Site icon Vocasia

Otomasi Industri: Pengertian, Jenis, dan Cara Menerapkannya

Otomasi industri adalah teknologi yang berkaitan dengan penerapan sistem mekanis, elektronik, dan sistem informasi berbasis komputer. Kamu bisa menggunakan sistem ini untuk mengatur segala jenis produksi berbasis teknologi komputer. Secara umum, bertujuan untuk mengurangi tingkat kesalahan dalam menghasilkan produk perusahaan. Kamu bisa mengatur dan mengontrol seluruh proses produksi dengan kualitas terbaik. Tentu saja perusahaan sangat diuntungkan dengan adanya sistem ini. Berbasis komputerisasi yang seluruhnya bisa diakses dan dievaluasi dengan baik. 

Baca Juga | 8 Peluang Kerja Untuk Lulusan Teknologi Informasi

Jenis Otomasi Industri

1. Otomasi yang dapat diprogram

Ilustrasi Membuat Program Otomasi Industri (pexels)

Otomasi jenis ini berfungsi untuk mengubah urutan operasi dan konfigurasi mesin dengan menggunakan alat elektronik. Sistem otomasi akan memerlukan waktu dan upaya untuk memprogram ulang mesin saat proses produksi. Kamu sebagai bagian dari sumber daya manusia hanya perlu menerapkan standar yang sesuai dengan kebijakan perusahaan. Mengoperasikan sistem otomasi jenis ini dapat dilakukan dengan mudah berbasis program komputer. Kamu pun dapat melakukan pengontrolan terhadap kinerja sistem otomasi yang sudah terprogram. Tujuannya agar kinerja sistem dapat berjalan dengan lancar tanpa kendala apa pun.

Baca Juga | Mengenal Sistem Informasi Lebih Dalam

2. Otomasi tetap

Ilustrasi Otomasi Tetap (pexels)

Sistem otomasi tetap akan membuat mesin atau peralatan industri dapat menentukan tugas secara tetap. Peralatan atau mesin tersebut dengan sendirinya dapat melakukan proses produksi tetap. Kamu tak perlu mengecek setiap saat pada proses setting sistem otomasinya. Pasalnya, secara tetap proses yang dilakukan masing-masing mesin sudah sesuai dengan tahap yang seharusnya. Dengan proses kinerja yang terus berulang, sistem otomasi akan bekerja dengan baik. Kinerjanya akan didasarkan pada standar yang telah ditetapkan pada tahapan sebelumnya. Contohnya adalah mesin konveyor dan sistem produksi massal yang biasanya digunakan pada proses aliran secara terus-menerus.

Baca Juga | 7 Jenis Sistem Operasi Yang Biasa Dipakai Di Komputer

3. Otomasi fleksibel

Ilustrasi Otomasi Fleksibel (pexels)

Pada otomasi fleksibel, komputer akan mengendalikan sistem dan menerapkannya kepada produk yang berpotensi berubah-ubah. Sistem otomasi jenis ini sangat mampu berubah-ubah proses kerjanya sesuai dengan perintah yang ditetapkan. Mesin CNC merupakan contoh penerapan terhadap sistem otomasi fleksibel. Kode instruksi yang diberikan pada komputer memiliki sifat unik untuk menentukan setiap proses pekerjaan tertentu. Melalui kode instruksi, mesin akan menjalankan perintah atau instruksi yang dibutuhkan dan sesuai selama proses produksi.

Baca Juga | Kenali Apa Itu Fleksibel Dalam Dunia Kerja

Cara Menerapkan Otomasi Industri

1. Mengganti teknologi lama secara perlahan 

Perusahaan dapat mengganti teknologi lama secara perlahan atau bertahap. Kamu bisa melakukan evaluasi secara detail terlebih dulu. Tujuannya agar proses penggantian teknologi lama menuju sistem otomasi industri dapat berjalan dengan baik. Kamu dapat menentukan apa saja yang perlu diubah atau diperbaharui sesuai efisiensi waktu produksi. Tentu saja setiap perusahaan menginginkan kinerja peralatan mesinnya dapat beroperasi secara maksimal. Mengingat bahwa penggunaan sistem otomasi juga memerlukan biaya yang tidak sedikit dan proses penyesuaian terhadap alat tersebut cukup memakan waktu. Tentu perusahaan tak harus terburu-buru dan sebaiknya berpikir matang dalam proses penggantian alat-alat yang penting lebih utama. 

Baca Juga | Anggaran Biaya Produksi

2. Rencanakan dalam jangka waktu panjang

Perusahaan perlu merencanakan dalam jangka waktu panjang saat ingin menggunakan sistem otomasi industri. Kamu perlu merencanakan peralatan apa saja yang harus diterapkan guna meningkatkan performa perusahaan. Kemudian, masa pemberlakuannya pun kamu harus pikirkan dengan matang. Apakah akan diberlakukan secara serentak atau perlahan-lahan? Seluruhnya mengikuti kemampuan perusahaan yang kamu naungi. Untuk itu, perencanaan jangka panjang sangat penting dilakukan agar tidak salah langkah dalam menerapkan kebijakan otomasi industri.

Baca Juga | Perencanaan Produksi Massal: Pengertian Dan Poin Pentingnya

3. Memilih alat yang sesuai

Terdapat beberapa alat yang diperlukan untuk otomasi industri pada mesin produksi. Agar proses penerapannya berjalan dengan baik, pilih alat yang sesuai dengan keperluan perusahaan. Kamu juga bisa berkonsultasi dengan orang yang ahli di bidang tersebut. Tujuannya untuk membantu menetapkan alat yang sesuai dengan otomasi industri yang berkaitan dengan kebutuhan perusahaan. Pemilihan alat yang sesuai mampu mendorong kemajuan proses produksi secara maksimal. Kamu tak boleh sembarangan dalam menentukan alat otomasi industri, ya. Sesuaikan dengan budget perusahaan dan konsultasikan dengan orang berpengalaman.

Baca Juga | Industri Kreatif di Indonesia : Pengertian, Jenis, Contoh, dan Kebijakan Pemerintah

Nah, itulah pembahasan mengenai otomasi industri. Sistem ini bisa kamu lakukan saat perusahaan telah siap dan mampu menerima pembaharuan peralatan industri. Kamu perlu menetapkan rencananya dengan matang. Pertimbangkan hal-hal penting yang dapat mendukung proses kemajuan perusahaan. Otomasi industri sangat baik dalam membantu efektivitas dan efisiensi proses produksi.

Baca Juga | 5 Fungsi Manajemen Operasi Pada Bisnis, Optimalkan Pencapaian Perusahaan!

Exit mobile version