Tanggal:25 May 2024

Attitude: Pengertian, Tingkatan, Fungsi dan Contohnya

Attitude adalah gerak mental yang dimiliki seseorang terhadap suatu arah dan tujuan dengan membangun dasar dari tingkah laku yang diambil. Attitude dapat melingkupi beragam hal semacam kepercayaan, nilai-nilai, pandangan, pendapat, sikap, perasaan, dan harapan terhadap sesuatu. 

Attitude bisa terbentuk dari suatu pengalaman, pendidikan, dan lingkungan sosial seseorang. Attitude bisa berubah dengan seiring berjalannya waktu dan pengalaman baru yang didapat seseorang. Attitude yang positif dapat membantu seseorang untuk mencapai tujuan dan mewujudkan hubungan sosial yang sehat, sedangkan attitude yang negatif bisa menghambat kemajuan seseorang dan meruntuhkan hubungan kemasyarakatan yang ada.

Apa benar attitude akan mengubah cara pandang seseorang? Attitude juga perlu dipelajari sebagaimana dengan pembahasan di bawah ini.

Pengertian Attitude Menurut Para Ahli

Apa itu Attitude? Attitude (sikap) adalah pandangan atau evaluasi kita kepada tujuan, seseorang, atau situasi tertentu. Attitude juga bisa mengubah dan mempengaruhi cara kita dalam bersosialisasi dengan lingkungan di sekitar kita. Di bawah ini akan dijelaskan definisi Attitude menurut para ahli:

1) Gordon Allport 

Attitude adalah kecenderungan untuk bertindak atau bereaksi secara konsisten terhadap objek atau kelas objek tertentu.

2) Icek Ajzen 

Attitude adalah penilaian afektif atau evaluatif yang terkait dengan perilaku tertentu.

3) Martin Fishbein dan Icek Ajzen 

Attitude adalah penilaian afektif, kognitif, dan perilaku yang diberikan terhadap objek atau ide tertentu.

4) Richard E. Petty dan John T. Cacioppo 

Attitude adalah evaluasi afektif, kognitif, dan perilaku terhadap objek atau gagasan.

5) Daniel Katz 

Attitude adalah kecenderungan untuk merespon objek atau situasi tertentu dalam cara yang sama atau mirip dalam situasi yang berbeda. 

Secara menyeluruh, para ahli sependapat bahwa attitude adalah sebuah pandangan atau evaluasi kita terhadap suatu objek, orang, atau situasi yang dapat mempengaruhi karakter kita terhadap hal-hal tersebut. Selain itu, attitude juga melingkupi perspektif afektif (perasaan), kognitif (keyakinan), dan perilaku (tindakan).

Tingkatan Attitude 

Attitude dapat digolongkan menjadi empat tingkatan, yakni: 

1) Bisa Menerima

Dapat dikatakan menerima suatu pandangan dari seseorang atau subjek yang mengamati perangsang yang dibagikan atau tujuan.

2) Bisa Merespons

Bisa merespons adalah membagikan balasan ketika ditanya dan juga mengupayakan perintah yang dikasih atau diberikan.

3) Bisa Menghargai

Pribadi yang bisa membawa atau mengajak seseorang untuk melakukan dan membicarakan tentang permasalahan, sampai seseorang bisa menerapkan perilaku yang positif terhadap situasi atau arah yang pasti. 

4) Bisa Bertanggung jawab

Dapat dikatakan bisa bertanggung jawab atas tindakan yang dilakukan; bertanggung jawab dalam perilaku yang bisa diakui dan siap menerima segala akibat dari perbuatan yang sudah menjadi pilihan seseorang.

Fungsi Attitude

Attitude mempunyai sebagian fungsi penting dalam kehidupan seseorang, yaitu: 

1) Fungsi Penuntun Perilaku

Attitude yang positif bisa mendorong seseorang untuk melakukan perbuatan yang sesuai, sedangkan attitude negatif bisa menghambat seseorang untuk melakukan tindakan tertentu. 

2) Fungsi Pelindung Diri 

Attitude yang baik atau positif dapat membantu seseorang melewati kegelisahan atau ketakutan, sedangkan attitude negatif bisa menyebabkan konflik, keributan, kekacauan atau ketegangan. 

3) Fungsi Sosial

Attitude bisa menciptakan suatu hubungan sosial seseorang dengan orang lain. Attitude yang positif bisa mengangkat rasa percaya diri dan keyakinan diri seseorang, sedangkan attitude negatif bisa membatasi keikutsertaan masyarakat dan memprovokasi hubungan dengan orang lain. 

Cara Menerapkannya

Attitude (sikap) harus diterapkan saat menjalin hubungan atau berinteraksi dengan orang lain. Cara menerapkan attitude yang baik dengan mengubah pola pikir dan cara pandang kita terhadap suatu hal: 

1) Berfokus Pada Kebaikan

Mengubah pandangan dari sisi buruk suatu hal dan berfokus pada sisi baiknya. Mulailah untuk memfokuskan diri ke arah situasi dari cara pandang yang berbeda dan temukan hal-hal positif yang belum Anda temui di dalamnya. 

2) Menjadi Seseorang yang Optimis 

Percayalah bahwa hal-hal baik akan terjadi dan yakin bahwa Anda mempunyai potensi untuk melewati suatu rintangan. Jangan biarkan pikiran negatif menguasai diri Anda. 

3) Selalu Bersyukur Atas Apapun yang Terjadi

Ingatlah hal-hal yang sudah Anda miliki dan bersyukur atas hal-hal tersebut. Fokus pada kesuksesan dan juga keberhasilan yang telah Anda dapatkan daripada hal-hal yang belum tercapai. 

4) Menjalin Hubungan yang Baik Dengan Orang Lain 

Bersosialisasi yang mencerminkan perilaku baik dengan orang lain dengan sikap yang positif dan hormat. Temukan suatu kesamaan dan fokus pada hal-hal yang mempersatukan, bukan yang memecah. 

5) Selalu Berlatih 

Mempraktikkan attitude positif adalah suatu jalan dan membutuhkan latihan terus-menerus. Jangan mudah menyerah dan selalu mencoba untuk selalu mengingatkan diri Anda sendiri tentang sikap yang ingin Anda lakukan dan berlatihlah secara konsisten.

Contoh Attitude yang Baik

Attitude yang baik dengan menerapkan beberapa sopan santun dalam berinteraksi dengan orang lain, dimana kita harus saling menghargai dan menghormati sesama. Contoh sikap yang baik bisa dilihat sebagai berikut:

1) Bersikap Baik dan Menghargai Orang Lain

Ketika sedang bertemu dengan seseorang, anda harus bersikap baik dan menggunakan kata-kata yang sopan atau tidak menyinggung. Saat kita berbicara dengan orang lain, hargai lawan bicara ketika sedang ngobrol dan berdiskusi dalam suatu pertemuan; hindari perbuatan atau tutur kata yang memotong seseorang yang sedang berbicara.

2) Jangan Malu untuk Minta Maaf

Terkadang seseorang sering berbuat kesalahan secara tidak langsung, tetapi sedikit dari mereka yang mengakui kesalahannya atau sulit untuk meminta maaf ketika salah. Setidaknya jangan sungkan untuk meminta maaf jika Anda berbuat salah, maupun jabatan Anda tinggi sekalipun.

3) Melahirkan Perbuatan yang Positif dari Diri Sendiri

Mulailah untuk bersikap adil kepada siapapun dan dalam keadaan apapun. Ketika kita sedang merasa puas dengan situasi sekitar sedangkan ketika situasi itu menjadi buruk atau tidak baik, lalu apakah attitude kita juga ikut menurun/memburuk? Tidak begitu, seharusnya perilaku yang baik, yaitu attitude yang tidak melihat dari keadaan diluar yang bersangkutan, tetapi juga hadir dari dalam diri sendiri.

Baca Juga: Self Development 101

Nah, itulah penjelasan dan rangkaian lainnya tentang attitude yang harus kalian pahami, jangan lupa untuk diterapkan dalam diri sendiri, semoga bermanfaat buat kehidupan sehari-hari.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *