Tanggal:23 July 2024

Apa itu NoSQL? Berikut Penjelasan Lengkapnya!

NoSQL adalah sistem manajemen data non-relasional yang tidak memerlukan skema tetap. Istilah ini sendiri berasal dari singkatan ‘non-SQL’ atau ‘not only SQL’. Database NoSQL dibuat dengan tujuan khusus untuk model data spesifik dan memiliki skema fleksibel untuk membuat aplikasi modern. Database NoSQL dikenal secara luas karena kemudahan pengembangan, fungsionalitas, dan kinerja dalam berbagai skala. 

Nah, jika kamu tertarik tentang apa itu NoSQL, artikel ini akan membahas tentang NoSQL mulai dari pengertian, jenis, kelebihan, hingga perbedaannya dengan manajemen database lainnya. Yuk, simak artikel di bawah ini!

Apa itu NoSQL

NoSQL adalah singkatan dari ‘not only SQL’. Database management system ini bersifat tanpa relasi (non-relational) yang berarti NoSQL bisa mengelola database dengan skema fleksibel dan tidak membutuhkan query yang kompleks.

Dengan pendekatan ini, NoSQL memiliki skalabilitas tinggi untuk dapat berkembang sesuai dengan kebutuhan data yang ada. Database management ini juga dianggap paling cocok untuk mengolah big data yang dinamis.

Perusahaan besar seperti Meta dan Google pun memanfaatkan NoSQL pada bisnis mereka. Alasannya karena NoSQL memiliki kemampuan untuk mendukung real-time web application yang dikembangkan.

Jenis-jenis Database NoSQL

Database pada NoSQL dapat dibedakan menjadi empat jenis, yaitu:

1. Key-value

Jenis database ini menyimpan database dalam pasangan key/value yang berbentuk tabel hash yang sederhana. Jenis ini cocok digunakan jika ingin menyimpan banyak data tanpa menggunakan query yang rumit saat memprosesnya.

Pada key-value, setiap key0nya memiliki keunikan, sedangkan value-nya bisa berupa JSON, BLOB (Binary Large Object), string, dan lain sebagainya. Beberapa database key-value yang populer adalah Redis, DynamoDB, dan RIak.

2. Column-based

Database jenis ini merupakan jenis database NoSQL yang menyimpan data dalam berbentuk kolom. Column-based sangat cocok untuk query SUM, COUNT, AVG, MIN, dan semacamnya. Kelebihan utama database jenis ini adalah fleksibilitas kolomnya. Setiap kolom tak terikat dengan kolom lainnya. Maka, kamu bebas mengubah kolom apapun tanpa memengaruhi kolom lainnya.

Beberapa jenis database column-based yang populer adalah HBase, Cassandra, dan Hypertable.

3. Document-oriented

Jenis database document-oriented menggunakan data yang berisi sepasang key dan value yang disimpan di dokumen dengan format JSON atau XML. Value disini bisa saja berupa string, angka, boolean, arrays, hingga object.s

Bagi kamu yang akrab dengan format JSON tentu akan melihat kemiripan struktur yang digunakan jenis NoSQL tersebut. Struktur itu berbeda dengan tabel relasional khas SQL yang memiliki baris dan kolom.

Dengan pendekatan ini, kamu tidak perlu tahu kolom-kolomnya terlebih dahulu seperti pada SQL. Sangat fleksibel dan jenis database ini kebanyakan digunakan untuk CMS, platform blogging, analisis real-time, dan aplikasi e-commerce.

Beberapa database document-oriented yang populer adalah Amazon, SimpleDB, CouchDB, dan MongoDB.

4. Graph-based

Database jenis graph-based adalah jenis database NoSQL yang berfokus untuk menyimpan hubungan antar entitas. Entitas tersebut disimpan dalam bentuk node, sedangkan hubungan antar entitasnya disebut sebagai edge.

Graph-based akan sangat cocok digunakan jika kamu ingin menemukan pola yang saling berhubungan dalam data. Maka, jenis database ini umumnya digunakan untuk media sosial, mendeteksi penipuan, dan data spasial.

Beberapa database graph-based yang populer adalah Neo4J, JanusGraph, dan InfiniteGraph.

Baca juga| Brainware: Pengertian, Fungsi, Jenis, Komponen Dan Contohnya

Image: Freepik

Kelebihan NoSQL

sistem manajemen data NoSQL memiliki beberapa kelebihan dibanding database relasional. Berikut adalah kelebihan NoSQL yang perlu kamu ketahui:

1. Skalabilitas yang Lebih Mudah dan Murah

NoSQL mempermudah proses ‘scale out’. Metode skalabilitas ini memungkinkan kamu untuk menambahkan server cloud dan mengkoneksikannya ke cluster database dengan mudah. Jadi, kamu tidak harus membeli hardware baru yang lebih canggih dan mahal untuk menangani lonjakan data.

2. Mampu Menyimpan Banyak Data

NoSQL bisa menyimpan banyak data sekaligus tanpa perlu mengorbankan performanya. Hal ini terjadi karena kemudahan untuk melakukan ‘scale out’ kapan saja. Jadi, saat terjadi lonjakan data kamu bisa bebas menambahkan server untuk menampung beban data tersebut secara merata. Inilah yang menjadi salah satu alasan mengapa banyak perusahaan besar menggunakan NoSQL untuk sistem manajemen data mereka.

3. Memiliki Fleksibilitas Tinggi

NoSQL adalah manajemen database yang sangat fleksibel. Tidak hanya mendukung empat jenis database, NoSQL juga mampu menyimpan data unstructured,semi-structured, dan structured. Artinya, kamu akan lebih leluasa dalam mengelola database, baik dengan kebutuhan maupun sesuai dengan data yang dimiliki. Jika memiliki data yang bervariasi dan terus berkembang, kamu tidak perlu repot merancang skema tabel di awal selayaknya SQL.

4. Ramah untuk Developer

Mengelola database memang merupakan salah satu skill wajib untuk developer. Dengan bantuan NoSQL, pekerjaan developer akan terasa lebih sederhana. Berikut adalah beberapa alasan NoSQL akan mempermudah pekerjaan developer:

  • Kamu tidak perlu menulis query SQL yang semakin kompleks seiring data yang terus bertambah.
  • Data dalam NoSQL bisa berbentuk JSON atau XML yang lebih familiar untuk developer.
  • Kamu bisa menampilkan data dengan cepat tanpa perlu membuat skema terus menerus.
  • Ada banyak database NoSQL yang bersifat open-source dan gratis. Sehingga, kamu bisa menghemat anggaran jika ingin mencobanya terlebih dahulu.

Baca juga| Mengenal Firebase: Definisi, Jenis, dan Fungsi

Image: Freepik

Perbedaan NoSQL (non-relational) dan SQL (relational)

Selama puluhan tahun, model data utama yang digunakan untuk pengembangan aplikasi adalah model data relasional yang digunakan oleh database relasional seperti Oracle, DB2, SQL Server, MySQL, dan PostgreSQL. 

Hingga pada pertengahan akhir tahun 2000 model data lain mulai mendapatkan adopsi dan penggunaan yang signifikan. Untuk membedakan dan mengkategorikan kelas database dan model database baru ini, istilah NoSQL diciptakan. Berikut adalah beberapa perbedaan NoSQL dan SQL:

1. Beban Kerja yang Optimal

NoSQL

Database NoSQL dirancang untuk sejumlah ola akses data yang menyertakan aplikasi latensi rendah. Database pencarian NoSQL dirancang untuk menganalisis data yang semi terstruktur.

SQL

Database relasional didesain untuk aplikasi transaksional dan aplikasi pemrosesan transaksi online (online transaction processing, OLTP) yang sangat konsisten dan cocok digunakan untuk pemrosesan analitis online (online analytical processing, OLAP).

2. Model Data

NoSQL

Database NoSQL memberikan beragam model data, seperti key-value, document oriented, graphic oriented, yang dioptimalkan untuk kinerja dan skala.

SQL

Model relasional menormalisasi data menjadi tabel yang terdiri dari baris, kolom, indeks, hubungan antar tabel, dan elemen database lainnya. Database ini menegakkan integritas referensial dalam hubungan antara tabel.

3. Properti ACID

NoSQL

Database NoSQL seringkali melakukan pertukaran dengan mengurangi beberapa properti ACID database relasional untuk model data yang lebih fleksibel yang dapat dikembangkan secara horizontal. Hal ini membuat database NoSQL menjadi pilihan yang luar biasa untuk kasus penggunaan dengan throughput tinggi dan latency rendah yang memerlukan pengembangan skala secara horizontal melebihi batasan instan tunggal.

SQL

Database relasional menyediakan properti atomicity, consistency, isolation, dan durability (ACID):

  • Atomicity mengharuskan transaksi dilaksanakan seluruhnya atau tidak sama sekali.
  • Consistency mengharuskan data sesuai dengan skema database jika suatu transaksi dikomitmenkan.
  • Isolation mengharuskan transaksi konkuren dilaksanakan secara terpisah dari transaksi lainnya.

  • Durability mengharuskan adanya kemampuan untuk memulihkan dari kegagalan sistem yang tidak terduga atau pemadaman listrik kepada keadaan terakhir yang tersimpan.

4. Performa

NoSQL

Kinerja umumnya merupakan fungsi dari ukuran klaster perangkat keras, latensi jaringan, dan aplikasi panggilan.

SQL

Kinerja umumnya tergantung pada subsistem disk. Pengoptimalan query, indeks, dan struktur tabel seringkali diperlukan untuk dapat mencapai kinerja yang maksimal.

5. Skala

NoSQL

Database NoSQL umumnya dapat dipartisi karena pola akses dapat dikembangkan skalanya dengan menggunakan arsitektur terdistribusi untuk meningkatkan throughput yang menyediakan kinerja yang konsisten pada skala yang tidak terbatas.

SQL

Database relasional umumnya dapat dikembangkan skalanya dengan meningkatkan kemampuan komputasi perangkat keras atau mengembangkan skala dengan menambahkan replika untuk beban kerja read-only.

6. API

NoSQL

API berbasis objek memungkinkan pengembang aplikasi menyimpan dan mengambil struktur data dengan mudah. Kunci partisi memungkinkan aplikasi mencari pasangan key-value, column,atau dokumen semi terstruktur yang berisi objek dan atribut aplikasi berseri.

SQL

Permintaan untuk menyimpan dan mengambil data dikomunikasikan menggunakan query yang sesuai dengan bahasa query terstruktur (SQL). Query ini diuraikan dan dijalankan oleh database relasional.

Baca juga| Mengenal Software As A Service (SaaS) Dan Contoh Aplikasinya

Meskipun sekilas ada kemiripan, NoSQL memiliki perbedaan yang signifikan dengan SQL dalam hal pengelolaan data. NoSQL adalah manajemen database non-relasional yang memiliki empat jenis database mulai dari key-value, column-based, document-oriented, dan graph-based. 

Pendekatan ini membuat NoSEL memiliki berbagai kelebihan seperti kemudahaan scale out tanpa harus membeli server mahal, mampu menyimpan banyak data dengan performa maksimal, fleksibel untuk berbagai kebutuhan data, dan lebih ramah untuk developer dalam pengembangan

Kursus belajar pemograman dengan nuxt js
Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *