Site icon Vocasia

Bahasa sebagai Realitas Sosial, Beserta Penjelasannya

Bahasa(pexels.com/lum3n)

Secara umum bahasa merupakan alat simbolis untuk melakukan signifikansi. Dimana logika ditambahkan secara mendasar kepada dunia sosial yang di objektivasi. Menurut Berger dan Luckmann, bahasa menjadi tempat penyimpanan kumpulan besar endapan-endapan kolektif, yang bisa diperoleh secara monotrik. Artinya sebagai keseluruhan yang kohesif dan tanpa merekonstruksikan lagi proses pembentukannya semula. Kemudian bahasa digunakan untuk mensignifikasi makna-makna yang dipahami sebagai pengetahuan yang relevan dengan masyarakatnya. Sebagaimana dikatakan oleh Berger dan Luckmann. Pengetahuan itu dianggap relevan bagi semua orang dan sebagian lagi hanya relevan bagi tipe-tupi orang tertentu saja.

Baca juga : Hubungan Filsafat Fenomenologi dengan Filsafat lainnya dalam Pendekatan Kualitatif

Bahasa sebagai Realitas Sosial

Dalam kehidupan sehari-hari pengetahuan seseorang menuntun tindakan yang spesifik menjadi tipifikasi dari beberapa anggota masyarakat. Tipifikasi itu kemudian menjadi dasar untuk membedakan orang di dalam masyarakatnya. Agar bentuk-bentuk tindakan dapat di tipifikasi. Maka bentuk-bentuk tindakan itu harus memiliki arti objektivasi linguistik. Objektivasi linguistik yang dimaksud ini harus disertai dengan adanya kosakata yang mengacu pada bentuk-bentuk tindakan itu. Misalnya kosakata merangket kemenakan, merupakan penstrukturan linguistik yang lebih luas. 

Iklan televisi menggunakan dua pesan (verbal dan visual), untuk dapat mengkonstruksikan makna dan pencitraannya. Sehingga ketika di televisi hadir iklan layanan masyarakat, dengan menggunakan kata ‘inga-inga’. Sebenarnya tidak sekedar kata itu yang menjadi konstruksi. Walaupun di akhir kata itu ada kata lain yang menjadi faktor pengingat bagi pemirsa. Ketika di waktu lain, iklan tersebut muncul di media radio. Maka kekuatan bahasa visual tetap saja muncul dalam ingatan pendengar. Inilah sebuah realitas bahasa dalam iklan televisi.

Realitas bahasa dalam iklan televisi juga bisa dalam bentuk lain. Ketika iklan rokok suatu merek menggunakan gambar hutan dan alam pedesaan. Serta kehidupan disana dengan penonjolan laki-laki  yang macho sebagai latar iklan. Kemudian muncul suara jingle dari produk tersebut. Maka telah terjadi penggunaan bahasa secara total. Ikon budaya modern telah tergambarkan dalam penampilan iklan tersebut. Yakni dengan menggunakan tanda budaya terkini sebagai basis budaya modern. Kedekatan eksistensi budaya modern dengan selera modern merupakan indeks budaya yang juga ikut dipertunjukkan dalam iklan tersebut.

Nah, itu tadi penjelasan mengenai bahasa sebagai realitas sosial. Semoga artikel ini bermanfaat. Jangan lupa cek postingan artikel yang lainnya juga, ya!

Baca juga : Hubungan antara Penelitian dengan Pencarian Kebenaran

Exit mobile version