Tanggal:17 June 2024

Mengenal Dynamic Range Dalam Fotografi

Dunia fotografi tidak hanya terbatas hanya pada peralatannya saja. Perlu juga mengenal lebih dalam mengenai foto agar hasil jepretanmu lebih menarik. Salah satu yang perlu dipelajari adalah dynamic range. Dynamic range adalah hal sangat penting di dunia fotografi karena terkait dengan warna. Dynamic range dapat membentuk tampilan foto, kontrasnya, terutama untuk subjek dengan kontras tinggi.

Definisi Dynamic Range

Dynamic range dalam fotografi dapat didefinisikan sebagai cakupan (dari minimum sampai maksimum) luminance (pencahayaan) dari suatu pemandangan yang difoto. Dynamic range juga bisa dikaitkan dengan range intensitas sensor kamera dalam merekam gambar, baik di area shadow maupun highlight.

Luminance maksimum umumnya adalah area dimana sumber cahaya berada (misal matahari atau langit). Bisa juga pada aarea dengan tingkat reflektif tinggi (misal cermin yang memantulkan cahaya). Sementara yang luminance-nya minimum adalah area gelap atau di bawah bayangan. Area tersebuh biasanya memiliki refleksi yang rendah (misal batu).

Mata manusia memiliki dynamic range yang sangat luas. Manusia bisa membedakan area yang gelap dan terang dengan kecepatan dan tingkat akurasi yang mengagumkan. Namun, sensor kamera memiliki sudut pandang yang jauh lebih sempit. Sensor kamera harus berjuang untuk merekam detail area gelap dan terang secara bersamaan. Oleh karena itu, kamera tidak bisa merekam seluruh area dengan sempurna. karena terkena under atau overexposure. Inilah alasan kenapa memotret pemandangan (landscape) yang memiliki perbedaan cahaya kontras bisa sangat sulit.

Tiap objek foto memiliki dynamic range yang berbeda-beda. Dynamic range yang tinggi artinya perbedaan luminance antara yang maksimum dan minimum sangat besar. Secara umum, objek landscape adalah pemandangan dengan dynamic range medium-tinggi. Matahari dan langit umumnya sangat terang, sedangkan foreground umumnya kurang cahaya sehingga terlihat gelap.

Rata-rata kamera digital modern baik DSLR maupun Mirrorless memiliki dynamic range antara 12 dan 14. Kamera semahal dan secanggih Nikon D850 pun hanya memiliki 14.8 stop dynamic range. Angka dynamic range yang tinggi tidak menjamin hasilnya akurat. Layar sebuah kamera dengan 14 stop dynamic range hanya mampu menampilkan sebesar 10 stop.

Adorama membagi 2 dynamic range yang harus diperhatikan, yaitu dynamic range objek foto dan kemampuan dynamic range itu sendiri. Selama dynamic range objek foto tidak melebihi kemampuan kamera maka kita masih bisa menghasilkan foto dengan exposure yang sempurna.

Sensor dan Dynamic Range (Image: Freepik)

Sensor dan Dynamic Range

Kenapa kamera memiliki dynamic range yang berbeda-beda? Perbedaan dynamic range sebenarnya dikarenakan ukuran piksel. Semakin besar pikselnya maka semakin banyak cahaya yang bisa dimuat. Piksel dapat dianggap sebagai wadah cahaya terkumpul. Jadi, jika cahaya sudah penuh maka tidak bisa menampung informasi yang lebih banyak lagi. Ukuran sensor memainkan peranan, semakin besar sensornya maka semakin banyak pula piksel yang bisa ditampung sensor tersebut.

Jarak antar piksel juga penting, karena semakin rapat akan semakin saling “mengganggu” secara elektronik. Inilah yang disebut noise dan bisa mengurangi dynamic range. Ketika produsen kamera memutuskan dynamic range yang dipakai sensor mereka, biasanya itu diukur dari pemotretan dalam kondisi sempurna. Memotret dalam JPEG akan mengurangi dynamic range karena sistem kamera akan mengoreksi kontras dan saturasi pada foto. Menaikkan ISO juga akan mengurangi dynamic range dari sensor.

Baca juga| 7 Genre Fotografi Yang Populer Di Dunia

Cara Melihat Dynamic Range

Dynamic range diwakili oleh histogram yang menunjukkan kisaran kecerahan subjek mulai dari hitam di kiri hingga putih di kanan. Lebar bagan histogram mewakili rentang dinamis sensor kamera.

Di sisi kiri histogram mewakili kemampuan kamera “merekam” bagian gelap dan di sisi kanan bagian terangnya. Jika kedua bagian ini tidak “terpotong” maka exposure gambar bisa dikatakan sempurna.

Teknik Exposure to The Right (ETR/ETTR) tak selamanya berfungsi untuk memastikan dynamic range seimbang. Kemungkinan saat menarik histogram ke sebelah kanan, yang gelap akan terang namun yang terang akan semakin terang sehingga kehilangan detail di bagian itu.

Cara Memaksimalkan Dynamic Range. (Image: Freepik)

Cara Memaksimalkan Dynamic Range

Kemampuan dynamic range yang tidak selalu akurat, maka dalam teknik fotografi kita mengenal istilah exposure bracketing dan neutral density filter. Exposure bracketing adalah memotret (rata-rata) tiga nilai exposure (terang-sedang-gelap) yang kemudian digabungkan menjadi sebuah frame tunggal setelah memotret. Saat ini banyak kamera yang mampu melakukannya tanpa harus ‘diedit’ di aplikasi editing.

Teknik ini sering disebut dan kebanyakan sudah menjadi sebuah fitur kamera yaitu HDR (High Dynamic Range). Exposure gelap dan terang akan dipadukan sehingga menghasilkan exposure yang pas. Sedangkan neutral density (ND) filter adalah aksesoris fotografi untuk membuat sebuah objek foto menjadi lebih gelap dari aslinya. ND filter juga sering digunakan untuk teknik pemotretan long exposure.

Perkembangan teknologi kamera saat ini sudah mampu menghasilkan gambar dengan exposure ideal meskipun semua harus melewati post processing atau editing.

Baca juga| Ketahui Fungsi White Balance Dalam Fotografi

Landscape Fotografi dan Dynamic Range

Kemampuan sebuah kamera dalam menangkap detail gambar dalam rentang gelap dan rentang terang sangat penting. Namun beda cerita dalam lanskap fotografi. Dynamic range menjadi fitur penting dalam penentuan pemilihan kamera untuk kebutuhan pemotretan alam dan pemandangan.

Dynamic range dapat berpengaruh besar dalam proses editing. Foto kamera berformat RAW mampu menampilkan hasil detail pada gambar setelah proses balancing highlight dan shadows.

Fitur HDR bisa menjadi alternatif pilihan untuk mengurangi editing pada gambar, meskipun tidak semua kamera bisa optimal. Tentunya tiap brand memiliki teknologi dan pendekatan yang berbeda-beda. Kebutuhan dynamic range yang bagus dikarenakan objek gambar pada lanskap lebih luas mencakup ruang highlight dan shadows lebih banyak. 

Namun, ketajaman dan detail gambar pada bagian shadows tidak sepenuhnya urusan dynamic range. Tetapi juga, bagaimana pemilihan aperture lensa dalam segitiga exposure untuk menentukan depth of field yang lebih luas.

Baca juga| Apa Itu Sunny 16 Rule? Berikut Penjelasan Untuk Kamu Penggemar Fotografi Pemula

Sekian penjelasan mengenai dynamic range dalam fotografi. Jika kamu berminat mempelajari lebih dalam tentang dunia fotografi, ikuti kursus Vocasia disini!

Kursus menjadi youtuber pro vocasia
Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *