Site icon Vocasia

Apa Itu TLS? Pengertian, Fungsi dan Cara Kerjanya

Sumber: pexels.com

Halo Sobat Vocasia, kali ini materi yang akan mimin bahas adalah TLS (Transport Layer Security), salah satu komponen terpenting dalam keamanan internet.

Internet adalah sebuah tempat yang “abu-abu” dimana data-data yang bersifat pribadi bisa dicuri oleh orang yang tidak bertanggung jawab. Dengan demikian, hal-hal yang berkaitan dengan keamanan data pribadi tentunya perlu diperhatikan dengan seksama. Tentu sobat Vocasia bertanya-tanya apa yang membuat data pribadi kita dalam keadaan aman saat berselancar di internet. Hal Itu ada kaitannya dengan keberadaan TLS (Transport Layer Security). Selanjutnya, ayo Sobat Vocasia ikuti artikel ini!

Apa Itu TLS

Transport Layer Security atau disingkat menjadi TLS adalah jenis protokol keamanan di internet yang berfungsi sebagai pelindung pengguna internet dari ancaman keamanan yang bisa mencuri data-data yang bersifat pribadi, rahasia, dan penting. Anda bisa menemukan pengaplikasian TLS saat berselancar di internet, seperti di platform email, transfer dokumen penting, transaksi keuangan, dan sebagainya. Melihat dari sejarahnya, protokol TLS adalah hasil pengembangan dari pendahulunya yang bernama Secure Socket Layers (SSL) yang dikembangkan Netscape Communications Corporation di tahun 1994. 

Fungsi TLS

Fungsi utama dari protokol TLS sendiri adalah menyediakan keamanan untuk pengguna internet agar setiap pengguna terlindungi dari ancaman keamanan kebocoran data. TLS hanya mengizinkan pengguna yang memiliki akses ke data pribadinya sehingga orang lain tidak bisa mengakses data tersebut. Secara spesifik, manfaat-manfaat dari yang bisa diperoleh di protokol TLS adalah:

  1. Meningkatkan peringkat search engine optimization (SEO) situs; adanya protokol TLS akan membuat pengunjung situs Anda merasa terlindungi dari kemungkinan pencurian data sehingga akan lebih banyak pengunjung yang meng-klik situs Anda.
  2. Memperoleh kontrol yang ketat dalam melakukan sent and receive dokumen; protokol ini memberikan kontrol penting terhadap pemilik situs dimana sang pemilik memiliki wewenang untuk memutuskan apa yang bisa dikirim dan diterima oleh situs tersebut. 
  3. Menjamin keamanan data pengguna; TLS mengharuskan pengunjung mengisi “kode autentikasi” yang berfungsi sebagai persetujuan pengguna sebelum dikirim ke situs penerima.
  4. Mencegah terjadinya pencurian data pengguna; ini adalah manfaat terpenting dari protokol TLS. Protokol ini menciptakan koneksi dan komunikasi yang aman antara klien dan peladen (server). Dengan begitu, peretas tidak bisa melihat data pribadi yang sedang dikirimkan melalui internet.

Cara Kerja TLS

Prinsip kerja TLS adalah menerapkan enkripsi data kepada klien maupun peladen (server) dengan menciptakan “jalur aman” agar data yang dikirim sampai dalam keadaan aman dan terlindungi dari pihak yang tidak bertanggung jawab. Di bawah ini terdapat skema gambar untuk menjelaskan proses kerja protokol TLS:

Skema cara kerja TLS. Sumber: cloudware.com

Agar lebih mudah menjelaskan proses kerja TLS, mimin akan menjelaskan proses ini menjadi beberapa poin penting dalam bahasa yang sederhana.

  1. Protokol TLS memiliki dua jenis kunci yang perannya penting, yakni public key dan private key. Kedua “kunci” ini akan berperan penting selama proses enkripsi data.
  2. Langkah pertama adalah client memasukkan dan mengirimkan data-data penting melalui public key yang berperan sebagai gerbang masuknya data. Nanti peladen (server) akan mengirimkan pesan untuk melaksanakan proses autentikasi data.
  3. Lalu TLS akan menjalankan proses enkripsi dengan mendeteksi kegiatan pengiriman data. Di bagian public key, klien menciptakan kunci pre-master yang akan dienkripsi oleh peladen public key.
  4. Setelah langkah no.3 selesai, server private key akan melakukan proses dekripsi.
  5. Kunci pre-master akan digunakan untuk membuat session key yang akan dipakai dalam proses transfer data.
  6. Pesan sudah diterima oleh klien dan peladen dimana pesan sudah terenkripsi.
  7. Proses TLS sudah selesai terlaksanakan.

Perbedaan Protokol TLS dan SSL

Perbedaan di antara protokol TLS dan SSL itu sebenarnya tidak begitu jauh, mengingat TLS diciptakan berdasarkan teknologi pendahulunya, yaitu SSL (Secure Sockets Layer). Kedua protokol tersebut memiliki prinsip yang sama, yaitu menerapkan kriptografi dalam melindungi data pribadi pengguna situs. Meskipun memiliki kesamaan prinsip kerja dan pencipta, TLS memiliki keunggulan lebih ketimbang pendahulunya. 

Protokol TLS sendiri memiliki proses handshake data yang lebih modern, kunci keamanan yang lebih aman, dan tentunya algoritma enkripsi data yang lebih kompleks yang lebih susah untuk diretas oleh peretas (hacker) mana pun. Kelebihan-kelebihan tersebut membuat keamanan data pengguna lebih baik dan terjamin ketimbang protokol pendahulunya. Perbedaan mencolok di antara keduanya adalah kode autentikasi yang digunakan. Protokol SSL masih menggunakan MAC, sedangkan TLS sudah menggunakan HMAC yang dimana sudah lebih canggih dari MAC.

Kelebihan protokol TLS yang agak jarang disebut adalah kemampuan peladen (server) dalam mengirim banyak pesan peringatan saat terjadi eror; dimana hal ini tidak ada di protokol SSL. Di protokol SSL, pengguna hanya bisa memperoleh satu pesan peringatan dalam satu waktu. 

Baik Sobat Vocasia, itulah penjelasan mengenai protokol TLS yang berfungsi untuk melindungi data-data penting kita saat berselancar di internet. Semoga artikel ini bisa bermanfaat bagi kalian yang tertarik dengan keamanan internet.

Terima kasih

Exit mobile version