Tanggal:14 May 2024

9 Jenis Lensa pada Kamera DSLR

Apa sajakah macam – macam lensa kamera?

Lensa kamera merupakan bagian terpenting dari sebuah kamera karena lensa kamera memiliki peran dalam mengatur cahaya dan menentukan kualitas gambar yang dihasilkan.

Terdapat berbagai macam jenis kamera yang memiliki peruntukkannya masing-masing. Pemilihan lensa kamera yang tepat dapat menghasilkan kualitas gambar yang baik.

Sebaliknya, pemilihan lensa kamera yang tidak tepat, akan membuat kualitas gambar menjadi tidak baik.

Untuk itulah, kita sebagai pemula atau ingin berkecimpung di dunia fotografi ataupun industri media perlu memiliki pemahaman yang baik mengenai berbagai macam jenis lensa kamera agar dapat menghasilkan karya jurnalistik ataupun karya seni yang bernilai tinggi.

1. Standard Lens

Lensa standar dapat menghasilkan sebuah gambar yang seluruhnya mirip dengan apa yang kita lihat secara normal. Lensa standar 50mm pada umumnya digunakan pada kamera SLR 35 mm.

Lensa standar pada umumnya memiliki lebar aperture yang maksimal sehingga membuatnya dapat digunakan dalam situasi dengan pencahayaan yang rendah.

Lensa kamera standar digunakan diantaranya untuk memotret lenskap dan potret.

2. Wide-angle Lens

Lensa zoom memungkinkan kita untuk menyesuaikan framing subyek secara tepat melalui penyesuaian terhadap focal length pada lensa. Setiap lensa zoom memiliki jangkauan 3 hingga 4 lensa fokus tetap dan memiliki rentang aperture variabel.

Lensa zoom umumnya disebut juga dengan lensa parfokal (parfocal lens). Contoh lensa kamera zoom adalah Nikon 18-200mm f/3.5-5.6G VR II.

Baca Juga | Kamera Smartphone Terbaik

3. Long-focus Lens

Lensa yang memiliki fokus lensa yang lebih panjang sangat berguna untuk memotret subyek yang jauh. Atau ketika kita tidak dapat bergerak lebih dekat kepada subyek untuk menggunakan lensa yang lebih pendek.

Lensa long focus sangat berat dan sudut pandang yang terbatas membuat penggunaan shutter speed lebih cepat untuk menghindari gerakan kamera menjadi lebih penting dibandingkan dengan lensa yang lebih pendek.

4. Mirror Lens

Lensa mirror menggunakan kombinasi antara elemen kaca dan cermin untuk membelokkan sinar cahaya yang masuk ke lensa serta berjalan menyusuri laras lensa.

Cermin-cermin ini memantulkan cahaya ke atas dan ke bawah laras lensa serta memanipulasi sinar cahaya yang memungkinkan focal length yang panjang menjadi terkandung dalam ruang yang pendek secara fisik.

Baca Juga | Aplikasi Edit Video di Handphone

5. Wide-angle Zoom

Sebuah telephoto zoom membentang antara 75-300mm dan terdiri dari enam lensa dengan panjang fokus tetap. Pada umumnya, telephoto zoom banyak digunakan oleh para fotografer olahraga dan fotografer satwa liar.

Telephoto zoom juga dapat digunakan untuk memotret arsitektur dan lansekap secara lebih detil.

6. Ultra Wide-angle Lens

Secara linear, lensa ultra wide-angle yang awalnya memiliki panjang fokus sekitar 21mm turun menjadi hanya sekitar 15mm. Beberapa ultra wide-angle dirancang untuk menciptakan sebuah gambaran dunia yang terdistorsi. Lensa ini juga umum dikenal dengan lensa fish-eyes.

Lensa sudut lebar bisa menjadi alat yang ampuh untuk melebih-lebihkan kedalaman dan ukuran relatif di foto. Namun, ini juga salah satu jenis lensa yang paling sulit dipelajari bagaimana cara menggunakannya. Halaman ini menghilangkan beberapa kesalahpahaman yang umum, dan membahas teknik untuk memanfaatkan sepenuhnya karakteristik unik dari lensa sudut lebar.

Baca Juga | Software Editing Viral

7. Shift Lens

Sebuah lensa shift atau dikenal juga sebagai lensa kendali perspektif dinamakan demikian karena lensa ini dapat digeser dalam kaitannya dengan framing film. Dengan menggunakan lensa shift, kita dapat menjaga kamera tetap sejajar dan hanya menggeser lensa ke atas untuk merekam gambar yang tidak terkena distorsi.

Lensa shift mirip dengan lensa tilt-shift, kecuali yang tidak memiliki mekanisme kemiringan. Lensa geser miring memungkinkan fotografer untuk melampaui batasan normal kedalaman lapangan dan perspektif. Banyak trik optik yang diizinkan oleh lensa ini tidak bisa diproduksi secara digital – menjadikannya suatu keharusan untuk lanskap, arsitektur dan fotografi produk tertentu.

8. Macro Lens

Lensa makro khusus dirancang untuk digunakan pada jarak fokus yang relatif sangat dekat. Lensa makro tersedia dengan panjang fokus bervariasi mulai dari 50mm hingga 200mm. Ketika kita mengambil atau memotret subyek secara close-up di luar ruangan, lensa makro yang lebih panjang dapat menghasilkan sebuah gambar besar dengan dengan latar belakang yang tampak menjauh.

Apabila kita bergerak lebih dekat dengan lensa makro yang lebih pendek dapat menyebabkan terhalangnya cahaya masuk ke lensa.

Baca Juga | Teknik Pencahayaan dalam Fotografi

9. Telephoto Lens

Sebuah lensa telefoto ultra memiliki optik yang secara khusus dirancang yang memungkinkannya memiliki panjang fokus yang panjang dalam laras yang relatif pendek. Sebagian lensa telefoto memiliki panjang fokus tetap.

Telefoto dengan panjang fokus 400mm memerlukan beberapa jenis dukungan kamera. Untuk memastikan berbagai macam kemampuan maneuver, seorang fotografer olahraga akan sering menggunakan monopod. Contohnya adalah Canon F-1 35mm.

Manfaat Mempelajari Macam – Macam Lensa Kamera

Agar kita memiliki teknik dasar fotografi yang baik, maka diperlukan pula pemahaman yang sangat baik mengenai berbagai macam jenis kamera serta kamera yang akan digunakan. Hal ini diperlukan agar kita dapat menghasilkan foto yang baik dalam berbagai macam genre seperti misalnya jurnalistik foto atau fotografi jurnalistik sehingga dapat menghasilkan foto jurnalistik yang memiliki nilai berita tinggi. Itulah beberapa manfaat kita mempelajari berbagai macam lensa kamera.

(Sumber : pakarkomunikasi)

Baca Juga :

Kursus online pelatihan membuat aplikasi android dan ios vocasia
Kursus belajar jadi video editor vocasia
Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *