Site icon Vocasia

Apa itu Margin Call? Penyebab dan Cara Mengatasinya!

Hand holding a smartphone with the message margin call. Trading loss stock exchange. Brokerage account

Kalian tahu istilah margin call? Margin call adalah suatu peringatan dari sekuritas kepada investor ketika nilai ekuitas yang dimilikinya hampir habis karena mengalami kerugian. Untuk itu, pihak investor wajib menambahkan modalnya ke rekening investasi.

Hal yang memicu terjadinya margin call adalah munculnya permintaan terhadap pinjaman dana yang diajukan kepada perusahaan sekuritas. Biasanya sering terjadi pada dunia trading forex dan saham. Kalian harus waspada jika hal ini terjadi. Sebab, ke depannya akan mengakibatkan penanam modal (investor) merugi dalam waktu sekejap.

Baca Juga | 10 Daftar Sekuritas Terbaik Di Indonesia

Margin call ditandai dengan nilai presentase tetap yang telah ditentukan oleh pihak sekuritas pada akun rekening kalian. Saat pasar bergerak ke arah yang tidak menguntungkan bagi posisi kalian, level margin pun akan menurun. Begitu margin turun hingga menyentuh presentase margin call, kalian akan mendapatkan peringatan bahwa tidak bisa untuk melanjutkannya lagi.

Secara umum, margin yang dimaksud merupakan selisih antara harga jual produk ataupun jasa pada rasio profit. Selain itu, ia juga merujuk pada bagian dari tingkat suku bunga yang dapat berubah mengikuti pasar. Jika kalian ingin terjun ke dalam dunia trading, perlu adanya bekal pengetahuan serta pengalaman.

Ingin tahu lebih lanjut seputar margin call? Yuk, simak penjelasannya dari Vocasia berikut ini supaya kalian bisa mengatur strategi dan meminimalisir segala risikonya.

Baca Juga | Kenali Window Dressing Dalam Investasi Saham!

Apa itu Margin Call?

Ilustrasi Trader Saham (Pexels)

Margin merupakan istilah yang sering digunakan dalam sektor keuangan dan bisnis. Margin adalah tingkat selisih antara biaya produksi dan harga jual di pasar. Jika dalam dunia investasi, margin diartikan juga sebagai deposit oleh investor untuk pembayaran harga beli saham ataupun komoditas.

Baca Juga | Mengenal Fenomena Teknologi Blockchain

• Margin dalam Dunia Investasi

Dalam segala elemen investasi, margin sering dikenal dengan istilah margin trading. Margin trading merupakan suatu fasilitas pinjaman yang diberikan oleh pihak broker kepada perusahaan sekuritas dan diberikan ke investor pemilik rekening. Sehingga, investor mendapatkan kesempatan untuk bertransaksi saham melebihi dari modal yang dimilikinya. Dunia investasi dibagi menjadi dua jenis margin, yaitu margin call dan margin account.

Margin call adalah suatu pemberitahuan dari broker investasi kepada investor untuk menambahkan modalnya ke rekening tersebut. Pada umumnya, notifikasi diberikan bila terdapat pergerakan harga yang berpotensi merugikan atau floating loss kepada pihak investor.

Sementara itu, arti dari margin account merupakan akun dari pihak broker investasi yang dapat meminjamkan uang kepada investor. Hal itu berguna untuk membeli saham, obligasi, ataupun instrumen investasi lain supaya kedua belah pihak mendapatkan profit.

Baca Juga | Cara Trading Saham Bagi Pemula

Penyebab Terjadinya Margin Call

Ilustrasi Penyebab Margin Call (Pexels)

Saat melakukan trading, kalian harus bisa mempersiapkan segala risikonya. Ada beberapa penyebab seorang trader mengalami margin call, di antaranya:

1. Kurangnya Pengetahuan

Seorang pemula sangat minim pengetahuannya seputar trading. Akan tetapi, bisa menjadi masalah besar bila trader pemula nekat trading dengan penuh risiko yang akhirnya hanya akan menghabiskan uang saja. Hal tersebut terjadi akibat tidak mempersiapkan diri dengan baik.

Di zaman yang serba canggih seperti sekarang, kalian dapat mencari ilmu dengan akses yang sangat mudah. Kalian bisa mempelajarinya melalui platform mana saja. Selain itu, banyak buku tentang trading di toko dan juga media digital (e-book). Banyak kursus, seminar, gathering, dan lainnya yang juga bisa kamu manfaatkan untuk belajar trading.

Baca Juga | Yuk Mengenal Waran Dalam Investasi! Ini Keuntungan Dan Risikonya

2. Terlalu Percaya Diri (Over Self-Confidence)

Mempunyai kepercayaan diri dengan takaran yang sesuai memang mutlak diperlukan bagi seorang trader. Jika seorang trader tidak punya rasa kepercayaan diri yang kuat, tentu akan sulit meraih profit. Jangankan meraih profit, untuk membuka atau menutup posisi saja tidak memiliki kepercayaan diri, tentu trader tersebut tidak akan melakukan action. Akan tetapi, perasaan percaya diri yang berlebihan juga akan berbahaya.

Jika kalian baru saja mendapatkan profit besar, jangan lupa untuk tetap menyisihkan uang yang dimiliki untuk tabungan. Kecenderungan untuk kembali membuka posisi setelah mendapatkan profit merupakan aksi berisiko yang tanpa disadari yang dapat menjadi penyebab margin call.

Baca Juga | Waspadai Investasi Bodong! Cari Tahu Ciri-Cirinya

3. Menjadikan Trading sebagai Profesi utama

Sebagian trader di luar sana banyak yang hanya menjadikan trading saham sebagai pendapatan dan profesi utama. Sehingga, sering kali membuat sejumlah target penghasilan di luar kemampuannya. Dengan kata lain, trader tersebut malah memasukkan dana di luar batas yang ia miliki. Padahal, kondisi pasar trading tidak selamanya sesuai prediksi dan terkadang sering meleset.

Baca Juga | Trading Atau Investasi, Mana Yang Lebih Menguntungkan?

4. Ekspektasi Berlebihan

Banyak sekali trader pemula yang beranggapan bahwa trading bisa menghasilkan uang dengan cepat. Dengan modal yang relatif kecil, para trader berharap dapat melipatgandakan uangnya melalui trading. Ekspektasi yang terlalu berlebihan ini menjadikan para trader tidak bisa menerima realita kehidupan yang nyata. Terlebih ketika kalian mengalami kerugian dalam trading.

Baca Juga | Cara Membuat Pitch Deck Untuk Menarik Investor

5. Tidak Memasang Money Management

Pernah mendengar istilah money management? Money management merupakan cara untuk mengelola uang yang kita miliki. Pengelolaan uang adalah pelajaran dasar untuk seorang trader. Mengapa demikian? Kalian perlu mengatur dana margin agar trading sesuai dengan kemampuan. Ibaratnya kalian mempunyai modal Rp. 10.000.000,-. Apakah mungkin kalian menghabiskan semuanya dalam waktu satu kali trading?

Baca juga | 6 Jenis Investasi Jangka Panjang

Cara Mengatasi Margin Call

Ilustrasi Pergerakan Saham (Freepik)

Sebenarnya ada tips mudah untuk bisa menghindari margin call. Kalian bisa mengikuti cara berikut ini:

1. Pilih Broker yang Tepat

Pemilihan broker dapat membantu kalian dalam mencegah margin call. Kini beberapa broker bisa mengatur manajemen risiko akun dan mengatur pembatasan keuangan sekaligus. Dengan memilih berbagai broker yang tepat, kalian akan lebih mudah melakukan manajemen risiko agar terhindar dari margin call.

Baca Juga | Cara Mengetahui Siapa Yang Memiliki Nama Domain

2. Mengatur Emosional

Emosi sangat berpengaruh ketika kalian sedang melakukan trading. Emosi yang sangat tinggi bisa membuat trading yang kalian lakukan menjadi kacau. Sebenarnya, kerugian adalah hal yang wajar dalam trading. Namun, respon emosi lah yang akan menentukan hasilnya. Jika emosi pada diri itu negatif, hasil trading juga akan buruk. Sebaliknya, jika melakukan trading tanpa emosi, hasilnya pasti akan baik. Bahkan, ketika mengalami kerugian pun, kalian tidak akan mudah panik dan terjebak dalam overthinking.

Baca Juga | Mengenal Pola Pikir Out Of The Box Dan Cara Mengasahnya

3. Memperhatikan Ekuitas dan Margin

Ekuitas merupakan total dari modal yang dimiliki dan akan dikurangi posisi rugi atau ditambah dengan profit. Ketika ekuitas menipis, kalian bisa membatasi posisi untuk melakukan cut loss. Sebab, ketika ekuitas menipis kalian bisa mengalami margin call. Selain itu, pastikan margin bebas tidak berada di posisi negatif.

Baca Juga | Tips Capai Financial Freedom Di Usia Muda

4. Menerapkan Manajemen Risiko

Semakin besar keuntungan yang kita dapat, semakin besar pula risiko yang akan kita dapatkan. Oleh karena itu, kalian perlu melakukan manajemen risiko yang baik. Kalian bisa membatasi seberapa besar risiko yang akan ditanggung. Jadi, kalian tetap berada di jalur yang benar saat melakukan trading.

Baca Juga | Mengenal Procurement Dalam Dunia Bisnis

5. Menarik Investasi yang Lain

Cara terakhir untuk mencegah margin call adalah segera menyetor dana tambahan sebelum rasio jaminan mencapai batas pengenaan margin call. Ini juga dilakukan demi meningkatkan level margin. Jika belum mempunyai dana darurat, kalian bisa menarik atau mencairkan dana dari portofolio investasi lain, seperti properti, reksadana, emas, dan lainnya.

Baca Juga | Rekomendasi Robot Trading Terbaik Auto Cuan

Contoh dari Margin Call

Contoh Trading (Freepik)

Studi kasus mengenai margin call sebagai berikut:

Kalian membeli saham dengan harga $3000, tetapi hanya memasang $1.500. Pembelian tersebut dibayarkan secara tunai ditambah dengan pinjaman sebesar $1.500 dari broker demi keamanan saham. Sayangnya, saham tersebut kini akan turun menjadi $2.800. Berarti kalian mengalami kekurangan dana sebesar $200.

Nah, pada posisi inilah broker akan memberikan pemberitahuan atau margin call untuk menempatkan poin yang tepat. Dalam menempatkan level margin call, broker investasi memiliki cara membaca yang berbeda.

Baca Juga | Apa Itu Money Game? Jangan Sampai Terjebak! Berikut Ciri Dan Cara Mewaspadainya

• Pertama

Si broker bisa menggunakan cara membaca level 100%. Dengan maksud, kalian akan mendapatkan notifikasi atau warning ketika nilai ekuitas sama dengan 100% margin requirement.

Baca Juga | Apa Itu Scam Dan Bagaimana Cara Menghindarinya?

• Kedua

Broker menggunakan strategi membaca margin call level 40%. Berarti si broker akan memberikan pemberitahuan kepada kalian saat nilai ekuitas sama dengan 40% margin requirement.

Nah, itulah informasi seputar margin call. Bila kalian belum siap dengan segala risiko dari margin call, lebih baik bertransaksi dengan aman saja. Ketika membeli saham, pastikan sesuaikan dengan kondisi keuangan kalian. Tak perlu memaksakan diri untuk beli saham dengan modal besar jika kalian tidak sanggup akan risiko kehilangan.

Semoga informasi di atas dapat membantu dan bermanfaat. Ikuti terus media sosial kami agar tidak ketinggalan informasi lainnya, ya!

Baca Juga | Divestasi: Pengertian, Tujuan, Metode, Dampak Dan Contohnya

Exit mobile version