Tanggal:22 April 2024

Awas! Ini Penyebab Email Lamaran Kerjamu Ditolak HRD

Image Source: https://blog.cakap.com/contoh-body-email-lamaran-kerja/

Pada era digital seperti sekarang ini, email lamaran kerja menjadi salah satu sarana komunikasi yang sangat penting dalam mencari pekerjaan. Namun, tidak jarang email lamaran kerja yang kita kirimkan kepada HRD ternyata ditolak atau bahkan tidak mendapatkan tanggapan sama sekali. Dalam artikel ini, kita akan mengulas beberapa faktor penyebab mengapa email lamaran kerja yang kita kirimkan kepada HRD bisa ditolak.

Sebelum itu, untuk meningkatkan kemampuan penyusunan email dan CV yang baik, sebaiknya kamu dapat mempertimbangkan untuk mengikuti kursus yang berkaitan dengan pembuatan CV yang menarik dan profesional. Kursus semacam ini dapat membantumu memahami teknik-teknik penulisan yang efektif, tata bahasa yang benar, serta cara menyusun CV yang menarik perhatian HRD. Untuk mempelajari lebih lanjut, kamu bisa klik link ini: https://bit.ly/3MK4DLW

8 Faktor Penyebab Email Lamaran Kerja Ditolak HRD

1. Email Lamaran Kerja Tidak Profesional

Email lamaran kerja yang tidak profesional, seperti menggunakan alamat email yang tidak tepat (misalnya alamat email pribadi yang tidak terkait dengan nama atau identitas profesionalmu), dapat menyebabkan email ditolak oleh HRD. Selain itu, jika isi email tidak terstruktur dengan baik, menggunakan bahasa yang tidak pantas, atau tidak memperhatikan etika dalam komunikasi bisnis, HRD mungkin tidak menganggap serius lamaran pekerjaanmu.

2. Terlambat Mengirimkan Berkas Lamaran

Mengirimkan berkas lamaran terlambat atau di luar batas waktu yang ditentukan oleh perusahaan dapat menyebabkan email kamu ditolak. HRD sering memiliki tenggat waktu yang ketat dalam proses seleksi dan jika kamu tidak mematuhi batas waktu yang ditentukan, dapat memberikan kesan bahwa kamu tidak menghargai waktu dan proses yang ditetapkan.

3. Subjek Email Tidak Sesuai

Subjek email yang kosong atau tidak sesuai dengan konten email dapat membuat HRD enggan membuka email tersebut. Membuat subjek email yang jelas dan relevan sangat penting karena membantu HRD dalam mengidentifikasi tujuan utama email kamu dan membedakannya dari email lainnya. Jika subjek email tidak memberikan informasi yang cukup, HRD mungkin menganggapnya tidak penting atau tidak profesional.

4. Body Email Minim Informasi atau Kosong

Body email yang kosong atau minim informasi dapat memberikan kesan bahwa kamu tidak serius atau tidak mempersiapkan lamaran dengan baik. HRD ingin melihat bahwa kamu telah mengambil waktu untuk menyusun email yang informatif dan menjelaskan tujuanmu dengan jelas. Jika body email kosong, HRD mungkin tidak memiliki cukup informasi untuk mengevaluasi kualifikasimu.

5. Isi CV Sulit Terbaca, Berantakan, dan Tidak Teratur

CV yang berantakan, sulit terbaca, atau tidak teratur dapat membuat HRD kesulitan dalam membaca dan mengevaluasi informasimu. Pastikan CV kamu terstruktur dengan baik, menggunakan format yang mudah dibaca, dan menyajikan informasi dengan jelas. Juga, hindari kesalahan gramatikal atau ejaan yang dapat merusak kesan profesionalmu.

6. Isi CV Tidak Sesuai dengan Posisi yang Dilamar

Jika isi CV mu tidak sesuai dengan persyaratan posisi yang kamu lamar, HRD mungkin merasa bahwa kamu tidak memiliki kualifikasi yang relevan. Penting untuk menyesuaikan CV mu dengan setiap posisi yang kamu lamar, menyoroti pengalaman dan keterampilan yang relevan dengan pekerjaan yang sedang kamu lamar.

7. Lampiran Tidak Sesuai atau Tidak Dikirimkan

Jika dalam email kamu menyebutkan bahwa kamu melampirkan berkas seperti CV, surat lamaran, atau portofolio, tetapi lampiran tersebut tidak ada atau tidak sesuai dengan yang dijanjikan, HRD mungkin akan menolak emailmu. Pastikan untuk mengirimkan lampiran yang sesuai, formatnya kompatibel, dan ukurannya tidak terlalu besar agar HRD dapat dengan mudah mengakses dan mengevaluasi berkasmu.

8. Penggunaan Terlalu Banyak Lampiran atau Link Eksternal

Mengirimkan terlalu banyak lampiran atau link eksternal dalam emailmu dapat membuat HRD merasa cemas atau meragukan keamanan email tersebut. Terlalu banyak lampiran atau link dapat mengganggu proses membaca dan mengundang kecurigaan mengenai kemungkinan adanya malware atau virus. Pastikan untuk hanya melampirkan atau mengirimkan link yang relevan dan penting bagi lamaranmu.

Dalam mengirimkan email ke HRD, penting untuk memperhatikan aspek-aspek di atas agar lamaran pekerjaanmu dapat dipertimbangkan dengan serius dan meningkatkan peluang kamu dalam proses seleksi. Dengan meningkatkan keterampilanmu dalam menyusun email dan CV yang baik, kamu akan memiliki peluang yang lebih besar untuk mendapatkan tanggapan positif dari HRD dan meningkatkan kesempatan dalam melanjutkan proses seleksi.

Jika kamu masih bingung, kamu bisa mengikuti kelas online Bongkar Rahasia CV dari Vocasia. Kursus tersebut dapat membantu kamu memahami kebutuhan dan harapan perusahaan dalam menerima kandidat yang sesuai dengan posisi yang ditawarkan. Untuk informasi lebih lanjut, kami bisa mengeklik link dibawah ini:
https://bit.ly/3MK4DLW

Penulis: Neda Alifia Rahma – Kelompok C
Mahasiswa Studi Independen Batch #4 – Vocasia

Sukses Membangun Kesan - Personal Development

Ini Adalah Akun Publikasi Artikel Buatan Mahasiswa & Mahasiswi Studi Independen di Vocasia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *