Tanggal:20 June 2024

6 Gejala Kanker Tulang

Tulang merupakan bagian yang menyusun rangka manusia. Tulang merupakan bagian yang berada di dalam tubuh manusia, peranan tulang yang menjadi tonggak manusia dapat berdiri, duduk, dan lainnya. Salah satu fungsi dari tulang adalah melekatkan otot – otot, sehingga manusia dapat bergerak dengan normal. Kepadatan Tulang perlu diperhatikan sejak masih kecil.

Peran orang tua untuk memperhatikan setiap nutrisi, terutama nutrisi yang memicu perkembangan atau pertumbuhan tulang dan juga kepadatan tulang. Saat masih kecil sering sekali orang tua mengingatkan anak – anak untuk minum susu di pagi hari, dan malam hari. Hal ini untuk membantu perkembangan tulang dan menjaga tulang agar tetap sehat.

Lalu bagaimana kasusnya jika muncul sel – sel yang abnormal pada Tulang, atau sering disebut dengan Kanker Tulang. Nyeri pada tulang yang sering kali disalah artikan, seperti dewasa yang mengartikan radang sendi, dan anak – anak hingga remaja yang mengartikan efek samping dari pertumbuhan tulang.

Sebaiknya jika terasa nyeri yang tidak seperti biasa haruslah mengetahui dari dokter untuk mengetahui penyebab, dan bisa mengetahui mengurangi rasa nyeri atau obat seperti apa yang cocok dan sesuai dengan keluhan. Diagnosa sendiri sangat membahayakan kondisi, terutama jika dibiarkan berlama – lama.

Kanker Tulang merupakan sel – sel kanker yang muncul di dalam tulang. Kanker tulang atau sel – sel kanker dapat menyebar dan menyerang pada setiap bagian tulang di bagian tubuh. Kanker tulang di beberapa kasus lebih sering menyerang atau menggerogoti pada bagian tulang panggul, tungkai, dan lengan. Kanker tulang bisa dialami oleh anak – anak, dewasa, dan orangtua.

Namun pada umumnya terjadi pada anak – anak karena di umur pertumbuhannya yang perlu nutrisi yang harus diperhatikan, dan rentan untuk pertumbuhan tulang. Kanker tulang dapat berupa tumor, baik itu tumor jinak maupun ganas. Tumor adalah pertumbuhan sel – sel yang abnormal, tumor yang berupa sel kanker tulang dapat menghancurkan tulang. Akibatnya tulang bertumbuh tidak sesuai pada umumnya dan menjadi rapuh, dan mudah patah.

Adapun gejala – gejala untuk mengetahui seseorang mengalami kanker tulang, berikut penjelasannya:

  1. Demam

Gejala awal ialah demam, demam disertai badan mudah lemas. Demam pada tubuh memberikan sinyal pada tubuh, bahwa sel yang abnormal ada pada tulang. Hal ini bisa menjadi tahap awal agar segera memeriksa gejala demam yang terjadi penyebabnya. Demam bisa melebihi 38°C.

  1. Anemia atau kekurangan darah

Gejala anemia atau kekurangan darah, merupakan penunjang seseorang bisa mengalami demam. Kekurangan darah dapat terjadi jika sel sel yang kuantitasnya sudah banyak dan banyak mengambil darah pada tubuh untuk perkembangan sel.

  1. Berat badan turun drastis

Berat badan yang turun drastis memberikan sinyal bahwa tubuh banyak bekerja, terutama berat badan yang turun tidak dilakukan dengan diet atau sebagainya.

  1. Nyeri

Nyeri atau rasa mati rasa pada bagian tulang. Jika kanker tulang berada di, dan memberikan efek sesak nafas bagian belakang seperti tulang belakang, maka akan menekan saraf. Dengan demikian akan muncul rasa kebas, nyeri, hingga mati rasa.

  1. Pembengkakan.

Pembengkakan terjadi karena bentuk tulang yang abnormal dikarenakan, sel sel yang merambat dan menekan tulang, dan mengubah bentuk dan ukuran pada tulang.

  1. Tulang Rapuh

Tulang yang sudah digerogoti sel tumor dapat mengurangi kekuatan semula pada tulang.

Selain mengetahui gejala pada pasien seperti diatas, dokter dapat mendiagnosa pasien dengan pemeriksaan fisik, seperti:

  1. Tes darah

Saat mengetahui pasien demam tinggi dan jangka waktu yang panjang, maka dokter dapat menganjurkan untuk tes darah. Dengan demikian dokter dapat melihat hasil lab yang jauh lebih detail.

  1. Pemindaian

Dokter dapat melakukan pemindaian dengan foto Rontgen, MRI, atau CT scan. Tujuan dari pemeriksaan ini adalah untuk mengetahui tingkat kerusakan tulang akibat kanker, memeriksa apakah terjadi pertumbuhan tulang baru, memeriksa apakah kanker telah menyebar ke organ lain, melihat lokasi dan ukuran kanker dengan lebih jelas, dan memastikan gejala tidak disebabkan oleh kondisi lain, seperti patah tulang.

  1. Pemeriksaan radionuklir

Tahap ini adalah, tahap pilihan terakhir, dokter akan menggabungkan pemeriksaan foto Rontgen dengan penyuntikan bahan radioaktif ke dalam pembuluh darah. Bahan radioaktif akan diserap lebih cepat oleh tulang sehingga membantu dokter melihat area yang terkena kanker dengan lebih jelas.

  1. Biopsi

Pada biopsi dilakukan dengan tahap pengambilan sampel jaringan tulang yang terkena kanker agar dapat diperiksa di bawah mikroskop. Selain itu dapat menentukan jenis kanker tulang yang diderita pasien, biopsi juga dapat mendeteksi stadium dan penyebaran kanker. Biopsi dapat dilakukan dengan operasi lubang kunci atau bedah terbuka. Pemeriksaan di atas juga digunakan untuk menentukan stadium atau tingkat keparahan kanker.

Ditulis Oleh Indah Galatia (Mahasiswa Peserta Studi Independen Batch 4) Kelompok B

Ini Adalah Akun Publikasi Artikel Buatan Mahasiswa & Mahasiswi Studi Independen di Vocasia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *