Tanggal:21 July 2024

Baseline: Pengertian, Fungsi, Jenis dan Cara Membuatnya

Halo sobat Vocasia, gimana nih kabarnya? Semoga sehat selalu dan bersemangat untuk terus menambah ilmu ya sobat.

Kali ini minvo mau berbagi ilmu seputar Baseline nih. Sudah pada penasaran kan, yuk simak artikel berikut ini! Artikel ini dibuat supaya sobat mengerti apa itu Baseline, fungsi, jenis, dan cara membuatnya.

1. Apa itu Baseline?

Baseline adalah titik pijakan sebagai tumpuan dalam proses menganalisis.

Definisi baseline dapat berbeda-beda tergantung cara melihatnya pada ruang lingkup tertentu. Di ruang lingkup usaha, baseline merupakan dasar atau fondasi pembangunan sebuah usaha. Baseline pada ruang lingkup teknologi informasi dan komunikasi memiliki definisi yang berbeda, yakni informasi dasar yang dikumpulkan sebelum dimulainya suatu program.

2. Fungsi Baseline

Sebuah baseline memungkinkan Anda untuk memantau dan menilai kinerja proyek Anda dari waktu ke waktu; menentukan apakah Anda berada di jalur dan sesuai anggaran; mendapatkan gambaran umum dari seluruh proyek Anda; dan mengidentifikasi area mana yang perlu ditingkatkan. Tanpa ada baseline proyek, proyek Anda dapat mengalami pembengkakan biaya, scope creep, dan bahkan kegagalan proyek.

Faktanya, di antara perusahaan dengan kematangan manajemen proyek yang rendah, lebih dari setengah proyek melebihi anggaran dan melewati tenggat waktu. Sebuah studi di tahun 2020 oleh Project Management Institute menunjukkan bahwa perusahaan-perusahaan hanya menyelesaikan 46% proyek sesuai anggaran dan 39% proyek tepat waktu.

Di sisi lain, perusahaan yang lebih matang berhasil menyelesaikan 67% proyek sesuai anggaran dan 63% mampu mengerjakan proyek secara tepat waktu.

3. Jenis Baseline

Baseline dapat digunakan di berbagai bidang. Di bawah ini jenis-jenis baseline berdasarkan fungsi dan ruang lingkupnya.

1) Baseline Data

Baseline data adalah indikator yang digunakan untuk melihat kinerja suatu organisasi di masa sekarang dan untuk kebutuhan melaksanakan evaluasi kinerja di masa yang akan datang. Dasar data meliputi informasi mengenai variabel-variabel yang berkaitan dengan lingkungan organisasi; membantu organisasi untuk melakukan pemantauan dan pengevaluasian kinerjanya.

2) Baseline di Konteks Usaha

Penting sekali dalam memiliki pemahaman yang baik terkait baseline ketika terjun ke dunia usaha karena metode baseline banyak dipakai untuk melihat bagaimana sebuah bisnis berjalan. Keberhasilan kegiatan berbisnis kerap diukur berdasarkan baseline, misalnya menggunakan total unit yang terjual di tahun pertama sebagai baseline untuk mengevaluasi keberhasilan penjualan suatu produk.

3) Baseline di Analisis Laporan Keuangan

Analisis laporan keuangan atau dikenal juga dengan sebutan analisis horizontal, yakni membandingkan data-data keuangan pada rentang waktu tertentu. Periode baseline merupakan penandaan untuk periode pertama pelaporan dan persentase baseline untuk periode-periode pelaporan selanjutnya. Jadi, jika suatu periode mempunyai pendapatan sama besar dengan baseline persentase, maka pendapatannya akan 100%.

4) Baseline untuk Ruang Lingkup Anggaran

Pada saat waktu penganggaran, hal yang menjadi baseline adalah anggaran biaya yang mendapat persetujuan. Umumnya dirinci berdasarkan periode biaya dan klasifikasi biaya.

5) Baseline pada pengelolaan teknologi

Fungsi baseline pada pengelolaan teknologi agak berbeda dari yang lain. Jadwal, biaya, dan ruang lingkup merupakan tiga variabel yang dipakai sebagai baseline pada pengelolaan teknologi. Ahli manajemen proyek umumnya menggunakan software untuk kebutuhan pemeliharaan dan pelacakan ketiga variabel tersebut. Adanya Baseline melambangkan performa optimal yang bisa dilakukan atau tingkat performa yang diantisipasi.

4. Cara Membuat Baseline

Untuk membuat Baseline, sobat dapat mengikuti langkah-langkah dibawah ini

1) Identifikasi Indikator Kinerja Utama

Sebelum menetapkan baseline, sobat dapat mengidentifikasi terlebih dahulu apa metrik kinerja utama. Metrik spesifik yang mungkin cocok untuk digunakan sebagai baseline berbeda tidak hanya dari industri ke industri, tetapi juga dari perusahaan ke perusahaan.

2) Mengumpulkan Data yang Diperlukan

Karena baseline sangat bergantung pada kinerja historis perusahaan, penting untuk mengumpulkan data yang cukup tentang tingkat kinerja yang ada untuk menetapkan garis dasar yang akurat.

Semakin banyak data yang sobat miliki untuk suatu metrik, semakin akuratlah untuk dapat menemukan tingkat kinerja rata-rata untuk menghasilkan baseline. Dapatkan data yang diukur selama periode waktu yang sama seperti yang ingin sobat nilai.

3) Tentukan Sampel yang Dibutuhkan

Saat membuat metrik dasar, penting untuk mempertimbangkan jumlah sampel data yang ingin sobat gunakan. Memilih terlalu banyak dapat menyebabkan baseline yang luas, yang tidak secara akurat mencerminkan kinerja pada saat sobat menetapkan sebagai baseline.

Namun terlalu sedikit sampel yang diperoleh dapat menyebabkan penghitungan yang tidak akurat dan tidak mewakili tingkat kinerja yang sebenarnya.

4) Kumpulkan Data Tambahan pada Baseline Baru

Saat mengembangkan baseline pada metrik yang belum pernah Anda ukur sebelumnya, sobat mungkin perlu menginvestasikan waktu untuk mengumpulkan informasi baru terlebih dahulu.

5) Temukan Nilai Rata-Rata Kinerja

Setelah sobat mengumpulkan informasi yang cukup untuk memenuhi jumlah target sampel, sobat bisa menghitung baseline. Tambahkan nilai masing-masing sampel bersama-sama, lalu bagi dengan jumlah total sampel.

6) Pertimbangkan Poin Penyesuaian Tambahan

Meskipun hal yang umum untuk menghitung kinerja perusahaan sobat pada tahap inisiasi perusahaan atau proyek, sobat juga dapat mengambil manfaat dari mencatat poin dasar tambahan melalui proyek.

7) Tetapkan dan Lacak Tujuan Relatif

Keberadaan Baseline memang penting, tetapi itu hanya awal dari keberhasilan pelacakan metrik utama. Dengan menggunakan baseline, sobat dapat membuat sasaran perusahaan untuk metrik yang mewakili kinerja target. Saat menetapkan tujuan jangka panjang, hal ini akan bermanfaat untuk membuat tonggak jangka pendek di sepanjang jalan.

Dari penjelasan minvo di atas, kita bisa menyimpulkan bahwa baseline digunakan untuk mengukur keberhasilan kinerja dan digunakan untuk berbagai sektor seperti keuangan, anggaran, penjualan, dan sebagainya.

Dengan memiliki baseline, maka sobat akan lebih mudah untuk menilai bagaimana kinerja bisnis sobat loh.

Nah buat sobat nih yang ingin memulai karir menjadi pengusaha, bisa nih join Kursus Kiat Menjadi Pengusaha Sukses. Dengan mentor handal, yaitu Bapak Farid Subkhan, selaku CEO Citiasia Inc.

Klik tombol join kursus di bawah ini untuk mendaftarkan diri sobat sekarang juga. Minvo tunggu ya sobat!

banner Kursus Online Bisnis Growth Hacking di Vocasia
kiat menjadi pengusaha

Hallo! Perkenalkan, saya Yanuario Bagas Prayoga atau biasa dipanggil Kakanda Zyan. Saya adalah mahasiswa aktif Fakultas Teknologi Informasi, Program Studi Sistem Informasi di Universitas Teknologi Digital Indonesia (d.h STMIK Akakom Yogyakarta).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *