Tanggal:25 April 2024

Format Desain Grounded Theory dalam Penelitian

Dari berbagai varian penelitian kualitatif yang berkembang saat saat ini. Pada prinsipnya ada tiga model desain yang paling sering digunakan di kalangan peneliti. Yaitu format desain deskriptif-kualitatif. Kemudian Format desain kualitatif-verifikatif. Dan format desain kualitatif-grounded theory.

Pada format desain ini dipengaruhi oleh pandangan. Bahwa peneliti kualitatif tidak membutuhkan pengetahuan dan teori tentang subjektivitas peneliti. Maka format desain ini dapat mengembangkan semua pengetahuan dan teorinya. Setelah mengetahui permasalahannya di lapangan. Berdasarkan pemaparan tersebut, berikut dibawah ini adalah penjelasan mengenai format desain grounded theory. Simak penjelasannya dibawah ini, yuk!

Baca juga : Format Desain Penelitian Deskriptif Kualitatif

Format Desain Grounded Theory dalam Penelitian

Dua bentuk analisis data deskriptif-kualitatif, dan kualitatif-deskriptif, bertolak belakang dengan format desain grounded theory. Dimana format ini dipengaruhi oleh pandangan. Bahwa peneliti kualitatif tidak membutuhkan pengetahuan dan teori tentang objek penelitian, untuk mensterilkan subjektivitas peneliti. Maka desain penelitian ini dikonstruksi agar peneliti dapat mengembangkan semua pengetahuan dan teorinya. Setelah mengetahui permasalahan dan data di lapangan.

Strategi Grounded theory melihat data sebagai awal semua kegiatannya. Walaupun demikian, kadang peneliti tak paham terhadap apa yang dihadapinya. Ketika ia mula pertama bertemu dengan data. Teori pun tak dapat membantunya karena terkadang masalah yang dihadapi adalah benar-benar baru. Sehingga ia harus terus-menerus melakukan eksplorasi.

Apa yang dilakukan peneliti dalam pengumpulan data dan analisis data. Merupakan suatu langkah ke dalam kehidupan objek-subjek penelitian. Alhasil secara lambat laun dapat mengklasifikasi semua masalah yang menonjol dan menarik perhatiannya. Terkadang upayanya mengeksplorasi menyebar ke mana-mana. Namun terkadang pula tertuju kepada suatu tema spesifik. Pada akhirnya ia dapat menangkap tema-tema penting yang ada dalam tema spesifik ini. Peneliti kemudian mengembangkan tema-tema itu sebagai fokus penelitiannya, dan terus-menerus dikembangkan.
Nah, itu tadi penjelasan mengenai format desain grounded theory dalam penelitian. Semoga artikel ini bermanfaat. Jangan lupa cek postingan artikel yang lainnya juga, ya!

Baca juga : Format Desain Penelitian Kualitatif Verifikatif

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *