Site icon Vocasia

4 Tips dan Saran untuk Branding Usaha Makanan, Auto Laris Manis!

ilustrasi branding usaha makanan (pixabay.com)

ilustrasi branding usaha makanan (pixabay.com)

1. Nama restoran

ilustrasi nama perusahaan (pixabay.com)

Baca Juga | 11 Cara Memulai Usaha Frozen Food Rumahan

Apa sih tujuan dari memberikan nama pada restoran? Tentu saja agar dikenal oleh masyarakat secara luas dan bisa dibedakan antara satu restoran dengan restoran lainnya. EItss, selain itu juga pemberian nama ini otomatis mempengaruhi laku tidaknya produk yang ada di dalam usaha tersebut, lho. Bagaimana mungkin? Coba deh bayangkan ilustrasi saat kamu sudah menyukai suatu brand otomatis saat brand tersebut mengeluarkan produk baru kamu akan penasaran bahkan auto membelinya bukan? Rasanya iya, nih.

Baca Juga | 5 Tips Memilih Nama Perusahaan, Jangan Sepelekan!

Coba tanya lagi apa alasanmu bisa melakukan hal tersebut? Mungkin kamu akan menjawab bahwa brand itu memamg terkenal dan terjamin kualitasnya yang bagus sehingga tiap mengeluarkan produk baru jadi auto ingin beli. Apakah memang seperti itu alasannya? Tentu saja tidak, kamu ialah korban keberhasilan sebuah perusahaan menciptakan branding atas namanya yang telah memiliki value di matamu, nih. Dari ilistrasi tersebut apakah sudah nangkap bagaimana seharusnya kamu memikirkan nama yang bisa kamu lakukan branding dengan baik bersama visi dan misi yang kamu usung? Jadikan target pasarmu auto tergila-gila dengan kharisma nama restoranmu, ya. Bahkan kalau bisa buat mereka jadi nge-fans dengan nama restoranmu deh.

Baca Juga | 7 Cara Mudah Membangun Brand Sendiri, Dijamin Berhasil!

2. Kemasan yang menarik

ilustrasi branding usaha makanan (pixabay.com)

Baca Juga | Ketahui 8 Faktor dalam Desain Produk Ini, Agar Brand Kamu Menarik!

Selain nama restoran seperti penjelasan di atas, kemasan produk yang menariik  juga punya peranan penting dalam branding dan menarik perhatian calon pelanggan, lho. Bisa saja, produk kamu punya rasa yang sungguh enak nan menggugah selera, namun karena kemasan kurang mencerminkan hal tersebut jadinya produkmu tak laku di pasaran, nih. Selain membuat kemasan produk yang mencerminkan rasa dari produk makananmu, kamu juga bisa membuat kemasaran menarik berdasarkan kategori lainnya, lho.

Baca Juga | Makna Psikologi Warna dalam Desain Logo, Perlu Kamu Ketahui!

Misalnya saja kemasan produk dengan series zodiak, lapisan usia, hingga macam-macam penggambaran suasana hati, ya. Bahkan nih kamu bisa menyediakan kemasaran by request dari pelangganmu. Mengapa demikian? Tentu saja sebagai salah satu wujud branding yang berbalut strategi marketing bahwa apa yang diinginkan oleh kosumen dapat kamu penuhi, hingga pada akhirnya hal-hal semacam itu mampu meningkatkan jumlah konsumen juga tingkat loyalitas mereka, lho. Sehinga pada intinya, buatlah kemasan produk yang sesuai dengan target pasar dan produk makananmu.

Baca Juga | 10 Makanan Berwarna Biru Yang Bikin Mood Naik, Wajib Dicoba!

Selain kemasan dari sisi menarik, kemasan yang ada pun harus bisa menjaga kualitas dari makananmu, ya. Jangan sampai kemasan sudah bagus dengan mencuri perhatian mata konsumen tapi kualitas barang tak terjamin saat berada dalam kemasan produk yang senyatanya berfungsi melindungi produk sebelum dikonsumsi oleh si pemilik atau konsumenmu.

3. Foto produk untuk website

ilustrasi branding usaha makanan (pixabay.com)

Baca Juga | 8 Cara Efektif Meningkatkan Skill Fotografi

Seiring berjalannya waktu, perkembangan teknologi semakin tak bisa terhindarkan pada segala bidang, termasuk dalam ranah bisnis. Oleh karena itu, pada era digital ini, situs restoran menjadi suatu kebutuhan untuk mempertegas branding usahamu, nih. Yang mana situs website yang kamu buat akan menjadi wajah dari restoranmu yang akan dilihat pelanggan saat tertarik berkunjung ke restoranmu via online. Maka dari itu, sebaiknya kembangkan situs yang mudah dipahami pelanggan untuk berbagai macam segmentasi misalnya saja lapisan usia sehingga tidak terjadi kesusahan akses website, ya.

Baca Juga | Cara Membuat Efek Puzzle Pada Foto dengan Photoshop

Selain itu nih, situs website yang dibuat haruslah menarik untuk dilihat, ya. Oleh karena itu, diperlukan foto produk makanan yang berkualitas, nih. Yang mana foto produk juga menentukan apakah pelanggan tertarik untuk memilih produk atau tidak. Selain memberikan gambaran tentang makanan, foto makanan juga punya peran untuk menghipnotis konsumen. Apalagi manusia sejatinya adalah makhluk visual, di mana kita lebih cepat menangkap apa yang diperlihatkan lewat gambar daripada tulisan. Dengan visual yang menarik, maka dorongan untuk membeli semakin tinggi, lho.

4. Inovasi produk

ilustrasi branding usaha makanan (pixabay.com)

Baca Juga | 6 Makanan Pembesar Otot, Wajib Harus Kamu Konsumsi Untuk Ototmu!

Nah, poin branding yang terakhir ialah adanya inovasi produk, nih. Dimana adanya inovasi ini mampu menjadi daya persuasif dalam branding usaha makananmu, lho. Yang mana ide inovasi dapat kamu pelajari atua terinspirasi dari pesaingmu yang mungkin lebih sukses usahanya dan ide tersebut bisa kamu terapkan dalam bisns makananmu tapi dengan sentuhan sebuah inovasi, ya. Jangan sampai kamu meniru persis atas produk apa yang sudah ada, terlebih lagi jika itu produk dari pebisnis besar yang pasarnya sudah luas. Tentu kalau kamu lakukan pun tak ada yang membeli karena mereka lebih percaya atas produk yang sudah terbranding bagus oleh kompetitormu yang sudah besar tadi.

Baca Juga | 7 Cara Promosi Makanan Lewat Instagram, Maksimalkan Berbagai Peluang!

Maka dari itu, lakukan inovasi atas produkmu yang mendapatkan inspirasi dari kompetitor yang kamu analisis tadi. Supaya ada pembeda yang unik dan menarik, tapi kamu tak perlu bersusah payah untuk memasarkan produknya karena secara basic orang luas sebagai calon konsumen sudah mengenalnya dari si kompetitor yang besar tadi, ya.

Baca Juga | Pengertian Turbo Marketing Beserta Pengaruh untuk Konsumen

Selain itu, inovasi juga bisa kamu terapkan atas bisnismu yang sudah lama begitu-gitu saja. Jangan sampai menunggu konsumenmu yang pergi dulu karena sudah  bosan atas produkmu baru kamu kepikiran untuk melakukan inovasi, itu salah besar. Kalau mereka sudah terlanjur pergi pun kamu berinovasi akan kamu tawarkan pada siapa? Ingat konsumen yang pergi artinya sudah luntur kepercayaan terhadapmu dan ingin produk baru yang lebih fresh, lho.

Baca Juga | Cara Belajar Digital Marketing sampai Mahir

Exit mobile version