalah karena nama tersebut telah menjadi hak paten dari perusahaan Belanda, yaitu, Holland Coffee. Namun, usaha keras dari masyarakat untuk mendapatkan sertifikasi nama tersebut sehingga masalah dapat terselesaikan, dan nama Gayo resmi dijadikan sebagai salah satu single origin.

7. Kopi Toraja

Jenis kopi dari perkebunan tanah Toraja ini juga tidak kalah dengan single origin lainnya. Kopi dari hasil produksi Toraja ini terkenal dengan tingkat keasaman yang relatif tinggi. Beberapa orang menyukai kopi dengan tingkat keasaman yang tinggi seperti ini.

Cita rasa yang didapat dari kopi ini berasal dari pascapanen kopi. Para petani di Toraja menggunakan sistem pertanian tradisional untuk memproses hasil panen kopi dengan proses giling basah. Proses giling basah ini juga terkenal di kalangan internasional dengan nama wet hulling atau semi wet.

8. Kopi Bali Kintamani

Bali juga daerah penghasil kopi yang memiliki daya tarik di dunia. Daerah utama penghasil kopi di Bali adalah Kintamani, Kabupaten Bangli. Kopi Bali Kintamani ini juga tidak kalah dengan jenis-jenis kopi lainnya.

Petani kopi di perkebunan Kintamani menggunakan sistem pertanian tradisional yang bernama subak abian. Subak abian ini memegang filosofi dari agama Hindu yaitu Tri Hita Karana. Filosofi ini mengartikan bahwa ada keharmonisan dalam alam, sehingga kopi yang dibuat ini tidak menggunakan agrokimia dan hasil kopi ini menjadi kopi organik.

Baca juga: Franchise Cetroo Coffee, Olahan Kopi Berkualitas

9. Kopi Papua Wamena

Kopi Papua Wamena ini dibudidayakan di sekitar perkebunan sepanjang lembah Baliem. Lembah tersebut berada di Timur Gunung Jayawijaya yang mengelilingi kota Wamena.

Kopi ini memiliki cita rasa yang tidak kalah dengan kopi-kopi lain. Bahkan tingkat adiksi kopi ini juga rendah, sehingga tidak mengakibatkan sakit lambung bagi orang yang baru pertama kali mencoba kopi. Aroma pada kopi ini juga memiliki ciri khas dengan sensasi dari bunga yang wangi.

10. Kopi Tubruk

Kopi tubruk merupakan kopi berwarna hitam, kental, dan rasanya pahit. Jenis kopi ini biasanya disajikan selagi hangat bersama cemilan. Di Indonesia, kopi tubruk berasal dari kopi bubuk yang sudah dihaluskan.

Ketika diminum, di bagian bawah akan menyisakan bubuk kopi yang mengendap di bawah cangkir. Untuk menyeruput secangkir kopi tubruk, kamu bisa menambahkannya dengan sedikit gula atau tidak sama sekali, tergantung selera.

11. Kopi Sidikalang

Kopi Sidikalang ini dibudidayakan di daerah pegunungan Kabupaten Dairi, Sumatera Utara. Nama Sidikalang ini diambil dari daerah tersebut, nama Sidikalang ini cukup terkenal di kalangan pecinta kopi single origin.

Sidikalang ini juga terkenal sebagai varietas dari kopi arabika. Hal yang menarik adalah kopi Sidikalang ini turunan langsung dari varietas typica yang dibudidayakan di Indonesia hasil dari bibit kopi yang pertama kali dibawa oleh Belanda dari sistem tanam paksa.

12. Kopi Java Preanger

Kopi Java Preanger ini juga sering disebut sebagai kopi malabar atau juga kopi priangan. Jenis kopi ini adalah kopi pertama yang didatangkan oleh Belanda ke Indonesia. Awal penanaman kopi ini berada di Jakarta, kemudian lama kelamaan dibudidayakan di daerah sekitar Priangan, Jawa Barat.

Nama preanger ini sebenarnya diambil dari nama priangan. Orang Belanda pada masa itu menyebut priangan dengan preanger. Oleh karena itu kopi priangan pada masa sekarang disebut dengan kopi Java Preanger.

Baca juga: 

Nah, itulah ulasan lengkap mengenai duabelas jenis-jenis kopi terbaik di Indonesia yang tak boleh kamu lewatkan. Bagi kamu yang berminat menjadi barista, atau seorang barista yang masih newbie, ada baiknya kamu mempelajari cara menyajikan kopi yang tepat di “Belajar Menyajikan Kopi untuk Barista Berstandar Nasional Indonesia“.

Lantaran tingginya peningkatan konsumsi kopi di dunia, kini tenaga seorang barista dibutuhkan tidak hanya sekadar sebagai pembuat kopi, namun juga melayani pelanggan dan menceritakan semua cerita unik tentang kopi.

Maka dari itu, dengan mengikuti kursus ini, kamu akan dapat menjadi seorang barista yang mampu melayani pelanggan dengan baik berdasarkan pengetahuan dasar tentang kopi, teknis pembuatan kopi dengan metode-metode modern dan menghasilkan menu-menu kreatif. Semoga artikel ini bermanfaat, ya! Jadi, apa nih jenis kopi favoritmu?

Exit mobile version