Site icon Vocasia

Asset Management: Pengertian, Tujuan dan Pentingnya

Portrait of a Financial Analyst Working on Computer with Multi-Monitor Workstation with Real-Time Stocks, Commodities and Exchange Market Charts. Businesswoman at Work in Investment Broker Agency.

Setiap perusahaan pasti memiliki banyak aset untuk kebutuhan bisnis. Demi terhindar dari kerugian, aset tersebut harus dikelola dengan baik. Aset-aset tersebut terdiri dari tanah, bangunan, mesin produksi, peralatan produksi, hak cipta, saham, merek dagang dan lainnya. 

Beberapa hal diatas sangat penting bagi perusahaan. Oleh karena itu, perusahaan perlu mengelola aset yang dimiliki dengan melakukan manajemen aset yang tepat. Dengan begitu, hal ini akan berdampak baik bagi perusahaan sekaligus perusahaan mampu menggapai tujuan bisnisnya.

Dalam artikel ini, akan dibahas lebih lengkap mengenai manajemen aset, mulai dari pengertian, tujuan, pentingnya bagi perusahaan beserta tips yang perlu Anda terapkan dalam melakukan manajemen aset.

Apa itu Asset Management?

Secara umum, manajemen aset adalah proses pengelolaan aset milik individu, organisasi, atau perusahaan secara efektif dan efisien untuk mencapai tujuan tertentu. Namun, jika mengacu pada pengertian dari para ahli, manajer aset memiliki beberapa definisi karena setiap para ahli memiliki pandangan yang berbeda-beda. Beberapa ahli mencoba memberikan pengertian sederhana agar istilah manajemen aset mudah dipahami.

Menurut Hariyono, manajemen aset adalah sebuah proses kegiatan yang terstruktur yang di dalamnya mencakup semua aset, sebagai sumber daya dalam mendukung penyediaan pelayanan. Konsep sistem pengelolaan aset dan kewajiban secara simultan pertama kali dikembangkan dan diterapkan dalam industri perbankan dan asuransi.

Sedangkan menurut Kaganova dan McKellar manajemen aset adalah suatu proses pengambilan keputusan dan implementasi, yang sesuai dengan akuisisi, penggunaan, dan pembagian dari aset tersebut.

Baca juga: Unsur Manajemen Perusahaan

Tujan Asset Management

Dalam melakukan berbagai hal terutama yang berkaitan dengan bisnis, tentu ada hal dasar yang menjadi tujuannya. Termasuk dalam penerapan manajemen aset pada sebuah perusahaan. Oleh karena itu, banyaknya fungsi dan tujuan diterapkannya manajemen aset, membuat setiap perusahaan selalu menggunakan konsep tersebut. Beberapa fungsi dan tujuan manajemen aset adalah sebagai berikut:

Pixabay

1. Menjaga Nilai Aset yang Dimiliki Perusahaan

Melakukan manajemen aset adalah upaya untuk membangun kesadaran para pemilik agar terus menjaga nilai asetnya. Dalam manajemen aset, pemilik akan belajar jika naik atau turunnya nilai aset bergantung pada bagaimana perusahaan atau seseorang mengelolanya.

2. Sebagai bentuk pengamanan aset dan dana

Manajemen aset adalah upaya perusahaan untuk mengalokasikan aset agar dapat digunakan secara efisien dalam jangka panjang. Dengan begitu, perusahaan bisa mencegah nilai aset turun atau pemborosan penggunaan aset dan dana.

3. Mencegah Perusahaan Melakukan Pembelian yang Berlebihan

Dengan menerapkan manajemen aset yang baik, suatu perusahaan dapat lebih mudah dalam mengontrol semua aset-asetnya dengan baik. Sehingga perusahaan tersebut dapat menghindari pembelian atau pembelanjaan yang tidak diperlukan. Jika tidak menerapkan manajemen aset yang efektif dan efisien, perusahaan akan cukup mengalami kesulitan dalam menentukan prioritas dalam penyediaan barang yang berkaitan dengan bisnis.

4. Sebagai bagian penting penyusunan neraca akuntansi

Manajemen aset adalah kegiatan yang dapat difungsikan sebagai alat penyusun neraca akuntansi, apabila perusahaan benar-benar membutuhkannya.Sebagai contohnya, pemilik aset merupakan seorang pebisnis atau akuntan, maka manajemen aset yang dimiliki dapat dicatat dan dijadikan dalam perhitungan keuangan.

Tapi jika perusahaan tidak membutuhkan rincian data terkait nilai aset untuk penyusunan neraca akuntansi juga tidak masalah, karena bukan hal yang besar. Pasalnya setiap perusahaan memiliki kebutuhan yang berbeda-beda dalam menyusun keuangannya masing-masing.

5. Memilih investasi aset yang benar

Menurunkan angka kerugian menjadi tujuan sekaligus manfaat dilakukannya manajemen aset. Dengan membuat skala prioritas dan membelanjakan anggaran pada aset terbaik, perusahaan dapat mengurangi risiko kerugian di kemudian hari.

6. Memaksimalkan keuntungan aset

Selanjutnya, tujuan manajemen aset adalah untuk mendapatkan keuntungan maksimum dari aset yang dimiliki.Pengelolaan aset secara berkala membuat perusahaan lebih cermat sebelum membeli aset, sehingga perusahaan hanya akan memilih aset dengan tingkat keuntungan yang terus bertambah di masa depan.

Pentingnya Asset Management

Manajemen aset adalah sebuah kegiatan yang sangat dibutuhkan perusahaan dalam pengambilan keputusan yang tepat. Supaya aset yang mereka miliki dapat menghasilkan keuntungan atau manfaat yang lebih optimal, tentunya hal tersebut ditentukan oleh berbagai elemen dan sudut pandang.

Hal ini dikarenakan bahwa perusahaan memiliki sumber daya yang terbatas. Baik sumberdaya manusia (SDM) begitu pula sumber daya material lainnya. Oleh karena itu, peran AM penting untuk mengoptimalkan kegunaan aset perusahaan agar terpakai dengan baik sesuai kemampuannya.

Namun, perlu ditekankan bahwa penerapan Asset Management di sebuah perusahaan bukan hanya sekadar proses implementasi di bagian produksi saja, tetapi harus menyeluruh sejak rencana strategi perusahaan dikreasikan. Peran AM harus memiliki pemahaman pada prinsip ideologis perusahaan, bukan hanya pada tataran praktis semata.

Baca juga: Memahami Aset Berwujud Dan Tidak Berwujud Serta Perbedaan Keduanya

Tips Menerapkan Asset Management

Dalam menjalankan manajemen aset di sebuah perusahaan, diperlihatkan teknik-teknik khusus. Supaya perusahaan dapat mengelola semua asetnya dengan baik, berikut ini beberapa tips mengelola aset pada perusahaan:

1. Cek seluruh aset yang dimiliki

Saat baru memulai manajemen aset, penting bagi perusahaan untuk rutin memeriksa nilai aset yang dimiliki. Pemeriksaan ini dilakukan guna menghindari risiko adanya pengeluaran-pengeluaran tak terduga akibat beban dari kepemilikan aset yang tidak tercatat.Contoh manajemen aset adalah melakukan pemeriksaan tiap bulan sehingga perusahaan tidak harus membayar pajak dari mobil atau motor yang sudah rusak.

2. Buatlah Jadwal Arus Kas Masuk dan Keluar untuk Pembayaran

Tips selanjutnya sebaiknya buatlah jadwal di kalender yang menandakan kapan sekiranya laporan kas masuk dan keluar. Tanda pada kalender tersebut akan membantu perusahaan menyeimbangkan aset kas dengan kewajiban bisnis. Namun, jika tidak memiliki uang kas yang cukup untuk melakukan kewajiban bisnisnya, perusahaan tersebut tentunya perlu membuat jadwal pinjaman.

Tidak hanya itu, mereka juga harus menjadwalkan pelunasan pinjaman ketika terjadi arus kas masuk.Penjadwalan tersebut dapat membantu perusahaan keluar, dari berbagai krisis dan membantu mengevaluasi kekurangan yang sedang terjadi pada bisnis tersebut.

3. Pahami siklus hidup aset

Memahami siklus hidup aset dapat memudahkan perusahaan untuk mengelola dan menggunakan asetnya. Selain itu, perusahaan juga bisa menghemat waktu dalam pengambilan keputusan untuk memperbarui atau menghapus aset.

4. Tentukan penanggung jawab aset

Saat bekerja, tentu pemilik aset tidak dapat terus-terusan memantau kondisi asetnya. Banyaknya kewajiban lain dan bisnis yang terus berkembang membuat waktu seseorang untuk mengawasi aset semakin terbatas. Oleh karena itu, Anda bisa menunjuk seseorang sebagai penanggung jawab aset.Jika bisnis Anda semakin besar, ada baiknya untuk membuat tim khusus yang bertugas mengelola aset perusahaan

5. Pelajari depresiasi aset

Mengetahui depresiasi atau penyusutan aset menjadi salah satu poin terpenting dalam manajemen aset. Dengan begitu, perusahaan bisa menghindari kerugian serta memudahkan pengambilan keputusan saat aset tidak lagi bisa digunakan secara optimal.

6. Gunakan solusi manajemen aset pintar

Kemajuan teknologi sangat membantu proses pengelolaan aset yang dimiliki perusahaan. Kini, proses manajemen aset tidak perlu lagi dilakukan secara manual, sebab telah tersedia sistem informasi manajemen aset perusahaan sehingga Anda tidak perlu lagi membolak-balik laporan yang tebal untuk melakukan pengelolaan kekayaan.

Baca juga: 8 Prospek Kerja Manajemen SDM Dan Gajinya

Exit mobile version