Tanggal:14 June 2024

Bahaya Insomnia

Insomnia adalah kondisi tidur yang sering dialami oleh banyak orang di seluruh dunia. Kondisi ini bisa mempengaruhi kualitas hidup dan kesehatan seseorang jika dibiarkan tanpa pengobatan yang tepat. Dalam artikel ini, kita akan membahas beberapa bahaya insomnia bagi kesehatan dan kualitas hidup seseorang.

1) Gangguan Kesehatan Mental

Insomnia bisa menjadi gejala dari gangguan kesehatan mental seperti depresi, kecemasan, dan stres. Jika dibiarkan terus menerus, insomnia dapat memperburuk kondisi mental seseorang dan memicu kondisi lain seperti gangguan bipolar dan skizofrenia. Kondisi mental yang tidak terobati dapat memengaruhi kualitas hidup seseorang dan berdampak pada hubungan sosial dan pekerjaan.

2) Risiko Kecelakaan

Orang yang mengalami insomnia seringkali merasa lelah dan kurang konsentrasi selama aktivitas sehari-hari. Ini dapat meningkatkan risiko kecelakaan di tempat kerja, dalam berkendara, dan aktivitas lain yang memerlukan konsentrasi tinggi dan respon cepat. Bahkan, insomnia bisa mempengaruhi kinerja seseorang di tempat kerja dan memicu terjadinya kesalahan fatal.

3) Penurunan Daya Tahan Tubuh

Ketika seseorang tidak cukup tidur, sistem kekebalan tubuhnya bisa terpengaruh. Kondisi ini meningkatkan risiko terkena penyakit dan infeksi. Tidur adalah waktu ketika tubuh memperbaiki dirinya sendiri dan membantu mengembalikan energi yang hilang. Kekurangan tidur dapat memperburuk masalah kesehatan dan memperlambat proses pemulihan dari sakit.

4) Risiko Penyakit Kardiovaskular

Insomnia dapat mempengaruhi kesehatan jantung dan meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular. Orang yang mengalami insomnia lebih rentan terhadap tekanan darah tinggi, gangguan irama jantung, dan penyakit arteri koroner. Kurang tidur juga bisa meningkatkan kadar kolesterol jahat dan menurunkan kadar kolesterol baik.

5) Masalah Berat Badan

Insomnia dapat mempengaruhi berat badan seseorang dan meningkatkan risiko obesitas. Kurang tidur mempengaruhi hormon yang mengatur nafsu makan dan metabolisme. Orang yang mengalami insomnia lebih rentan terhadap makan berlebihan dan konsumsi makanan tinggi kalori. Kondisi ini dapat menyebabkan peningkatan berat badan dan berisiko obesitas.

6) Gangguan Hormon

Insomnia juga mempengaruhi produksi hormon dalam tubuh, seperti hormon stres kortisol dan hormon pertumbuhan. Kekurangan tidur dapat menyebabkan produksi hormon kortisol yang berlebihan, yang meningkatkan risiko masalah kesehatan seperti diabetes dan hipertensi. Kurang tidur juga dapat mengganggu produksi hormon pertumbuhan, yang penting untuk memperbaiki jaringan dan sel dalam tubuh.

 

Penulis Asli: Rita Awaliyah – [Kelompok D – Studi Independen Vocasia]

Ini Adalah Akun Publikasi Artikel Buatan Mahasiswa & Mahasiswi Studi Independen di Vocasia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *