Tanggal:22 June 2024

Valuasi: Apa Itu, Faktor, Cara Menghitung dan Contohnya

Dalam dunia bisnis, seorang pengusaha berperan penting bagi suatu perusahaan. Salah satunya adalah mengukur nilai suatu perusahaan yang ingin dicapai. 

Lalu, kita akan membahas lebih lanjutnya mengenai apa itu valuasi, manfaat valuasi, faktor apa saja yang mempengaruhi, cara menghitung, dan contoh dari valuasi itu sendiri. Simak artikel berikut ini!

Pengertian Valuasi

Valuasi adalah suatu prosedur yang bertujuan untuk menilai suatu kekayaan atau aset perusahaan. Valuasi bisa digarap pada berbagai jenis aset, seperti saham, properti, obligasi, dan lainnya.

Tujuan dari valuasi adalah untuk memastikan harga yang sebenarnya dari aset tertentu. Maka dari itu dapat membantu penanam modal atau investor dan pelaku bisnis dalam mengambil keputusan yang tepat.

Manfaat Valuasi

Valuasi mempunyai berbagai manfaat buat para investor dan pelaku bisnis, di antaranya:

1) Menghindari Adanya Kerugian

Melalui valuasi, investor bisa mengetahui nilai-nilai sebenarnya dari aset atau perusahaan yang akan dibeli. Hal ini dapat membantu investor menghindari dalam membeli aset atau perusahaan dengan harga yang terlalu tinggi dan mengalami kerugian di masa yang akan datang. 

2) Menggali Keputusan Investasi yang Lebih Baik

Melalui valuasi kita bisa membantu investor dan pelaku bisnis dalam mengambil ketetapan investasi yang lebih baik, seperti memutuskan dalam membeli atau menjual suatu aset atau perusahaan. 

3) Memperhitungkan Kesanggupan Penghasilan

Valuasi dapat membantu investor dan pelaku bisnis dalam memperkirakan potensi penghasilan yang dapat dihasilkan oleh suatu aset atau perusahaan pada masa depan. 

4) Mengantisipasi Risiko

Antisipasi untuk menghindari risiko dalam melakukan valuasi, investor dan pelaku bisnis bisa mengetahui risiko yang terkait dengan suatu aset atau perusahaan. Hal ini dapat membantu mereka dalam mengambil keputusan yang lebih baik terkait dengan investasi atau bisnis yang akan dijalankan. 

5) Menilai Kapasitas Perusahaan

Menilai batas kemampuan suatu perusahaan yang memiliki valuasi. Valuasi juga dapat digunakan untuk menilai kinerja perusahaan. Dengan mengetahui nilai sebenarnya dari aset atau perusahaan, investor dan pelaku bisnis dapat mengetahui apakah kinerja perusahaan tersebut sudah baik atau masih perlu ditingkatkan. 

Oleh karena itu, valuasi bisa menjadi instrumen yang sangat bermanfaat bagi investor dan pelaku bisnis dalam mengambil keputusan investasi dan bisnis yang lebih baik dan akurat.

Faktor yang Mempengaruhi Valuasi

Adapun faktor yang mempengaruhi suatu nilai pada perusahaan, dan ada beberapa penyebab yang mempengaruhi valuasi, di antaranya:

  1. Performa Keuangan: pada kinerja keuangan yang baik, semacam perkembangan suatu pendapatan dan laba yang tetap bisa menambah valuasi suatu perusahaan.
  2. Perseroan dan Pasar: adapun penyebab terjadinya konflik eksternal seperti persaingan, peraturan, tren pasar, dan efeknya bisa mempengaruhi valuasi perusahaan.
  3. Manajemen dan Kepemimpinan: mengatur manajemen dalam mengendalikan perusahaan dengan baik, menjaga nama baik juga kepercayaan investor, dan membuat keputusan yang sesuai dengan aturan yang bisa meningkatkan valuasi perusahaan.
  4. Kedudukan Makroekonomi: adapun penyebab yang terjadi seperti suku bunga, inflansi, dan kemantapan ekonomi bisa mempengaruhi valuasi perusahaan.
  5. Inovasi dan Teknologi: Inovasi dan penggunaan teknologi baru dapat membawa keuntungan bagi perusahaan dan meningkatkan valuasi mereka.
  6. Persepsi Pasar: Persepsi pasar terhadap perusahaan, merek, atau produk dapat mempengaruhi valuasi mereka.

Cara Menghitung Valuasi

Valuasi perusahaan dapat dihitung dengan menggunakan beberapa metode, di antaranya:

1) Metode Pendapatan (Income Approach) 

Metode pendapatan melihat nilai perusahaan dari potensi penghasilan yang dihasilkan oleh perusahaan di masa depan. Dalam metode ini, investor atau analis keuangan akan melihat pendapatan dan keuntungan yang dihasilkan perusahaan selama beberapa tahun terakhir dan kemudian memproyeksikan potensi pendapatan dan keuntungannya di masa depan. Metode pendapatan biasanya dilakukan dengan menggunakan discounted cash flow (DCF) atau capitalized earnings

Contoh perhitungan DCF

  • Proyeksi aliran uang (cash flow) selama 5 tahun ke depan 
  • Discount rate 12%
  • Terminal value (tahun ke-5) 8% 
  • Perhitungan nilai perusahaan = (nilai diskonto cash flow + nilai diskonto terminal value) – hutang 

2) Pendekatan Aset (Asset Approach) 

Pendekatan yang melihat total suatu valuasi perusahaan. Setelah hutang dan kewajiban dikurangi, ekuitas menjadi nilai perusahaan.

Contoh perhitungan metode aset 

– Nilai total aset perusahaan = Rp5 miliar 

– Nilai total utang dan liabilitas = Rp2 miliar 

– Nilai aset bersih = Rp3 miliar 

3) Metode Pasar (Market Approach) 

Pendekatan pasar melihat nilai suatu perusahaan dari harga saham yang diperdagangkan di pasar modal. Dalam metode ini, seorang investor atau analis keuangan melihat perusahaan sejenis yang sahamnya diperdagangkan di pasar saham dan mencari rata-rata nilai perusahaan tersebut. Nilai perusahaan yang akan dihitung kemudian adalah rata-rata dari perusahaan sejenis tersebut.

Contoh perhitungan metode pasar 

– Perusahaan A memiliki nilai pasar Rp1 miliar 

– Perusahaan B memiliki nilai pasar Rp2 miliar 

– Perusahaan C memiliki nilai pasar Rp3 miliar 

– Rata-rata nilai pasar = (Rp1 miliar + Rp2 miliar + Rp3 miliar) / 3 = Rp2 miliar 

Masing-masing metode di atas memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing dan hasil penilaian dapat bervariasi tergantung pada metode yang digunakan dan asumsi yang dibuat. Oleh karena itu, penting untuk menggunakan beberapa metode dan mempertimbangkan berbagai faktor lain seperti potensi pertumbuhan industri, kondisi pasar, dan risiko bisnis saat menentukan valuasi perusahaan.

Contoh Valuasi

Berikut adalah contoh perhitungan valuasi perusahaan menggunakan metode pendapatan (DCF): 

Perusahaan JKL adalah perusahaan teknologi yang membuat aplikasi mobile. Untuk membuat valuasi perusahaan menggunakan pendekatan DCF, investor perlu memperkirakan proyeksi cash flow dari perusahaan selama beberapa tahun ke depan. Dalam hal ini, investor memperkirakan bahwa perusahaan JKL akan menghasilkan cash flow sebagai berikut: 

Tahun 1: Rp500 juta 

Tahun 2: Rp700 juta 

Tahun 3: Rp1 miliar 

Tahun 4: Rp1,2 miliar 

Tahun 5: Rp1,4 miliar 

Selanjutnya, investor perlu memperkirakan nilai diskonto yang sesuai dengan tingkat risiko investasi. Dalam hal ini, investor memilih tingkat diskonto sebesar 12%. 

Untuk menentukan nilai terminal value pada tahun ke-5, investor memperkirakan bahwa perusahaan XYZ akan memiliki nilai EBITDA sebesar Rp10 miliar dan menggunakan multiple EBITDA 8x. 

Maka perhitungan valuasi perusahaan menggunakan metode DCF sebagai berikut: 

Tahun 1: Rp500 juta / (1 + 0,12)^1 = Rp446,43 juta 

Tahun 2: Rp700 juta / (1 + 0,12)^2 = Rp563,75 juta 

Tahun 3: Rp1 miliar / (1 + 0,12)^3 = Rp716,11 juta 

Tahun 4: Rp1,2 miliar / (1 + 0,12)^4 = Rp797,32 juta 

Tahun 5: (Rp1,4 miliar + (Rp10 miliar x 8)) / (1 + 0,12)^5 = Rp1,360,15 miliar 

Total nilai diskonto cash flow selama 5 tahun: Rp3,883,76 miliar 

Nilai diskonto terminal value pada tahun ke-5: Rp5,360,15 miliar 

Nilai diskonto total: (Rp3,883,76 miliar + Rp5,360,15 miliar) = Rp9,243,91 miliar

Nilai perusahaan XYZ setelah dikurangi hutang: Rp8,500,00 miliar 

Dari perhitungan di atas, dapat disimpulkan bahwa valuasi perusahaan XYZ sebesar Rp8,5 triliun. Namun, perhitungan ini hanya bersifat simulasi dan asumsi yang digunakan dapat berubah-ubah tergantung pada kondisi perusahaan dan pasar.

Nah, itulah penjelasan tentang valuasi, semoga bermanfaat untuk kalian yang ingin menjadi pengusaha, jika ingin mengetahui lebih lanjut mengenai valuasi suatu perusahan, kalian bisa mengikuti Kursus di Vocasia Kiat Menjadi Pengusaha Sukses dengan menekan tombol di bawah ini!!

banner Kursus Online Bisnis Growth Hacking di Vocasia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *