Tanggal:20 June 2024
Entry Level

Entry Level: Pengertian, Jenis, Contoh dan Tipsnya

Apa itu Entry level?

Apa itu Entry level? Entry level adalah langkah pertama dalam karir profesional di berbagai bidang industri. Pekerjaan entry level adalah tingkat pekerjaan yang membutuhkan sedikit pengalaman, pelatihan, atau pendidikan sebagai kualifikasinya. Pekerjaan tingkat pemula atau entry level adalah posisi tingkat rendah yang biasanya membutuhkan lebih sedikit pengalaman dan tanggung jawab. Associate adalah jabatan yang termasuk dalam kategori entry level. Dalam model karir linier, seseorang dapat memulai dari posisi pemula, seperti sekertaris atau karyawan, dan kemudian naik ke level manajerial seperti supervisor atau manajer.

Baca Juga : Tenaga Kerja Terlatih

Kelebihan

Kelebihan pekerjaan entry level antara lain:

  1. Pelatihan: Pekerjaan entry level memberikan kesempatan untuk mendapatkan pelatihan tambahan di tempat kerja. Ini membantu karyawan memperluas pengetahuan dan keterampilan mereka sehingga dapat meningkatkan kinerja mereka di masa depan.
  2. Pengembangan profesional: Di posisi entry level, karyawan memiliki kesempatan untuk mengembangkan berbagai keterampilan profesional. Mereka dapat belajar dari pengalaman kerja sehari-hari dan mendapatkan pemahaman yang lebih baik tentang industri tempat mereka bekerja.
  3. Titik belajar: Pekerjaan entry level adalah cara yang bagus bagi lulusan baru untuk mendapatkan pengalaman di bidang baru. Ini adalah awal belajar yang baik dan memungkinkan karyawan untuk mengembangkan potensi mereka lebih luas lagi.
  4. Jenjang karir terbuka : Jika karyawan belajar dengan giat untuk menemukan bakat mereka, kemungkinan sukses di jalur karir juga lebih besar. Karyawan bisa berkembang sendiri, mencari mentor di kantor, atau mengikuti kursus tambahan untuk memperdalam suatu bidang.
  5. Kesempatan untuk switch career: Pekerjaan entry level juga menarik bagi mereka yang sedang menjalani switch career atau ingin mengembangkan kemampuan di bidang yang berbeda. Ini memberi mereka kesempatan untuk memulai karir baru dan memperoleh pengalaman yang relevan di bidang yang mereka minati.

Dengan demikian, pekerjaan entry level memiliki kelebihan dalam hal pelatihan, pengembangan profesional, kesempatan untuk belajar, jenjang karir yang terbuka lebar, dan kesempatan untuk switch career.

Jenis

Berikut adalah beberapa jenis pekerjaan entry level yang dapat ditemukan:

  1. Recruiter Intern
  2. HR Assistant
  3. Social Media Officer
  4. Accounting Reporting Staff
  5. Customer Service
  6. Public Relation
  7. Sales Account Representative
  8. Personal Assistant
  9. Staff Administrasi
  10. Management Trainee
  11. Copywriter
  12. Desainer Grafis
  13. Social Media Specialist

Pekerjaan entry level dapat bervariasi tergantung pada industri dan perusahaan tertentu. Namun, contoh-contoh di atas mencakup beberapa jenis pekerjaan entry level yang umum ditemukan.

Baca Juga: Apa Itu Jenjang Karir? Contoh, Tips dan Pentingnya

Contoh

Berikut adalah beberapa contoh pekerjaan entry level:

  1. Customer service: Contoh pekerjaan entry level di bidang customer service antara lain sales account representative atau call center agent.
  2. Administrasi: Contoh pekerjaan entry level di bidang administrasi antara lain staff administrasi atau administrative assistant.
  3. Human resources: Contoh pekerjaan entry level di bidang sumber daya manusia antara lain human resources trainee atau HR assistant.
  4. Pemasaran: Contoh pekerjaan entry level di bidang pemasaran antara lain social media officer atau sales account representative.
  5. Keuangan dan akuntansi: Contoh pekerjaan entry level di bidang keuangan dan akuntansi antara lain accounting reporting staff atau finance and accounting associate.

Dalam keseluruhan, ada banyak contoh pekerjaan entry level yang tersedia di berbagai bidang industri, termasuk customer service, administrasi, sumber daya manusia, pemasaran, dan keuangan dan akuntansi.

Tips

Berikut adalah beberapa tips untuk mencari pekerjaan entry level:

  1. Mulailah sekarang: Mulailah mencari pekerjaan entry level sejak dini. Jangan menunggu sampai lulus kuliah atau setelah lulus kuliah untuk mulai mencari pekerjaan.
  2. Fokus pada kekuatan: Fokuslah pada kekuatan dan keterampilan yang dimiliki. Ini akan membantu dalam mencari pekerjaan yang sesuai dengan minat dan kemampuan.
  3. Jaga opsi terbuka: Jangan terlalu membatasi diri pada satu jenis pekerjaan atau satu industri. Cobalah untuk menjaga opsi terbuka dan mencari pekerjaan di berbagai bidang.
  4. Jangan memilih jalan yang mudah: Jangan memilih pekerjaan yang mudah hanya karena itu adalah pekerjaan entry level. Pilihlah pekerjaan yang menantang dan dapat membantu dalam pengembangan karir di masa depan.
  5. Pahami persyaratan pekerjaan: Ketahui persyaratan pekerjaan dan pastikan bahwa kualifikasi yang dimiliki sesuai dengan persyaratan tersebut.
  6. Buat resume yang menarik: Buatlah resume yang menarik dan mencantumkan pengalaman, pendidikan, dan keterampilan yang relevan.
  7. Jalin relasi: Jalinlah relasi dengan orang-orang di industri yang diinginkan. Ini dapat membantu dalam mencari pekerjaan dan memperluas jaringan profesional.
  8. Jaga etika kerja yang baik: Jaga etika kerja yang baik dan berusaha untuk belajar dari senior atau atasan.

Dalam keseluruhan, beberapa tips untuk mencari pekerjaan entry level antara lain mulai mencari sejak dini, fokus pada kekuatan, jaga opsi terbuka, jangan memilih jalan yang mudah, pahami persyaratan pekerjaan, buat resume yang menarik, jalin relasi, dan jaga etika kerja yang baik, dan Vocasia menyediakan berbagai kursus online yang cocok untuk entry level, termasuk kursus Excel, rekrutmen, manajemen, copywriting, desain grafis, media sosial, dan tata bahasa Inggris. Pilihlah kursus yang sesuai dengan minat dan kebutuhan Anda untuk meningkatkan peluang dalam karir entry level.

Penulis : Asep – Vocasia

Sukses Membangun Kesan - Personal Development

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *