Tanggal:23 July 2024

Tes Potensi Akademik (TPA): Pengertian, Jenis, Contoh Dan Tipsnya

Tes potensi akademik adalah salah satu bentuk tes psikologi yang banyak digunakan dalam proses rekrutmen kerja, baik di instansi pemerintahan maupun perusahaan swasta. Tak hanya itu, beberapa universitas dan Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) juga menjadikan tes tersebut sebagai bagian dari proses seleksi.

pelatihan belajar aplikasi fluid simulator untuk pemula vocasia

Tes Potensi Akademik juga sering disingkat atau disebut TPA. Tes potensi akademik merupakan suatu tes yang bertujuan untuk mengasah kemampuan dan bakat seseorang pada suatu bidang akademik. Sehingga TPA biasanya dihubungkan dengan kepintaran dan kecerdasan seseorang.

Di Indonesia, TPA banyak dimanfaatkan dalam proses rekrutmen kerja, tes beasiswa, hingga tes masuk perguruan tinggi. Nah, maka dari itu, penting sekali untuk kamu mengetahui apa yang dimaksud dengan Tes Potensi Akademik (TPA). Dalam artikel ini, kami telah merangkumkan pengertian TPA, jenis-jenis, dan contoh hingga tips mengerjakannya. Simak, ya!

Baca juga: Sukses UTBK 2022! Ini Dia 6 Tips Efektif Menjawab Soal TPS UTBK

Pengertian Tes Potensi Akademik (TPA)

Pengertian Tes Potensi Akademik (TPA). Sumber: pexels.com

Tes potensi akademik adalah salah satu jenis psikotes yang digunakan untuk mengukur kecerdasan intelektual seseorang. Dikutip dari laman resmi Bappenas, TPA dirancang untuk melihat potensi intelektual yang dianggap mendasari kemungkinan keberhasilan seseorang dalam menjalani pendidikan S2 atau S3.

Tes potensi akademik sendiri di Indonesia dikembangkan sejak tahun 1984 bersamaan dengan berdirinya Overseas Training Office (OTO) di Bappenas. Pada waktu itu OTO Bappenas bertugas untuk mengelola dan mengkoordinasikan dana hibah luar negeri untuk meningkatkan SDM khususnya PNS melalui program beasiswa S2 dan S3 luar negeri.

Sebab adanya tuntutan untuk memilih calon peserta dengan kredibel, OTO Bappenas kemudian mengembangkan alat seleksi sejenis SAT yang diterapkan secara luas di Amerika Serikat dalam bahasa Indonesia. Alat seleksi inilah yang kemudian dikenal sebagai Tes Potensi Akademik atau TPA.

Tes potensi akademik ini tertuang pada konsep Graduate Record Examination (GRE) yang terbagi atas Verbal Reasoning, Quantitative Reasoning, dan Analytical Writing (GRE-bulletin, 2008). TPA dengan metode GRE ini sudah baku standar internasional, lho. Untuk tes ini terdapat setidaknya tiga aspek penting yang digunakan yaitu numerikal, figural, dan verbal.

Di dalam tes potensi akademik ini menggunakan sistem penilaian skor. Jadi, semakin banyak jawaban yang mampu kamu jawab dengan tepat, maka skor kamu pun akan semakin tinggi. Nah, rentang nilai TPA yang bisa kamu peroleh adalah dari 200 hingga 800.

Baca juga: Terapkan 5 Trik Ini Agar Lulus Ujian CPNS!

Jenis-Jenis Tes Potensi Akademik (TPA)

Jenis-Jenis Tes Potensi Akademik (TPA). Sumber: pexels.com

Tes potensi akademik merupakan tes yang terdiri dari beragam jenis soal. Setiap soal mempunyai tujuan pengukuran intelektual yang berbeda-beda. Berikut jenis soal utama dalam TPA yang kami kutip dari laman Okezone.

1. Tes Verbal

Tes verbal berfungsi untuk mengukur kecerdasan seseorang dalam kata-kata dan bahasa. Beberapa bentuk soal tes verbal antara lain sinonim (persamaan kata), antonim (lawan kata), padanan hubungan kata, dan pengelompokan kata.

2. Tes Angka

Jenis soal lainnya yang ada di dalam TPA adalah tes angka. Sama seperti namanya, jenis tes ini digunakan untuk menilai kecerdasan seseorang dalam hal angka. Tes ini akan menilai seberapa baik kamu dalam berpikir secara logis dan terstruktur. Beberapa jenis soal tes angka adalah seri angka, seri huruf, artimetik, angka dalam cerita, dan logika angka.

3. Tes Logika

Tes logika berfungsi untuk mengukur kemampuan seseorang dalam penalaran dan pemecahan masalah secara logis atau masuk akal. Biasanya, banyak orang terkecoh pada jenis soal yang satu ini. Beberapa bentuk soal tes logika antara lain logika umum, analisis pernyataan dan kesimpulan (silogisme), logika cerita, dan logika diagram.

4. Tes Spasial atau Gambar

Jenis soal terakhir dalam tes potensi akademik adalah tes gambar atau spasial. Tujuannya adalah agar bisa menilai daya logika seseorang. Beberapa contoh tes spasial atau tes gambar adalah seri gambar, bayangan gambar, hubungan gambar, pengelompokkan gambar, dan juga identifikasi gambar.

Baca juga: 5 Cara Sukses Lolos SBMPTN Tanpa Ikut Bimbel, Pejuang PTN Wajib Tahu!

Contoh Soal Tes Potensi Akademik (TPA)

Contoh Soal Tes Potensi Akademik (TPA). Sumber: pexels.com

Analogi

Dalam analogi, kamu akan menjawab kumpulan soal TPA mengenai persamaan atau persesuaian antara dua benda yang berlainan. Pada soal kategori analogi biasanya diberikan dua atau lebih kata dan kamu akan diberikan pilihan untuk mencari pasangan dari kata tersebut.

Nah, tips paling penting yang perlu kamu ingat adalah cari tahu dulu apa hubungan dari kata yang ada dalam soal. Berikut contoh soal tes potensi akademik bagian analogi dan pembahasannya.

Soal 1

Gerbong : Lokomotif = … : …

A. Taksi : Pengemudi
B. Kereta : Masinis
C. Pedati : Andong
D. Delman : Kuda
E. Trem : Rel

Pembahasan:

Kata kunci dari kata gerbong dan lokomotif adalah gerbong ditarik oleh lokomotif. Jika dilihat dari pilihan jawaban, pilihan yang juga memiliki kata kunci “ditarik oleh” adalah delman dan kuda karena delman ditarik oleh kuda. Jadi, jawabannya adalah D.

Sinonim

Seperti yang diketahui sinonim merupakan persamaan kata. Jadi, dalam menjawab soal TPA verbal bagian sinonim, kamu perlu tahu apa arti kata dalam soal sehingga bisa memilih kata lainnya yang memiliki makna sama. Berikut contoh soal tes potensi akademik bagian sinonim dan pembahasannya.

Soal 2

Agitasi = …

A. Hasutan
B. Penolakan
C. Rencana
D. Kompromi
E. Konsolidasi

Pembahasan:

Agitasi memiliki arti ajakan; persuasi. Jadi, jawabannya adalah A.

Numerik atau Aritmatika

Di soal ini, kamu pasti akan mikir soal-soal pada tipe ini bakalan susah karena berkaitan dengan matematika. Namun, jangan khawatir, soal numerik pada TPA ini sebenarnya menggunakan konsep matematika dasar yang tidak memerlukan rumus yang ribet dan panjang.

Tapi, saat mengerjakan soal numerik TPA, kamu perlu untuk berpikir kreatif dalam menghitung dan jeli terhadap soal agar tidak mudah terkecoh. Agar dapat gambaran mengenai bagaimana soalnya, berikut kami berikan contoh soal tes potensi akademik dan pembahasannya.

Soal 3

Bilangan ganjil enam angka yang lebih kecil daripada 500.000 dan dibentuk dari semua angka 
2, 4, 5, 6, 8, dan 9 ada sebanyak …

A. 720
B. 360
C. 120
D. 96
E. 24

Pembahasan:

Karena ada 6 angka, maka digambarkan dengan 6 kotak, sebagai berikut:

2

4

3

2

1

2

Untuk membuat bilangan ganjil maka satuannya harus ganjil. Dari angka 2, 4, 5, 6, 8, dan 9, angka ganjil berjumlah dua, yaitu 5 dan 9. Karena bilangan yang akan dibuat tersebut harus lebih kecil daripada 500.000, maka hanya ada dua angka yang digunakan sebagai satuan ratusan, yaitu 2 dan 4.

Setelah itu, tulis sisa angka pada setiap kolom. Ingat, angka 2, 4, 5, 6, 8, dan 9 hanya bisa digunakan sekali dan tidak boleh berulang. Jadi, bilangan ganjil enam angka yang lebih kecil daripada 500.000 dan terbuat dari 6 angka tersebut ada 2 x 4 x 3 x 2 x 1 x 2 = 96. Jadi, jawabannya adalah D.

Baca juga: 7 Hal yang Perlu Dipersiapkan Sebelum Mengikuti SBMPTN

Tips Mengerjakan Tes Potensi Akademik (TPA)

Tips Mengerjakan Tes Potensi Akademik (TPA). Sumber: pexels.com

1. Latihan soal

Meskipun terkesan mudah, Tes potensi akademik adalah jenis tes yang harus dilatih berulang kali. Siapkan waktu beberapa minggu atau beberapa bulan sebelum tes untuk latihan soal. Dengan banyak latihan, kamu akan menemukan trik yang paling sesuai untuk mengerjakan setiap jenis soal. Selain itu, kamu juga bisa mengerjakan waktu yang lebih singkat.

2. Istirahat Sebelum Menjalani Tes

Pastikanlah pikiran dan badanmu fit saat mengerjakan tes. Salah satu tipsnya adalah dengan istirahat yang cukup di malam sebelum tes. Sehingga, kamu bisa lebih berkonsentrasi untuk menjawab setiap soal.

3. Fokus Pada Soal yang Sedang Dikerjakan

Ada banyak soal yang terdapat dalam TPA. Sementara itu, waktu yang tersedia sangatlah sedikit. Oleh karena itu, fokuslah pada soal yang sedang kamu kerjakan. Jangan memikirkan soal yang sudah lewat ketika kamu sudah mulai mengerjakan soal yang baru.

4. Kerjakan Soal Mudah Terlebih Dahulu

Saat membaca soal, kamu harus bisa menilai dengan baik apakah pertanyaan tersebut bisa kamu jawab secara cepat atau tidak. Hindarilah menghabiskan waktu untuk mengerjakan soal yang sulit. Pindahlah untuk mengerjakan soal lain yang lebih mudah terlebih dahulu bila kamu kira itu sulit.

Baca juga: 8 Contoh Soal Psikotes Kerja 2022

Demikianlah penjelasan lengkap dari kami tentang Tes Potensi Akademik. Sekarang, kamu bisa langsung mempraktikan tips di atas agar bisa menjalani TPA secara sukses. Namun, manajemen perusahaan tentu tidak hanya menerapkan tes ini sebagai satu-satunya tes untuk menerima calon karyawan. Terdapat serangkaian proses lainnya yang harus kamu perhatikan dengan baik, mulai dari CV hingga wawancara.

Umumnya kesuksesan pelamar dalam proses seleksi, 70% dipengaruhi oleh keberhasilan dalam wawancara. Mulai dari wawancara dengan HRD, user, hingga manajemen perusahaan dan Direksi. Demi kelancaran dan suksesnya sesi wawancaramu, ada baiknya kamu mencari tahu seluk-beluk dari wawancara dan berlatih dalam course “Sukses Wawancara Kerja: Dari User Hingga Direksi” di Vocasia.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *