Tanggal:25 April 2024

Eksportir: Jenis, Syarat, Skill, Gaji dan Tipsnya

Dalam dunia perdagangan Internasional, ada peran yang sangat penting yang dimainkan oleh para eksportir. Eksportir adalah individu atau perusahaan yang terlibat dalam mengirim barang dari satu negara ke negara lain. Dalam blog ini, minvo akan menjelaskan lebih dalam tentang apa sebenarnya eksportir, jenis-jenis eksportir, syarat untuk menjadi eksportir, serta keterampilan untuk menjadi eksportir.

Apa Itu Eksportir

Ekportir adalah individu, perusahaa, atau entitas yang menjual barang atau jasa ke negara lain. Menurut Gerlach, eksportir adalah seseorang atau perusahaan yang terlibat dalam pengiriman barang ke luar negeri. Eksportir bertanggung tanggung jawab untuk mengirimkan produk-produk tersebut ke pasar internasional, dan mereka sangat berperan penting dalam perdagangan internasional.

Baca Juga: 13 Cara Impor Barang Dari Luar Negeri, Pahami Juga Syaratnya!

Jenis-Jenis Eksportir

Eksportir di bagi menjadi dua, yaitu eksportir produsen dan eksportir non produsen.

  • Eksportir Produsen: eksportir produsen adalah eksportir yang menjual barang hasil produksi sendiri ke negara lain.
  • Eksportir Non-produsen: eksportir non produsen adalah eksportir yang tujuannya bukan menjual barang, tetapi fokus mencari buyer untuk produsen. Dalam hal ini eksportir non produsen bertindak sebagai agen pemasaran.Syarat Menjadi Eksportir

Syarat Menjadi Eksportir Produsen

Ada beberapa persyaratan jika kamu ingin menjadi eksportir produsen, yaitu:

  1. Mengisi dan mengumpulkan formulir yang sudah disediakan oleh instansi terkait
  2. Mempunyai izin usaha industri yang sah
  3. Mempunyai Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP)
  4. Membuat dan menyerahkan laporan realisasi ekspor secara berkala kepada Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) atau instansi yang ditunjuk dan disahkan bank devisa.

Syarat Menjadi Eksportir Non-Produsen

  1. Mengisi dan mengumpulkan formulir yang sudah disediakan oleh instansi terkait
  2. Mempunyai Izin Usaha Perdagangan
  3. Mempunyai NPWP
  4. Membuat dan menyerahkan laporan realisasi ekspor secara berkala pada Disperindag atau instansi maupun pejabat lain yang ditunjuk dan disahkan Bank Devisa berikut lampiran beberapa dokumen lain yang diminta

Baca Juga: 7 Cara Mendapatkan Pasar Luar Negeri

Skill (kaitkan di Vocasia menyediakan kursus keahliannya)

Menjadi seorang Eksportir memerlukan sejumlah keterampilan khusus yang dapat membantu Kamu berhasil beroperasi di pasar global. Untuk itu, berikut adalah beberapa skill yang perlu Kamu kembangkan:

1. Kemampuan Komunikasi Internasional

Seorang Eksportir harus bisa menguasai bahasa internasional. Jika kamu ingin menjadi Eksportir, kamu harus menguasai bahasa internasional, karena dengan Kamu menguasai bahasa internasiona akan lebih mudah dalam berkomunikasi dengan pelanggan dan mitra bisnis.

2. Pengetahuan Tentang Pasar Global

Keberhasilan karier Kamu sebagai seorang Eksportir sangat bergantung pada pemahaman Kamu terhadap pasar global. Ini mencakup pemahaman tentang tren pasar global dan kebijakan perdagangan internasional.

3. Keterampilan Negosiasi

Negosiasi adalah bagian tak terpisahkan dari kegiatan ekspor. Seorang Eksportir perlu memiliki keterampilan negosiasi yang baik untuk mencapai kesepakatan yang saling menguntungkan dengan mitra bisnisUntuk mencapai kesepakatan yang menguntungkan dengan mitra bisnisnya.

Jika kamu bingung dimana kamu bisa mempelajari skill yang dibutuhkan menjadi seorang Eksportir, jangan khawatir kamu bisa join kursus di Vocasia.

Gaji

Gaji seorang eksportir sangatlah bervariasi, ada beberapa faktor yang mempengaruhi besaran gaji, seperti pengalaman kerja. Semakin lama kamu bekerja sebagai Eksportir, semakin besar pengalaman yang Kamu miliki, inilah yang mencerminkan gaji kamu sebagai seorang Eksportir.

Peluang bisnis

Setelah memahami konsep ekspor dan peran eksportir, mari kita telusuri peluang bisnis yang terbuka, terutama bagi generasi muda. Meskipun seringkali dianggap sebagai dunia yang lebih cocok untuk mereka yang sudah berpengalaman, menjadi eksportir ternyata juga menjadi pilihan menarik bagi para pemuda. Terlepas dari tantangan ekonomi akibat pandemi, Indonesia berhasil mencatat peningkatan ekspor sebesar 41,88 persen pada tahun 2021 dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Tidak hanya itu, kemajuan teknologi digital, seperti media sosial dan platform e-commerce, memberikan peluang baru untuk meraih kesuksesan dalam bisnis ekspor. Inovasi-inovasi ini secara efektif meruntuhkan batasan waktu dan ruang dalam melakukan transaksi bisnis. Proses menjual produk ke luar negeri menjadi lebih mudah dan cepat/

Contoh kesuksesan ekspor dari generasi muda Indonesia juga semakin banyak. Sebagai contoh, Monomolly, bisnis fokus fashion perempuan yang didirikan oleh Monica Amadea. Monomolly, yang mulai berjualan pada tahun 2017 melalui platform e-commerce, berhasil memperoleh ratusan hingga ribuan pesanan setiap harinya. Produk-produk Monomolly telah sukses diekspor ke Malaysia, Singapura, dan Thailand.

Kevasco, bisnis yang berfokus pada produk fashion pria yang didirikan oleh Kevin Naftali, juga mengalami pertumbuhan yang signifikan. Dengan memanfaatkan e-commerce sebagai salah satu saluran penjualan, Kevasco berhasil meningkatkan omzetnya hingga dua kali lipat. Kevasco juga berhasil mengekspor produknya ke Singapura dan Thailand, dan saat ini, 20-25 persen dari total omzet penjualan Kevasco berasal dari kegiatan ekspor.

Inilah bukti bahwa generasi muda memiliki potensi besar dalam meraih kesuksesan sebagai eksportir, terutama dengan memanfaatkan kemajuan teknologi dan kreativitas dalam berbisnis.

Tips Menjadi Seorang Eksportir

1. Pelajari Pasar dan Tren

Sebelum memulai bisnis ekspor, penting untuk memahami pasar dan tren global. Lakukan riset tentang kebutuhan dan keinginan pelanggan di berbagai negara untuk memastikan bahwa produk Kamu memiliki daya tarik di pasar internasional.

2. Gunakan Teknologi Digital

Manfaatkan kecanggihan teknologi digital, seperti platform e-commerce dan media sosial. Ini membuka pintu lebih luas untuk memasarkan produk kamu secara global dengan lebih efektif dan efisien.

3. Kualitas Produk yang Unggul

Pastikan produk Kamu memiliki standar kualitas yang tinggi. Kualitas yang baik tidak hanya membangun kepercayaan pelanggan tetapi juga membantu produk Anda bersaing di pasar internasional.

4. Pahami Regulasi dan Perijinan

Kenali regulasi dan perijinan yang berlaku dalam bisnis ekspor. Memahami aturan ini dapat mencegah masalah hukum dan memastikan kelancaran proses ekspor Kamu.

5. Jalin Kemitraan yang Baik

Bangun hubungan yang solid dengan pemasok, mitra bisnis, dan lembaga keuangan. Kemitraan yang baik dapat memberikan dukungan yang krusial dalam perjalanan bisnis ekspor Kamu.

6. Join Kursus Vocasia

Pertimbangkan untuk mengikuti kursus Vocasia, karena kamu akan mempelajari hal-hal yang berkaitan dengan ekspor seperti keterampilan negosiasi, keterampilan bahasa asing, dan lain sebagainya.

7. Pantau Kinerja dan Evaluasi Strategi

Pantau kinerja ekspor kamu secara rutin. evaluasi strategi dan bersiap untuk menyesuaikan diri dengan perubahan pasar dan kebutuhan pelanggan agar bisnis tetap kompetitif.

 

banner Kursus Online Bisnis Growth Hacking di Vocasia
kiat menjadi pengusaha

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *