Site icon Vocasia

9 Tips Negosiasi dengan Klien

Pebisnis terkenal pernah berkata bahwa dasar dari bisnis adalah negosiasi. Jika kamu adalah seorang pengusaha memiliki kemampuan yang baik dalam bernegosiasi, kedepannya bisa dipastikan perusahaannya tidak hanya mendapatkan proyek atau klien baru.

Namun kamu juga akan dapat terus meningkatkan arus kas dan mengembangkan perusahaanmu secara terus menerus.

Tentunya negosiasi bukan merupakan perkara yang mudah untuk dilakukan, butuh skill komunikasi dan insting yang baik untuk bisa mendapatkan perjanjian atau kesepakatan win-win solution terhadap semua pihak yang terlibat.

Nah jadi berikut adalah beberapa tips yang bisa kamu lakukan negosiasi di kemudian hari.

1. Kumpulkan Informasi Klien dan Lakukan Riset

Informasi klien merupakan aset sebelum melakukan negosiasi – @pexels.com

Tips yang pertama sebelum melakukan negosiasi adalah mengumpulkan informasi klien, lalu berdasarkan seluruh informasi yang telah didapat kamu bisa menentukan target atau kesepakatan apa saja yang akan kamu capai setelah melakukan negosiasi. Maka dari itu semakin banyak informasi yang kamu kumpulkan maka semakin baik pula analisa yang kamu lakukan untuk kesiapan negosiasi.

Baca juga: Tips menghilangkan rasa gugup ketika berbicara dengan banyak orang

2. Memahasi posisi

Memahami posisi bisnis bisa digunakan untuk mencari celah saat negosiasi – @pexels.com

Tips selanjutanya adalah memahami posisi, baik itu posisi kamu maupun posisi dari klien kamu. Manfaat dari memahami posisi ini adalah kamu bisa mengambil celah dan merencanakan strategi untuk bisa mencapai kesepakatan yang menguntungkan dalam negosiasi.

Jika kamu merasa di posisi yang lebih diunggulkan atau lebih kuat dari awal, coba untuk terus bertahan atas rencana awalmu karena klienmu akan sangat menginginkan keuntungan dari kamu. Begitu juga dengan sebaliknya, jika kamu di posisi yang lemah, kamu bisa mencoba untuk terus mencari dan memantau kelemahan atau kebutuhan dari klienmu kemudian kamu bisa menawarkan fasilitas tambahan yang penting untuk klien sehingga klienmu akan mempertimbangkannya matang-matang.

Baca juga: 4 contoh bisnis sambil kuliah

3. Berikan informasi yang lengkap

Berikan informasi yang lengkap kepada klien- @pexels.com

Klien kamu berhak untuk mengetahui informasi dari bisnis yang kamu tawarkan. Mulailah dengan informasi-informasi mengenai keunggulan-keunggulan bisnis kamu dan tentang keuntungan-keuntungan yang akan didapatkan oleh calon klienmu. Tambahkan juga informasi tentang klien-klien bisnis kamu yang sudah terpuaskan sebelumnya

Baca juga: Membuat website gratis

4. Tanyakan Harapan Klien

Sebagai seorang pebisnis, kamu harus aktif mencari tahu tentang harapan dan kebutuhan klien kamu. Dengan kamu memperhatikan bahasa tubuhnya kamu bisa mempertimbangkan feedback dan pernyataan yang tepat untuk dilontarkan tentang produk yang kamu tawarkan. Jika klien terlihat bimbang, berikan informasi lebih yang lebih rinci atau kamu bisa memberikan harga yang lebih murah untuk memberikan daya tarik yang lebih terhadap bisnis anda

5. Berikan Solusi Kepada Klien

Puaskan klien kamu – @pexels.com

Negosiasi yang menghasilkan kesepakan win-win solution akan mempercepat proses negosiasi dan akhirnya klien kamu akan terpuaskan. Carilah perjanjian yang bisa memuaskan klien kamu.

Baca juga: tips mengatur waktu

6. Penawaran yang Langka

Berikan penawaran dengan ketentuan tertentu – @pexels.com

Penawaran yang jarang didapatkan bisa membuat calon klien kamu akan lebih mudah dan lebih tertarik untuk merespon kamu, misalnya seperti penawaran yang bersifat sementara dalam jangka wakut tertentu atau momen tertentu saja. Penawaran seperti bisa memberikan keistimewaan sekaligus juga tekanan untuk klien kamu. Jika kamu memahami apa keinginan dari calon klien kamu dan kamu memang betul-betul mengusai penawaran dari bisnis kamu, kemungkinan besar klien akan sangat tertarik dengan penawaran yang kamu berikan.

Baca juga: 4 software webinar terbaik di tahun 2021

7. Tentukan Syarat Pembayaran

Jangan lupa perhatikan harga dan syarat pembayarannya – @pexels.com

Banyak perusahaan yang keuangannya memburuk akibat tidak mendapatkan pembayaran secara langsung dari klien atau proyek yang sudah dikerjakan. Untuk menghindari hal tersebut, sebaiknya kamu membicarakan dan menegosiasikan masalah tersebut. Anda bisa membuat kesepakatan mengenai ketentuan proses pembayaran dari klien kamu, misalnya sepertinya mempersingkat tenggat waktu pelunasan. Dan untuk memperlancar kesepakatan ini kamu bisa memberikan potongan harga / biaya atau menerima bonus dari perusahaan kamu.

Baca juga: Cara mahir bermain gitar

8. Rencana Cadangan

Siapkan rencana cadangan saat bernegosiasi – @pexels.com

Setiap negosiasi yang sudah direncanakan dengan matang sering sekali ada kemungkinan yang terjadi di luar perhitungan kita dan ketika situasi ini sudah terjadi kamu bisa menyusun rencana cadangan. Jika suatu ketika saat melakukan negosiasi klien kamu membatalkan kerja sama tersebut, cobalah untuk menganalisa penyebab kegagalan proses negosiasi tersebut. Ketika kamu sudah mengetahui kesalahan tersebut, selanjutnya kamu bisa menggunakan hal tersebut untuk mengkaji ulang rencana dan kamu bisa gunakan pembelajran tersebut kepada calon klien yang lainnya.

Untuk itu pengalaman saat melakukan negosiasi sangatlah penting, semakin sering kamu melakukan negosiasi maka kamu akan semakin mahir dalam menyusun strategi dan rencana cadangan kepada klien – klien kamu di kemudian hari.

Buat kamu yang ingin segera belajar tentang bagaimana menjadi negotiator yang hebat

Kursus Pelatihan Public Relation Masterclass oleh Firsan Nova bisa menjadi opsi. Kamu akan mendapatkan ilmu tentang Pemahaman dasar menjadi PR, Problem Solving skill saat krisis, Strategi jitu menghadapi isu, Kemampuan analisis dalam PR, Tools tools yang dibutuhkan dalam PR, Manajemen isu, manajemen resiko, memulihkan reputasi dan masih banyak lagi

            Dapatkan promo bagi para pendaftar di Bulan ini

KLIK DI SINI dan Daftarkan dirimu sekarang !

Pelatihan Publik Relation – @vocasia.id

            Sudah termasuk :          

Exit mobile version