Tanggal:24 July 2024
akuntabilitas

Akuntabilitas, Istilah Manajemen yang Perlu Kamu Ketahui!

Akuntabilitas adalah istilah yang sering ditemukan di bidang manajemen dan akuntansi. Istilah ini berhubungan dengan pertanggungjawaban. Kondisi yang membutuhkan tanggung jawab juga dapat disebut sebagai akuntabilitas. Untuk mengetahui penjelasan lebih lengkap dari pertanggungjawaban ini, simak paparan berikut sampai akhir, yuk!

Kursus online IELTS Vocasia

Baca juga: Manajemen Bisnis: Pengertian, Jenis, Dan Fungsi

Arti Akuntabilitas 

akuntabilitas

ilustrasi akuntabilitas (sumber: pexels)

Akuntabilitas berasal dari bahasa Inggris, yaitu accountability yang memiliki arti pertanggungjawaban. Dalam hal ini, pertanggungjawaban merupakan keadaan yang memerlukan tanggung jawab dari pihak terkait. 

Selain mempertanggungjawabkan kewajiban yang telah dimandatkan, mereka juga perlu memberikan informasi terkait kinerja dan tindakan dari badan hukum atau pimpinan organisasi pada pihak yang berwenang. Pihak yang berwenang dalam hal ini adalah pihak yang memiliki wewenang untuk menerima informasi atau bentuk pertanggungjawaban tersebut. 

Pertanggungjawaban ini juga dilakukan untuk menciptakan penilikan dengan menyalurkan kekuasaan pada lembaga pemerintah, sehingga akan mengurangi kekuasaan yang terlalu menumpuk dan membangun kondisi yang saling mengawasi. 

Baca juga: Apa Saja Tugas Dan Tanggung Jawab Supervisor?

Prinsip Akuntabilitas 

ilustrasi prinsip akuntabilitas (sumber: pexels)

Prinsip pertanggungjawaban merupakan indikator antara yang benar dan tidak dalam mempertanggungjawabkan sesuatu. Adapun prinsip pertanggungjawaban yang perlu diketahui, diantaranya: 

  1. Adanya komitmen antara pimpinan organisasi atau perusahaan dengan seluruh staf dalam pengelolaan organisasi yang bernilai akuntabel. 
  2. Ada sistem yang menjamin pemberdayaan sumber daya secara terus-menerus sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. 
  3. Memperlihatkan pencapaian yang sesuai dengan tujuan dan sasaran. 
  4. Berorientasi pada visi, misi, hasil, dan manfaat yang diperoleh organisasi atau perusahaan 
  5. Menjunjung tinggi nilai kejujuran, transparansi, objektivitas, dan inovatif. 

Aspek-aspek Akuntabilitas 

Dalam menjalankan pertanggungjawaban terdapat lima aspek yang menyertainya, yaitu: 

1. Akuntabilitas Adalah Sebuah Hubungan 

Hubungan yang dibicarakan dalam pertanggungjawaban adalah hubungan dua pihak antara perorangan/kelompok dalam institusi dengan lembaga negara dan masyarakat. 

Pihak yang memberi wewenang akan bertanggung jawab dalam mengarahkan, membimbing, dan menyalurkan sumber daya sesuai dengan tugas dan fungsi yang ditetapkan. Adapun individu atau kelompok dalam institusi akan melakukan pertanggungjawaban atas kewajiban yang dimandatkan. 

Berdasarkan paparan tersebut, jelas apabila pertanggungjawaban adalah hubungan yang terjadi antara dua belah pihak dalam pelaksanaannya. 

2. Berorientasi Pada Hasil 

Adanya pertanggungjawaban untuk menghasilkan perilaku lembaga negara/aparat yang bertanggung jawab, adil, dan inovatif. Adapun individu atau kelompok dalam institusi juga dituntut untuk bertanggung jawab dalam melakukan pekerjaan dan kewajibannya serta memberikan kontribusi mencapai usaha. 

Baca juga: Person In Charge: Pengertian, Tugas, Dan Skill Yang Perlu Dikuasai

3. Memerlukan Laporan 

ilustrasi laporan (sumber: pexels)

Laporan dalam pertanggungjawaban ini adalah laporan kinerja yang menjadi perwujudan prinsip. Adanya laporan ini untuk menjelaskan tindakan dan hasil yang telah dicapai oleh individu atau kelompok terkait serta bukti nyata pertanggungjawaban hasil yang telah dilakukan. 

Dalam birokrasi pun, wujud pertanggungjawaban individu adalah laporan yang disesuaikan dengan kontrak. Sementara itu, pertanggungjawaban instansi biasanya berwujud Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP). 

4. Membutuhkan Konsekuensi 

Dikarenakan pertanggungjawaban adalah sebuah kewajiban maka akan muncul konsekuensi dalam pelaksanaannya. Konsekuensi tersebut dapat berupa penghargaan atau sanksi dalam institusi yang diberikan pada individu atau kelompok ketika melaksanakan tanggung jawabnya. 

5. Memperbaiki Kinerja 

Adanya pertanggungjawaban untuk mengevaluasi kinerja individu atau kelompok. Pertanggungjawaban yang memiliki sifat proaktif akan menghasilkan makna sebagai sebuah hubungan dan proses yang direncanakan untuk mencapai tujuan. 

Selain dimandatkan tanggung jawab, individu atau kelompok juga akan terlibat aktif dalam proses evaluasi dalam upaya meningkatkan kinerja di perusahaan atau lembaga yang menaunginya. 

Fungsi Akuntabilitas 

Pertanggungjawaban memiliki fungsi yang selengkapnya akan dipaparkan dalam uraian di bawah ini. 

1. Sebagai Alat Pengawas 

Pertanggungjawaban difungsikan sebagai monitor atau pengawas mengenai tugas maupun kewajiban yang telah dimandatkan untuk dipertanggungjawabkan pada pimpinan. 

Di sisi lain, pertanggungjawaban juga digunakan sebagai alat untuk mengukur keberhasilan dari tugas yang diamanatkan ketika evaluasi kinerja dilangsungkan. Apabila tugas yang diberikan dapat dikerjakan dengan baik, maka tugas tersebut dianggap berhasil dan dapat dipertanggungjawabkan dengan baik. 

2. Untuk Meningkatkan Produktivitas Kinerja 

ilustrasi produktivitas dalam bekerja (sumber: pexels)

Adanya pertanggungjawaban digunakan untuk mengefektifkan dan mengefisienkan kinerja yang dilaksanakan. Hal ini didorong oleh adanya evaluasi kinerja sebagai bentuk pertanggungjawabannya. 

3. Difungsikan untuk Mencegah Penyalahgunaan Jabatan 

Penyalahgunaan jabatan kerap terjadi dalam bisnis. Oleh karena itu, pertanggungjawaban diperlukan dalam melaksanakan setiap kewajiban yang diberikan. Adanya laporan dalam pertanggungjawaban yang perlu dibuat secara akurat dan benar dinilai akan mencegah terjadinya penyalahgunaan jabatan atau bentuk korupsi lainnya dalam bisnis maupun perusahaan. 

Tingkatan dalam Akuntabilitas 

Dalam pelaksanaannya, pertanggungjawaban memiliki tingkatan. Berikut tingkatan dari pertanggungjawaban. 

1. Akuntabilitas Personal 

ilustrasi akuntabilitas personal (sumber: pexels)

Pertanggungjawaban dalam tingkatan personal mengacu pada nilai-nilai yang dipegang oleh diri sendiri, seperti kejujuran, integritas, moral, hingga etika. Pribadi yang memiliki pertanggungjawaban dalam dirinya akan menganggap dirinya solusi bukan masalah. 

2. Akuntabilitas Individu 

Pertanggungjawaban dari individu berkaitan dengan hubungan antara individu dengan lingkungan kerjanya. Di sisi lain, instansi yang memberi tanggung jawab perlu mengarahkan, membimbing, dan mendayagunakan sumber daya yang layak, serta meminimalisir hambatan kerja. 

3. Akuntabilitas Kelompok 

Dalam tingkatan kelompok, pertanggungjawaban yang dilakukan didasarkan pada kerja sama kelompok. Pembagian wewenang dalam pertanggungjawaban ini adalah memerankan peranan yang penting untuk mencapai tujuan organisasi/badan usaha sesuai dengan harapan. 

Baca juga: Public Relation: Pengertian, Tugas, Dan Fungsinya

4. Akuntabilitas Organisasi 

Dalam tingkatan ini, pertanggungjawaban oleh organisasi mengacu pada hasil kinerja yang telah dicapai dalam bentuk laporan. Laporan yang dibuat adalah untuk individu maupun kinerja organisasi pada masyarakat. 

5. Akuntabilitas Stakeholder 

Stakeholder dalam hal ini adalah masyarakat awam, pengguna layanan, dan pembayar pajak yang bertugas memberi masukan, saran, dan kritik terhadap kinerja suatu organisasi/badan usaha. Dalam tingkatan ini, organisasi pemerintah atau swasta bertanggung jawab untuk menciptakan pelayanan dan kinerja yang adil, responsif, dan bermartabat. 

Dimensi Akuntabilitas 

Agar pertanggungjawaban terlaksana dalam institusi, terutama di sektor publik, perlu diketahui dimensi dalam pelaksanaannya, yaitu: 

1. Akuntabilitas Kejujuran dan Hukum 

ilustrasi dimensi hukum (sumber: pexels)

Dalam dimensi ini, pertanggungjawaban berkaitan dengan ketaatan terhadap hukum dan peraturan yang telah ditetapkan sebelumnya. 

2. Akuntabilitas Proses 

Dimensi pertanggungjawaban ini mengacu pada prosedur yang dilakukan untuk melaksanakan tujuan sudah berjalan dengan cukup baik atau tidak. Prosedur dalam hal ini berkaitan dengan sistem informasi akuntansi, sistem informasi manajemen, hingga prosedur administrasi. 

Wujud pertanggungjawaban dalam dimensi ini selain menciptakan pelayanan publik yang cepat, responsif, dan murah, juga mengacu pada pengawasan dan pemeriksaan pertanggungjawaban agar tidak ada bentuk kolusi, korupsi, maupun nepotisme. 

3. Akuntabilitas Program 

Pertanggungjawaban dalam dimensi ini mengarah pada pertimbangan tujuan yang telah ditetapkan dapat tercapai atau tidak dengan program yang diberlakukan saat ini. Selain itu, penentuan alternatif program lain dapat memberikan hasil yang maksimal dengan biaya seminimal mungkin atau tidak. 

4. Akuntabilitas Kebijakan 

Dalam hal ini, wujud pertanggungjawaban yang dilakukan didasarkan pada kebijakan yang diputuskan oleh organisasi/badan usaha untuk masyarakat luas. 

Sepenting Apakah Menjadi Seorang Akuntabel? 

Akuntabel dan akuntabilitas memiliki konsep yang berbeda dalam pelaksanaannya. Hal ini mengacu pada perbedaan pengertian yang dimiliki keduanya. Seperti yang telah dibahas sebelumnya, akuntabilitas memiliki pengertian sebagai pertanggungjawaban atau keadaan yang memerlukan tanggung jawab. Sedangkan, akuntabel mengacu pada pengertian dapat dipertanggungjawabkan. 

Akuntabel juga dapat dimaknai sebagai kemampuan untuk mempertanggungjawabkan atau pihak yang dapat bertanggung jawab. Berdasarkan hal ini, sikap akuntabel perlu dimiliki oleh seseorang. Mengapa demikian? 

Dalam melaksanakan sebuah pekerjaan, tentu seseorang perlu dapat diandalkan dalam pekerjaan yang telah diberikan padanya, sehingga akan dianggap mampu mengemban tanggung jawab untuk menghasilkan hasil yang memuaskan. 

Seseorang yang memiliki akuntabel dianggap mampu untuk mempertanggungjawabkan setiap hal yang dilakukannya pada pekerjaan, seperti ide, pemikiran, tindakan, perkataan, dan emosi di tempatnya bekerja. Oleh karena itu, menjadi akuntabel memerlukan pengendalian diri, sikap transparansi, dan keikhlasan dalam pelaksanaannya. 

Berdasarkan paparan tersebut maka jelas seseorang perlu memiliki sikap akuntabel, baik dalam pekerjaan maupun menjalani hidup. 

Itulah paparan mengenai akuntabilitas yang biasanya terdapat dalam dunia manajemen. Meskipun demikian, setiap disiplin ilmu dan pekerjaan lain memerlukan akuntabilitas dalam pelaksanaannya agar tujuan yang telah ditetapkan dapat tercapai dengan baik. 

banner Kursus Online Bisnis Growth Hacking di Vocasia
jadwal kerja terstruktur

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *