Tanggal:21 July 2024

9 Produk Penulisan Naskah Public Relation, Calon PR Wajib tahu!

Baca Juga | Yuk Ketahui Tentang Copywriting dan Contohnya

Produk penulisan terkait konsep PR (Public Relation) atau Humas cukup beragam. Dari sisi internal perusahaan, produk penulisan PR misalnya laporan tahunan, rangkuman kebijakan dan majalah khusus anggota atau karyawan. Untuk eksternal perusahaan, produk penulisan PR biasanya bersinggungan dengan media relations. Misalnya siaran pers, rancangan khusus untuk konferensi pers, majalah umum, profil organisasi, brosur dan lain sebagainya.

Baca Juga | Mulai Tulis Artikel Ilmiah Kamu dengan 5 Cara Mudah Ini!

Lantaran berkaitan dengan media massa, praktisi PR sebaiknya juga memahami dunia jurnalistik. Di dalamnya, praktisi PR paling tidak memahami kode etik jurnalis, nilai berita, bahasa jurnalis dan lain-lain. Tujuannya untuk membina hubungan yang baik antara perusahaan dengan media massa, terutama para jurnalis. Bedasarkan sumber buku Public Relation (2016). Berikut beberapa produk penulisan PR yang umum. Simak dibawah ini, ya!

9 Produk Penulisan Naskah Public Relation

1. Siaran Pers

Berita(rawpixel.com)

Baca Juga | 11 Bahasa Jurnalistik Pers, Lengkap Beserta Penjelasannya

Siaran pers (rilis) adalah naskah berupa data atau informasi sebelum dan sesudah kegiatan dilakukan yang disampaikan kepada wartawan atau kantor redaksi. Kemudian naskah tersebut dipublikasikan. Oleh sebab itu, menulis siaran pers pada dasarnya sama seperti berita. Karakteristik siaran pers adalah memiliki “nilai berita” (news value), yakni aktual, faktual, penting dan menarik. Struktur penulisannya pun sama seperti berita, yakni terdiri dari head (judul), dateline (baris tanggal), lead (teras berita) dan news body (tubuh atau isi berita). Beberapa kiat menulis siaran pers:

  • Menulis menggunakan gaya penulisan berita.
  • Jangan terlalu panjang, cukup satu lembar.
  • Langsung menuju masalah.
  • Penuhi unsur berita 5W+1H.
  • Berikan lebih dari satu nomor kontak, misalnya nomor telepon kantor dan kontak pribadi.
  • Jika memungkinkan, tambahan usulan orang-orang yang dapat diwawancara.
  • Konfirmasi siaran pers yang sudah dikirimkan melalui faksimile, surat atau e-mail.
  • Jika perlu, sertakan ilustrasi foto, tabel atau grafik serta bahan pendukung lainnya.
  • Tuliskan pada kertas berkop surat sehingga benar-benar resmi.
  • Bertandatangan pejabat paling berwenang, misalnya manajer PR, ketua panitia dan kepala organisasi.
  • Jika bersifat individu, misalnya artis, pakar, pejabat atau warga biasa, sertakan fotokopi identitas (Kriyantono, 2008:138).

Baca Juga : Sejarah Perkembangan Jurnalisme di Indonesia

2. Feature

Artikel(rawpixel.com)

Baca Juga | 6 Landasan Hukum Pers Nasional, Beserta Penjelasannya

Feature merupakan artikel analisis, menghibur, menceritakan manusia atau benda di dalam dan di luar berita. Selain itu feature tidak bermaksud menyampaikan berita dengan segera, dan feature ini ditulis untuk suatu isu tertentu. Isu tersebut dapat berupa dari surat kabar, majalah atau jurnal. Jika ditulis dengan baik, kemungkinan feature tidak perlu diedit.

Dibandingkan press release, penulisan feature lebih memakan biaya, waktu dan tenaga. Alasannya, menulis feature lebih banyak menyita waktu untuk mendapatkan izin menulis subjek jika ada pihak lain yang terlibat. Belum lagi negoisasi publikasi dengan editor, mengumpulkan data, menulis, dan mengecek draft dari pihak yang memberi informasi. Artikel PR terkait feature dapat ditulis oleh editor atau staf penulis, kontributor atau Public Relation Officer. Isi feature meliputi profil, human interest, cerita terkait tren, in-depth stories dan backgrounders.

Baca Juga | 5 Fungsi Utama Pers beserta Karakteristiknya

Menurut D.Itule dan Douglas A.Anderson (2003), berikut beberapa saran ketika menulis feature:

  • Menentukan tema.
  • Menulis lead yang mengajak pembaca kedalam cerita.
  • Menggunakan kalimat yang jelas dan ringkas.
  • Memberikan informasi dan latar belakang yang sifatnya penting.
  • Gunakan dialog jika memungkinkan.
  • Gunakan gaya tulisan yang menunjukkan kepribadian.
  • Akhiri dengan kutipan.

3. Brosur

Contoh brosur(rawpixel.com)

Baca Juga | 7 Cara Desain Menu Makanan Untuk Bisnis Kuliner, Gampang Banget!

Brosur adalah terbitan tidak berkala yang dapat terdiri dari satu hingga sejumlah kecil halaman. Tidak terkait dengan terbitan lain dan selesai dalam sekali terbit. Publikasi brosur kebanyakan dibagikan secara gratis. Selain itu brosur harus memiliki “kejelasan”, baik dari segi isi, tujuan, publik sasaran, dan bahasa. Lebih lanjut, brosur bernada lugas, hindari penggunaan jargon dan pembaca umum harus dapat memahami dengan cepat. 

Baca Juga | 7 Jenis Desain Grafis yang Dapat Menunjang Usaha Kamu!

Selain kejelasan, brosur juga “singkat” sehingga model pengembangan tulisan fiksi harus dihindari. Kebiasaan menulis kalimat yang panjang berdampak pada adanya kata, kalimat atau paragraf yang mungkin membuat pembaca bertanya-tanya. Tata letak brosur harus diatur sehingga mengarahkan pembaca untuk mencermati informasi dari area yang dipahami ke area yang tidak dikenal sebelumnya.

4. Surat Pembaca

Setumpuk surat(rawpixel.com)

Baca Juga | Apa Itu Email Marketing dan Seperti Apa Contohnya

Surat pembaca mirip dengan press release, terutama dalam hal teknis penulisan dan pengiriman. Keduanya berbeda dalam hal isi dan tujuan. Isi dan tujuan surat pembaca merupakan tanggapan, sanggahan, klarifikasi. Bisa juga berupa penggunaan Hak Jawab dan Hak Koreksi atas informasi yang dinilai salah atau merugikan.Jika berupa tanggapan, surat pembaca biasanya diawali dengan mengutip berita atau surat pembaca lainnya yang sudah dimuat. Oleh sebab itu, pembaca dapat mengetahui latar belakang masalah yang diklarifikasi. Surat pembaca dapat dimanfaatkan sebagai saluran komunikasi yang efektif bagi perusahaan dengan publiknya.

Baca Juga | 5 Rekomendasi Email Marketing Terbaik

5. Advertorial

Advertising(pexels.com/mikael blomkvist)

Baca Juga | Berikut 6 Jenis Iklan Berdasarkan Medianya

Advetorial (adv) adalah gabungan promosi dan opini atau pemberitaan tentang hal yang dipromosikan, baik berupa produk, jasa, perusahaan, organisasi, aktivitas atau program pemerintah. Bentuk tulisannya berupa berita, feature, atau artikel. Selain itu advetorial ini sering disebut iklan dalam bentuk pemberitaan atau tulisan panjang. Sifat advetorial adalah informastif, interpretatif, persuasif, argumentatif, dan eksploratif.

Baca Juga | Penasaran Berapa Sih Harga Pasang Iklan di Times Square New York?

6. Media Kit

Seorang PR(pexels.com/anthony shkraba)

Baca Juga | Makna Psikologi Warna dalam Desain Logo, Perlu Kamu Ketahui!

Media kit adalah bahan tertulis untuk kalangan pers sehingga memiliki data yang akurat dan lengkap. Bahan tertulis dapat berupa press release, susunan acara, makalah, artikel, feature, brosur, proposal, atau informasi lainnya. Bahan tersebut harus terkait tujuan, jadwal, target, kepanitiaan, daftar pengisi acara, yang dimasukkan dalam sebuah map atau amplop besar.

7. Newsletter

Buletin(rawpixel.com)

Baca Juga | Inilah Sejarah dan Perkembangan Internet di Dunia

Newsletter merupakan media informasi dan komunikasi internal sebuah perusahaan. Biasanya terdiri dari dua hingga delapan lembar kertas kuarto atau folio, tanpa cover. Isi newsletter bervariasi mirip majalah, misalnya agenda dan berita kegiatan, artikel, feature, atau gambar.

8. In-House Magazine

Majalah(rawpixel.com)

Baca Juga | Berikut 4 Tujuan Iklan untuk Sebuah Bisnis yang Perlu Kamu Ketahui

In-house magazine adalah majalah internal sebuah perusahaan. Desainnya seperti majalah umum, namun isinya berupa informasi “dapur” perusahaan. Selain itu in house magazine dikelola seperti proses manajemen media massa pada umumnya, yakni melalui proses redaksional sehingga dibutuhkan keterampilan meliput dan menulis berita.

9. Laporan Tahunan

Membuat laporan(rawpixel.com)

Baca Juga | 5 Cara Mengoperasikan Microsoft Word

Merupakan laporan perkembangan aktivitas dan pencapaian perusahaan selama satu tahun dalm konteks yang luas. Data dan informasi yang akurat menjadi kunci. Bagi investor, analisis kuangan, karyawan, hingga pemerintah, laporan keuangan menjadi representasi budaya, karakter dan filosofi. Setiap halamannya menjadi penjabaran visi dan misi yang terwujud dalam prestasi. Laporan tahunan ini bukan hanya sumber dokumentasi presentasi perusahaan, namun menjadi alat pemasaran yang efektif. Banyak investor yang mempelajari laporan tahunan sebelum berinvestasi. Berikut beberapa panduan menulis laporan tahunan:

  • Tentukan tujuan dan tema penulisan.
  • Identifikasi publik sasaran
  • Kombinasikan kalimat, angka, grafik dan foto secara seimbang.
  • Klasifikasikan laporan dalam beberapa bagian.
  • Masukkan komentar dari pemimpin perusahaan.
  • Susun beberapa artikel mengenai aktivitas dan perkembangan siginifikan organisasi.
  • Tulis secara singkat, hindari penjelasan foto yang berlebihan dan ubah data finansial kedalam grafik.
  • Tambahkan subjudul atau spasi yang lebar untuk memecah paragraf panjang.
  • Jangan gunakan jargon atau istilah asing.

Guys itu tadi penjelasan mengenai 9 produk naskah public relation. Nah, agar kamu lebih paham mengenai dunia professionalisme PR, kamu bisa nih ikutan kursus public relation masterclass yang ada di Vocasia. Simak informasi lebih lanjut melalui link tautan dibawah ini ya!

Public Relation Masterclass I Vocasia.id

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *