Site icon Vocasia

10 Warisan Budaya Indonesia yang Hampir Punah

budaya indonesia yang hampir punah

Bhinneka Tunggal Ika, berbeda-beda tetapi tetap satu jua. Itulah semboyan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Semboyan ini bukanlah hiasan dinding belaka tetapi memang benar-benar jiwa Indonesia. Indonesia terdiri atas berbagai suku, agama, ras, hingga kebudayaan. Jauh sebelum resmi berdiri pada tahun 1945, penduduk Indonesia sudah hidup dalam budaya mereka masing-masing. Akan tetapi, seiring dengan bertambahnya usia, satu per satu warisan nenek moyang kian dilupakan.

Terdapat banyak faktor yang melatarbelakanginya, seperti perubahan sifat manusia, perkembangan teknologi, hingga kurangnya panggung untuk memamerkan keindahan warisan budaya tersebut. Vocasia telah merangkum beberapa daftar warisan budaya Indonesia yang hampir punah. Ayo simak dengan seksama agar kamu dapat merasakan betapa kritisnya ancaman atas kepunahan identitas bangsa.

Baca juga: Harus Bangga! 7 Budaya Indonesia yang Mendunia

10 Warisan Budaya yang Hampir Punah

1. Tupai Janjang

sumber: pojokseni.com

Tupai Janjang adalah sastra lisan atau tutur yang mengisahkan tentang Tuanku Rajo Tuo dan Putri Lindung Bulan yang belum dikaruniai keturunan. Diceritakan Putri Lindung Bulan melihat seekor tupai di atas pohon kelapa. Pada saat itu hasrat untuk memiliki anak terup oleh Putri Lindung Bulan kepada Tuanku Rajo Tuo. Putri Lindung Bulan pun hamil dan melahirkan anak tupai. Tupai janjang termasuk kesenian tradisional masyarakat Kerinci Provinsi Jambi.

2. Gaok

sumber: ilmupedia

Gaok adalah kesenian dari Majalengka yang dalam penampilannya seniman membacakan sajak dengan suara yang merdu. Sajak tersebut disebut dengan wawacan. Nama Gaok berasal dari kata ngagorowok atau berteriak yang merupakan bahasa Sunda.

3. Sisingaan

sumber: nusae

Sisingaan berasal dari daerah Subang. Objek utama dalam perayaan ini adalah sebuah patung singa yang terbuat dari kayu dan bambu. Pada punggung patung singa tersebut disediakan tempat duduk yang normalnya akan diduduki oleh anak yang sedang dikhitan. Kemudian, ada empat orang yang mengangkat patung singa dan anak yang mendudukinya.

4. Tabuik

sumber: infobudaya.net

Tabuik adalah perayaan yang berasal dari daerah Sumatera Barat. Upacara ini diadakan untuk mengenang wafatnya imam Husein yang merupakan cucu dari Nabi Muhammad SAW, biasanya dilaksanakan setiap 10 Muharram. Pada upacara Tabuik terdapat sebuah pentas teatrikal yang memperlihatkan pertempuran karbala.

5. Talempong Unggan

sumber: aural archipelago

Talempong unggan adalah sekumpulan alat musik tradisional Minangkabau. Kesenian ini terdiri dari tiga jenis alat musik, yaitu lima talempong, dua gendang, dan satu aguang. Talempong unggan dimainkan oleh empat orang, satu orang sebagai pemain talempong, dua orang pemain gendang, dan satu orang yang memainkan aguang.

6. Rampak Gendang

sumber: IndonesiaKaya

Rampak berarti bersama-sama dan gendang adalah alat musik tabuh dari Sunda. Kesenian Rampak Gendang biasanya dimainkan untuk mengiringi Jaipong. Selain itu, dalam beberapa kesempatan, Rampak Gendang juga mengiringi penampilan bela diri pencak silat.

7. Tarawangsa

sumber: The Attic

Tarawangsa memiliki makna “kisah kehidupan bangsa matahari”. Kesenian ini berasal dari Jawa Barat yang dimainkan dengan cara digesek. Tarawangsa biasa dinyalakan saat musim panen padi tiba. Sesuai dengan maknanya, panen padi tentu tidak bisa dilepaskan dari sinar matahari.

8. Gandai

sumber: wikipedia

Gandai adalah tari berpasangan yang berasal dari Bengkulu. Tari ini biasanya dipertunjukkan pada saat acara pernikahan berlangsung. Gandai diiringi dengan alat musik tiup yang disebut serunai.

9. Ronggeng Ketuk

sumber: 18news

Ronggeng ketuk adalah salah satu seni tari dari daerah Jawa Barat. Tarian ini kerap disebut dengan tarik tulis tilu. Ronggeng ketuk adalah tari berpasangan, penari wanita dan pria.

10. Ngaguyah Hujan

sumber: sanggar tari gende pemantes

Sesuai dengan namanya, ngaguyah hujan adalah tarian yang ditampilkan untuk memanggil hujan. Kesenian ini berasal dari daerah Jawa Barat. Ritual memanggil hujan ini dilaksanakan ketika suatu daerah mengalami kekeringan atau akibat musim kemarau panjang.

Baca juga: Budaya Yang Baik Seperti Apa? Simak Contoh-Contoh Berikut!

Demikianlah 10 daftar warisan budaya Indonesia yang hampir punah. Warisan budaya yang dipaparkan di atas sudah cukup jarang ditemui. Masihkah ada orang yang melestarikannya? Tentu saja masih ada orang yang berjuang untuk mencegah warisan budaya tersebut mengalami kepunahan. Namun, euphoria masyarakat terhadap kesenian tradisional kian melemah. Oleh karena itu, tidak heran kekhawatiran muncul sebagai respon atas semakin langkanya kebudayaan tersebut dipamerkan. Jangan sampai daftar warisan budaya Indonesia yang hampir punah tersebut berubah menjadi daftar warisan budaya Indonesia yang sudah punah.

Baca juga:

Exit mobile version