Site icon Vocasia

Kenali Polutan, Zat yang Menyebabkan Pencemaran Lingkungan

Polutan

Polutan merupakan zat yang menjadi topik utama dalam isu pencemaran lingkungan. Isu ini mencuat karena adanya perkembangan industri manufaktur dan digital. Tidak hanya soal penggundulan hutan saja, penyebab pencemaran lingkungan ini dapat terjadi karena adanya polusi. Polusi dapat terbentuk karena adanya beragam zat yang dapat mencemari lingkungan. Untuk mengetahui zat-zat tersebut, simak penjelasan berikut ini.

Baca juga: Apa Itu Limbah Domestik? Kenali Pengertian Beserta Contohnya!

Pengertian Polutan

Polutan adalah zat-zat yang menyebabkan pencemaran lingkungan. Zat-zat ini dapat menjadi penyebab pencemaran lingkungan karena adanya zat dengan kadar berlebih dan tidak normal di dalamnya. Zat-zat tersebut akan menyebabkan berbagai kerugian pada makhluk hidup. Meskipun demikian, zat yang menyebabkan pencemaran lingkungan tidak hanya disebabkan oleh satu zat saja, tetapi terbentuk juga hasil produksi makhluk hidup, energi, maupun komponen lain.

Jenis Polutan

Ilustrasi polutan (sumber: pexels)

Telah disinggung sebelumnya bahwa polutan terdiri atas beberapa komponen. Maka dari itu, jenis-jenis dari polutan terdiri dari atas beberapa jenis, yaitu polutan udara, air, tanah, cahaya, dan suara. Berikut penjelasannya.

1. Polutan Air

Air yang telah terkontaminasi oleh zat-zat tertentu akan membahayakan bagi ekosistem di dalamnya karena zat yang terkandung di dalam air akan merusak dan mematikan mereka. Terkontaminasinya air dapat terlihat dari pengurangan jumlah ekosistem di dalamnya.

Pencemaran dalam air dapat terjadi di beberapa sumber air, seperti mata air, sungai, rawa, danau, dan laut. Adapun zat pencemar lain yang dapat mencemari air ialah limbah industri, rumah tangga, dan pertanian.

2. Polutan Udara

Sama halnya seperti zat berbahaya di air, tercampurnya zat-zat penyebab pencemaran akibat produktivitas manusia dan hal lainnya dalam jumlah banyak akan berakibat pada ekosistem alam. Beberapa zat yang mengakibatkan penurunan kualitas udara ialah Karbon Monoksida (CO), Nitrogen Dioksida (NO2), Sulfur Dioksida (SO2), dan unsur-unsur lainnya.

Sebenarnya, pencemaran udara yang diakibatkan oleh kandungan berbahaya dapat terjadi karena dua faktor, yaitu faktor alam dan manusia. Pencemaran udara karena faktor alam dapat terjadi akibat adanya aktivitas di alam, seperti gunung berapi yang menghasilkan abu dan gas vulkanik serta kebakaran hutan yang menimbulkan zat pencemar udara berupa asap, debu, dan gas.

Selain itu, manusia juga dapat menjadi penyebabnya terjadinya pencemaran udara. Hal tersebut dapat terjadi karena adanya aktivitas manusia, seperti pembakaran sampah, penggunaan kendaraan bermotor, serta sektor industri. Kegiatan-kegiatan tersebut akan menghasilkan zat-zat pencemar udara, seperti debu, uap, grit, CO2, dan NO2.

Baca juga: Pengertian Sampah B3 Dan Contohnya

3. Polutan Tanah

Setelah pencemaran di air dan udara, ada pula pencemaran yang terjadi di tanah. Polutan yang terkandung dalam tanah dapat terjadi akibat adanya aktivitas rumah tangga, pertanian, serta industri yang menghasilkan limbah. Pencemaran pada tanah sendiri dapat terjadi karena ketiadaan kemampuan mikroorganisme untuk mengolah senyawa anorganik berupa limbah.

Tanah yang tercemar ini dapat mengakibatkan kualitas tanah yang menurun, sehingga sulit untuk didayagunakan sebagai lahan bercocok tanam. Pencemaran ini juga dapat menyebabkan beragam penyakit pada manusia.

4. Polutan Cahaya

Seperti yang telah disinggung sebelumnya, polutan merupakan zat yang dapat mencemari lingkungan, tak terkecuali pada cahaya. Cahaya yang dihasilkan akibat aktivitas manusia dalam jumlah berlebihan akan menyebabkan gangguan pada hewan nokturnal serta pola migrasi burung.

Selain itu, cahaya dengan intensitas tinggi akan berpotensi menyebabkan gangguan pada mata, sehingga mengganggu penglihatan.

5. Polutan Suara

Suara akan mencemari lingkungan apabila terjadi kebisingan di atas 85 desibel. Hal tersebut dapat terjadi karena adanya aktivitas berupa pengeboran tanah, suara konser musik, suara mesin pesawat jet, suara sirine, maupun sonar angkatan laut.

Pencemaran pada suara dapat menyebabkan rasa tidak nyaman dan gangguan kecemasan. Bahkan, pencemaran suara dalam intensitas tinggi yang terjadi secara terus-menerus akan membuat menghilangnya kemampuan pendengaran.

Cara Mencegah Polutan

Ilustrasi polutan (sumber: pexels)

Sebagaimana yang telah disampaikan pada paparan di atas, polutan dapat merugikan makhluk hidup, bahkan mengganggu ekosistem. Untuk itu, diperlukan langkah pencegahan. Berikut beberapa pencegahan yang dapat dilakukan untuk mencegah pencemaran.

Baca juga: Ketahui Karakteristik Dan Cara Mengelola Limbah Yang Benar!

  1. Tidak menggunakan deterjen dalam jumlah besar.
  2. Meminimalisir penggunaan pupuk anorganik dan beralih menggunakan pupuk organik.
  3. Menghindari penggunaan racun atau bahan peledak ketika menangkap ikan.
  4. Melakukan penjagaan ketat terhadap kemungkinan kebocoran minyak dan kapal tanker di daerah pantai maupun sumber air lainnya.
  5. Menambahkan nutrien pada tanah.
  6. Menjaga kelembaban tanah.
  7. Melakukan aerasi tanah.
  8. Mengawasi secara ketat terhadap lingkungan sekitar tanah.
  9. Melakukan bioremediasi.

Demikian paparan mengenai polutan yang menyebabkan pencemaran lingkungan di berbagai unsur kehidupan. Pencegahan pencemaran lingkungan dapat dimulai dengan mengelola limbah secara baik. Apabila kamu ingin mempelajari cara mengelola limbah agar tidak menghasilkan pencemaran bagi lingkungan sekitar, ikuti kelas Pengelolaan Air Limbah Domestik bersama Vocasia. Daftarkan dirimu sekarang juga!

Exit mobile version