Site icon Vocasia

Metode Analisis Data Kualitatif, Beserta Penjelasannya

Metode Analisis Data Kualitatif(pexels.com/christina morillo)

Dilihat dari tujuan analisis, maka ada dua hal yang ingin dicapai dalam analisis data kualitatif. Yaitu pertama, menganalisis proses berlangsungnya suatu fenomena sosial dan memperoleh suatu gambaran yang tuntas terhadap proses tersebut. Kedua menganalisis makna yang ada dibalik informasi, data, dan proses suatu fenomena sosial itu.

Menganalisis proses berlangsungnya suatu fenomena sosial adalah mengungkapkan semua proses etik yang ada dalam suatu fenomena sosial. Serta mendeskripsikan kejadian proses sosial itu apa adanya. Sehingga tersusun suatu pengetahuan yang sistematis tentang proses-proses sosial, realitas sosial, dan semua atribut dari fenomena sosial itu. Sedangkan menganalisis makna yang ada dibalik informasi, data dan proses sosial suatu fenomena sosial. Artinya adalah mengungkapkan peristiwa emik dan kebermaknaan fenomena sosial itu dalam pandangan objek-subjek sosial yang diteliti. Alhasil terungkap suatu gambaran emik. Terhadap suatu peristiwa sosial yang sebenarnya dari fenomena sosial yang tampak.

Berdasarkan sumber buku Penelitian Kualitatif edisi ke-2. Berikut adalah penjelasan mengenai metode analisis data kualitatif. Simak dibawah ini, yuk!

Metode Analisis Data Kualitatif, Beserta Penjelasannya

Perkembangan metodologi penelitian kualitatif dalam waktu dua puluh tahun ini cukup pesat. Sehingga berbagai metode dan pendekatan maupun percobaan strategi analisis data sudah dilakukan di banyak penelitian. Termasuk juga metode analisis data ikut berkembang.

Sebagaimana dijelaskan pada bagian sebelumnya bahwa dalam tradisi penelitian kualitatif. Beberapa metode pengumpulan data juga adalah metode analisis data, sehingga penjelasan terhadap metode itu. Sekaligus membicarakan kedua fungsi metode tersebut sebagai metode pengumpulan data dan metode analisis data.

Baca juga : Teknik Analisis Data Kualitatif, Beserta Penjelasannya

1. Metode Analisis Teks dan Bahasa

Dalam metode analisis teks dan bahasa menyangkut mengenai analisis isi dari sebuah penelitian. Analisis isi (Content Analysis) adalah teknik penelitian untuk membuat inferensi-inferensi yang dapat ditiru (replicable). Serta shahih data dengan memperhatikan konteksnya. Analisis Isi berhubungan dengan komunikasi atau isi komunikasi.

Logika dasar dalam komunikasi, bahwa setiap komunikasi selalu berisi pesan dalam sinyal komunikasinya itu. Baik berupa verbal maupun nonverbal. Sejauh itu, makna komunikasi menjadi amat dominan dalam setiap peristiwa komunikasi. Sebenarnya Analisis Isi komunikasi amat tua umurnya, setua umur manusia. Namun, penggunaan teknik ini diintroduksikan di bawah nama Analisis Isi (Content Analysis). Di dalam metode penelitian tidak setua umur penggunaan istilah tersebut. Tuanya umur penggunaan analisis isi dalam praktik kehidupan manusia terjadi karena sejak ada manusia di dunia. Manusia saling menganalisis makna komunikasi yang dilakukan antara satu dengan lainnya.

Bahkan lebih jauh dari itu, manusia melakukan analisis makna hubungan dia dengan Tuhan-nya. Seperti yang tertulis dalam sejarah, bahwa Adam salah menganalisis perintah larangan Tuhan memakan buah Khuldi. Dan dalam sejarah disebutkan salah satu faktor kesalahan itu, karena ada rangsangan lain di luar itu. Yaitu omong kosong iblis. Tetapi, sebenarnya yang utama adalah Adam melakukan analisis isi yang salah terhadap komunikasinya dengan tuhan.

2. Metode Analisis Tema-tema Budaya

Secara pemahaman metodologis, metode analisis tema-tema budaya berkaitan dengan analisis struktural. Dan analisis struktural tak dapat dipisahkan dengan Levi-Strauss. Namun demikian pandangannya tentang analisis ini tidak dapat juga dipisahkan dengan Ferdinand de Saussure. Dengan demikian analisis struktural lebih banyak bersentuhan dengan medium-medium semiotika. Dalam banyak hal dapat disimpulkan beberapa dari pandangan Saussure yang menjadi dasar analisis strukturalisme Levi Strauss. Yakni pandangan mengenai tentang, penanda, bentuk, isi, bahasa, dan ujaran, atau tuturan. Serta sinkronis dan diakronis, kemudian yang terakhir paradigmatik.

Kelima pandangan itu lebih banyak ditemukan dalam studi-studi semiotika. Tetapi bukan berarti bahwa strategi analisis struktural hanya dapat digunakan untuk kajian semiotika saja. Akan tetapi juga dapat digunakan dalam studi-studi sosiologis atau kajian sosial lainnya. Terutama ketika hampir seluruh kajian masyarakat menggunakan sosiologi sebagai basis-basis kajian ilmiah. Hal ini tak lepas dari kesempurnaan fenomena-fenomena sosiologis. Yang mencakup keseluruhan dasar analisis di atas. Alhasil memudahkan perlakuan analisis dilakukan dengan alat strukturalisme Levi-Strauss. Maka dengan kata lain dasar-dasar analisis ini dapat pula digunakan sebagai alat untuk menganalisis berbagai fenomena masyarakat. Dalam berbagai kacamata sosiologis, antropologi, hukum, dan sosial lainnya.

3. Metode Analisis Kinerja dan Pengalaman Individual serta Perilaku Institusi

Di dalam metode inj berkaitan erat dengan Focus Group Discussion (FGD). Yang mana adalah juga sebuah teknik pengumpulan data. Umumnya dilakukan pada penelitian kualitatif dengan menemukan makna sebuah tema menurut pemahaman sebuah kelompok. Teknik ini digunakan untuk mengungkap pemaknaan dari suatu kelompok. Berdasarkan hasil diskusi yang terpusat pada suatu permasalahan tertentu. FGD juga dimaksudkan untuk menghindari pemaknaan yang salah dari seorang peneliti terhadap fokus masalah yang sedang diteliti.

Lebih jauh lagi teknik ini digunakan untuk menarik kesimpulan terhadap makna-makna intersubjektif. Dimana biasanya sulit dimaknakan sendiri oleh peneliti. Karena dihalangi oleh ketidaktahuan peneliti terhadap makna sesungguhnya dari orang-orang di sekitar sebuah fenomena yang sedang diteliti. Serta sejauh mungkin peneliti menghindari diri dari dorongan subjektivitas peneliti tersebut.

Nah, itu tadi penjelasan mengenai metode analisis data kualitatif. Semoga artikel ini bermanfaat, jangan lupa cek postingan artikel yang lainnya juga, ya!

Baca juga : Perbandingan Desain Penelitian Kualitatif Burhan Bungin dan Craswell

Exit mobile version