Site icon Vocasia

Bedah Konsep Waralaba dengan Sistem Syariah

Konsep dalam Waralaba Syariah. Sumber: pexels.com

Kamu ingin terjun ke dalam dunia bisnis tapi masih kebingungan bangun usaha apa? Banyaknya pilihan bisnis yang ditawarkan saat ini mulai dari kuliner hingga properti sangat menggiurkan para calon pebisnis.

Bagi kamu calon pebisnis muslim yang ingin menjalankan bisnis sesuai yang dianjurkan dalam syariat Islam, kamu tidak boleh sembarangan dalam memilih bisnis yang akan dikelola. Untuk itu, kini waralaba syariah hadir untuk memberikan solusi bagi kamu calon pebisnis muslim. 

Di Indonesia sendiri telah ada beberapa daftar waralaba syariah yang terkemuka dan telah beberapa outlet telah berdiri di berbagai kota di Indonesia. Waralaba syariah di Indonesia yang terkenal antara lain Bakso Kota Cak Man (Kota Malang), Mangga Mango jack, Coffee Toffee (Kota Surabaya), dan Corner Kebab.

Mungkin dari beberapa daftar outlet waralaba syariah yang telah berdiri itu salah satunya pernah kamu dengar. Nah, melihat sudah banyak outlet waralaba syariah yang tersebar di Indonesia sebetulnya bagaimana sih konsep waralaba dengan sistem syariah itu? Apa yang membedakannya dengan waralaba lainnya yang sudah lebih dulu ada di Indonesia? Yuk, simak penjelasan lebih lengkapnya di bawah ini!

Baca juga: Kelebihan Berkarir di Big 4

Pengertian dan Konsep Waralaba Syariah

Arti Waralaba Syariah. Sumber: pexels.com

Bisnis waralaba pertama kali dipelopori oleh seseorang bernama Benjamin Franklin dengan membangun sebuah jaringan toko percetakan dan surat kabar pertamanya di Amerika Serikat.

Pada tanggal 13 September 1731, Benjamin Franklin menandatangani perjanjian waralaba yang dilakukan bersama dengan Thomas Whitmarsh untuk toko percetakan di Charleston, South Carolina. 

Waralaba atau yang kita sapa akrab dengan sebutan franchise merupakan pola kemitraan atau hubungan bisnis antara pihak pertama yang menjadi pemilik brand atau disebut sebagai franchisor dengan pihak kedua sebagai orang yang bergabung untuk menggunakan brand pemilik usaha yang disebut dengan franchisee

Kerja sama ini dibangun dengan cara franchisor memberikan izin pemakaian merek, produk dan sistem bisnisnya kepada franchisee dalam kurun waktu yang telah disepakati antara keduanya. Waralaba atau franchise menjadi pilihan bisnis yang cocok kamu coba karena brand atau merek yang dimiliki franchisor sudah terkenal dan teruji keberhasilannya.

Baca juga: Prospek Kerja Jurusan Sastra Arab

Seorang franchisor tidak mungkin berani menawarkan merek produk serta sistem bisnisnya ketika produk tersebut belum banyak dikenal. Waralaba atau franchise pada dasarnya telah mengetahui target pasarnya sehingga sudah berani membukakan pintu kesuksesan bagi kamu calon pebisnis. 

Namun, sebagai pebisnis muslim hendaknya memperhatikan waralaba yang akan kamu kelola apakah termasuk ke dalam waralaba syariah atau bukan. Hal ini penting diperhatikan sebab dalam pengelolaan waralaba akan berkaitan langsung dengan kerja sama, pembagian keuntungan, hak cipta, dan izin menjalankan usaha yang harus menyesuaikan dengan hukum bisnis dalam Islam. 

Bentuk dari waralaba syariah juga memiliki akad atau perjanjian yang jelas yaitu perjanjian tunggal dalam satu akad. Perjanjian satu hal dalam satu akad ini begitu penting sebab kedua belah pihak tidak akan merasa dirugikan satu sama lain dengan adanya perjanjian yang jelas.

Dalam hukum ekonomi Islam, konsep waralaba masih dianggap suatu hal yang baru. Namun, konsep ini banyak menarik perhatian para pengusaha lain untuk menekuninya dengan anggapan dari konsep waralaba ini bisa lebih menguntungkan dan tidak bertentangan dengan konsep Syariah.

Waralaba syariah juga disebut sebagai pengembangan dari bentuk kerja sama (syarikah) karena adanya perjanjian yang secara otomatis antara franchisor dengan franchisee terbentuk hubungan kerja sama dalam kurun waktu tertentu. Kerja sama tersebut dimaksudkan tidak untuk memperoleh keuntungan salah satu pihak, melainkan bagi kedua belah pihak.

Dalam hukum Islam, perjanjian kerja sama seperti dalam konsep waralaba syariah masih dapat diterima asalkan objek perjanjian franchise bukan merupakan hal yang dilarang dalam Syariah Islam.

Perjanjian waralaba umumnya mengenal istilah royalti, tetapi dalam waralaba syariah kamu akan dikenalkan dengan sistem bagi hasil. Hal ini disebabkan bunga adalah riba yang diharamkan dalam hukum Islam, sehingga bunga tidak ditetapkan dalam ekonomi syariah sehingga diterapkan sistem bagi hasil.

Baca juga: Apa itu Investasi?

Pembagian hasil dalam waralaba syariah ditekankan berdasarkan ekonomi syariah sebagai berikut.

Tujuan utama perjanjian waralaba adalah kemaslahatan atau kesejahteraan pihak-pihaknya bahwa dengan melakukan usaha melalui perjanjian tersebut terjadi keuntungan di antara keduanya yaitu pihak shāḥibul māl (penerima waralaba/pemberi modal) dapat memperoleh keuntungan dari modal yang diberikannya kepada muḍarrib (pemberi waralaba), sedangkan muḍarrib/franchisor dapat menjalankan usahanya melalui modal tersebut.

Dengan sistem bagi hasil dan konsep waralaba syariah secara keseluruhan, menjalankan bisnis secara syariah ini sangat tepat kamu kelola. Dengan begitu, baik perusahaan maupun nasabah akan sama-sama menikmati keuntungan dan menanggung risiko kedepannya.

Baca juga: Website Penyedia Icon Gratis

Keuntungan Franchise Syariah

Franchise syariah. Sumber: pexels.com

Setelah mengetahui dan membedah konsep waralaba syariah tersebut, apa keuntungan lain yang akan didapatkan selain memperoleh profit berdasarkan sistem bagi hasil? Berikut beberapa keuntungan waralaba syariah. 

Baca juga: Perbedaan Jurusan Ilmu Gizi Teknologi Pangan

1. Memiliki risiko kegagalan bisnis lebih kecil

Banyaknya pengalaman yang didapatkan dari orang-orang yang berkecimpung langsung dalam bisnis waralaba syariah, bisnis ini secara independen atau mandiri mampu memulai dari nol sehingga risiko kegagalan yang dihadapi lebih kecil karena aspek pendukung dan kepopuleran produk yang ditawarkan kepada konsumen. 

2. Memberi bimbingan berbisnis kepada mitra

Berbagai bantuan bisnis dari pemilik waralaba berupa peralatan lengkap, bahan baku, konsultasi, pelatihan, dan promosi usaha. Tentu saja beberapa hal tersebut sangat berguna untuk modal dan mengembangkan bisnis.

3. Memasarkan merek yang sudah populer

Kamu tidak perlu repot lagi menciptakan sebuah brand baru dengan membuat promosi besar-besaran yang belum pasti akan menarik perhatian dari masyarakat. Kamu hanya perlu memasarkan kembali sebuah brand yang sudah dikenal masyarakat luas sehingga mudah mendatangkan konsumen.

Baca juga: Sertifikasi yang Dibutuhkan oleh Digital Marketing

Demikian penjelasan mengenai konsep waralaba syariah beserta keuntungan-keuntungan yang akan didapatkan. Sudah tidak kebingungan lagi dalam memilih bisnis yang cocok dan sesuai dengan syariat Islam, bukan? Untuk itu segera persiapkan seluruh kebutuhannya!

Klik tautan berikut untuk dapat membaca artikel menarik lainnya yang dapat memperluas pengetahuan dan wawasan. Jangan lupa ikuti kami di Instagram, Twitter, Youtube dan media sosial lainnya agar tidak ketinggalan update dan informasi terbaru!

Vocasia adalah platform edukasi online bersertifikat yang menyediakan banyak pelatihan untuk menunjang keahlianmu dalam berbagai macam bidang. Dengan bergabung bersama Vocasia tentunya kamu akan berkesempatan untuk belajar banyak bersama mentor-mentor yang berpengalaman dalam bidangnya!

Nikmati segala penawaran khusus di Vocasia dengan memperoleh harga yang terjangkau untuk mengikuti berbagai kelas online agar mahir dalam berbagai bidang! Segera temukan kursus terbaru dan terkini yang cocok untuk kamu ikuti hanya dengan klik tautan berikut.

Baca juga: Tips Membuat Novel bagi Pemula

Exit mobile version