Tanggal:21 June 2024
apa itu ipo

Apa itu IPO? Berikut Tujuan, Syarat, Proses, Kelebihan, dan Kekurangannya

Masihkah kamu ingat euforia Gojek Tokopedia yang mulai mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia? Mulai tanggal 11 April 2022 Gojek Tokopedia menawarkan sahamnya kepada masyarakat dengan kode emiten GOTO. Proses inilah yang disebut dengan IPO. Apa itu IPO? IPO adalah singkatan dari Initial Public Offering. Singkatnya, melalui IPO berarti kepemilikan Gojek Tokopedia saat ini adalah publik atau masyarakat Indonesia yang memiliki persentase modal tertanam. Selengkapnya tentang apa itu IPO simak ulasan berikut.

Apa itu IPO atau Initial Public Offering?

IPO adalah

IPO adalah penawaran saham perdana oleh suatu perusahaan kepada publik atau masyarakat luas. IPO memungkinkan masyarakat membeli saham perusahaan sehingga otomatis mendapatkan hak kepemilikan berdasarkan persentase saham yang dibeli.

Perusahaan yang belum IPO atau tertutup, kepemilikan perusahaan hanya dipegang oleh beberapa orang yang biasa disebut sebagai pemegang saham. Masyarakat tidak memiliki akses bebas dan mudah untuk mendapatkan saham perusahaan, kecuali dengan mengajukannya secara langsung.

Baca juga | 7 Keuntungan Perusahaan Go Public

Tujuan Perusahaan Melakukan IPO

Tujuan IPO adalah agar perusahaan memperoleh modal lebih besar dari investor. IPO merupakan salah satu pilihan bagi perusahaan untuk mendatangkan investor baru dan mendapatkan modal besar melalui masyarakat. Modal yang masuk ke perusahaan kemudian akan digunakan untuk mengembangkan bisnis, mulai dari meningkatkan biaya operasional hingga diversifikasi usaha. Perusahaaan dikatakan siap untuk IPO jika telah siap secara material dan finansial. IPO biasanya dilakukan ketika kondisi pasar sedang kondusif dan perusahaan telah mengalami pertumbuhan secara signifikan.

Baca Juga | Investasi: Pengertian, Tujuan, Dan Manfaatnya

Syarat Perusahaan Melakukan IPO

Syarat Perusahaan Melakukan IPO

Proses melakukan IPO tidaklah mudah. Perusahaan yang berencana IPO wajib mendaftarkan perusahaanya terlebih dahulu ke BEI dengan melampirkan berbagai syarat yang harus dipenuhi.

1. Aset

Syarat besar aset yang harus sudah dimiliki oleh perusahaan agar masuk ke papan utama adalah minimal Rp100 miliar setelah dikurangi beban pajak. BEI dapat menilai bahwa dengan nilai aset tersebut perusahaan memang telah berhasil berkembang dan nantinya mampu mengelola aset lebih besar ketika melakukan IPO.

Baca Juga | Apa Itu Money Game? Jangan Sampai Terjebak! Berikut Ciri Dan Cara Mewaspadainya

2. Struktur Organisasi

Syarat ini tidak kalah penting dengan syarat aset. Investor perlu mengetahui struktur organisasi yang jelas dan jajaran direksi yang kompeten sebelum menanamkan modal di perusahaan tersebut. Perusahaan harus mencantumkan struktur organisasinya dalam situs resmi perusahaan untuk memudahkan para investor mencari tahu hal tersebut.

3. Akuntansi dan Keuangan

Akuntansi dan laporan keuangan adalah salah satu cara mengidentifikasi kinerja perusahaan dalam periode tersebut. Perusahaan yang ingin mengajukan IPO harus melaporkan laba dan keuntungan perusahaanya melalui laporan keuangan yang memuat penjelasan terperinci. Laporan ini bisa menjadi daya tarik sekaligus pertimbangan bagi investor dalam melakukan investasi. BEI mungkin akan memasukkannya ke papan utama apabila perusahaan tersebut memiliki potensi yang cukup menjanjikan.

Baca juga | Perusahaanmu Ingin IPO? Berikut Cara-Caranya!

Proses Perusahaan Melakukan IPO

Berikut adalah persiapan awal IPO menurut Panduan Go Publik dari BEI.

1. Pembentukan Tim IPO Internal

Tim IPO internal terdiri atas orang-orang yang memiliki keahlian di bidang keuangan dan legal. Tim inilah yang akan mengurus proses IPO dan menyiapkan kelengkapan dokumen yang diperlukan, khususnya prospektus.

Baca Juga | Apa Itu Volatilitas? Berikut Jenis, Penyebab, Dan Pengaruhnya

2. Pertimbangan Awal

Perusahaan harus memikirkan pertimbangan awal, beberapa diantaranya adalah:

  • Perkiraan dana yang dibutuhkan dari IPO
  • Berapa persentase maksimal kepemilikan saham oleh publik?
  • Apabila perusahaan memiliki banyak anak perusahaan, perusahaan manakah yang akan IPO?
  • Apakah ada permasalahan hukum yang mungkin mengganggu proses IPO?
  • Apakah akan terjadi perubahan struktur manajemen?

3. Penunjukan Profesional Eksternal

Profesional eksternal adalah pihak eksternal yang dipercaya akan membantu perusahaan untuk IPO. Perannya yaitu sebagai penjamin emisi efek, akuntan publik, konsultan hukum, notaris, penilai dan biro administrasi efek.

Baca Juga | Saham Gorengan Berbahaya? Ini Penjelasannya!

4. Mengadakan RUPS dan Perubahan Anggaran Dasar

Rapa Umum Pemegang Saham (RUPS) dan perubahan anggaran dasar dilakukan karena perusahaan harus mendapat persetujuan mengenai hal-hal yang berkaitan dengan IPO dari pemegang saham. Selain itu, perusahaan harus membentuk sekretaris sekretaris perusahaan, audit internal, dan komite audit jikalau belum memilikinya.

5. Mempersiapkan Dokumen IPO

Sesuai dengan yang telah dijelaskan sebelumnya bahwa untuk IPO perusahaan harus menyampaikan Pernyataan Pendaftaran kepada OJK dan Permohonan Pencatatan Saham kepada BEI. Melihat dari prosesnya, ada banyak keputusan yang hanya bisa diambil setelah melalui berbagai tahapan sehingga waktu yang dibutuhkan juga cukup panjang. Namun, proses itu bukanlah sembarang proses karena dilakukan demi keamanan aset yang dimiliki oleh masyarakat.

Baca juga | Divestasi: Pengertian, Tujuan, Metode, Dampak dan Contohnya

Keuntungan Perusahaan Melakukan IPO

1. Mendapatkan Modal Tambahan

Modal IPO adalah dana segar bagi perusahaan, terlebih lagi tidak dibebani dengan bunga. Perusahaan dapat memanfaatkan modal tersebur secara maksimal untuk mengembangkan bisnis.

2. Meningkatkan Citra Produk dan Perusahaan

Perusahaan yang melakukan IPO tentu saja akan menjadi sorotan publik. Liputan-liputan dari media menjadi wadah bagi perusahaan untuk unjuk diri ke masyarakat sehingga citranya juga meningkat. Publikasi dari berbagai media akan meningkatkan exposure produk dan inovasi perusahaan.

Baca Juga | Rekomendasi Robot Trading Terbaik Auto Cuan!

3. Akses Mudah untuk Mendapatkan Pinjaman

Perusahaan yang berhasil memperdagangkan sahamnya pada bursa akan memperoleh kepercayaan lebih dari pihak perbankan. Selain itu, akses perusahaan untuk menerbitkan surat utang baik jangka pendek maupun jangka panjang menjadi lebih mudah. Investor lebih menyukai perusahaan yang dikenal memiliki citra baik untuk pembelian surat utang.

4. Mendapatkan Insentif Pajak

Berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 56 Tahun 2015 tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah Nomor 77 Tahun 2013 tentang Penurunan Tarif Pajak Penghasilan Bagi Wajib Pajak Badan Dalam Negeri Yang Berbentuk Perseroan Terbuka, perusahaan yang melakukan IPO berhak memperoleh penurunan tarif PPh sebesar 5% lebih rendah dari tarif PPh Wajib Pajak Badan Dalam Negeri, sepanjang 40% total sahamnya tercatat dan diperdagangkan di bursa serta memiliki minimal 300 pemegang saham.

Baca juga | Keuntungan Apa Saja Yang Didapatkan Dengan Perusahaan Yang Memilih Untuk Go Public?

Kekurangan Perusahaan Melakukan IPO

1. Membutuhkan Biaya Besar

Proses IPO membutuhkan banyak perhatian. Perusahaan yang siap untuk IPO biasanya masuk golongan perusahaan besar karena memakan waktu dan biaya yang tidak sedikit untuk mengurusnya. Ditambah lagi perusahaan harus membayar biaya untuk administrasi, underwriter, jasa konsultan hukum, notaris, dan berbagai macam biaya sejenis lainnya.

2. Kepemilikan Bersama

Dengan adanya investor publik maka kepemilikan perusahaan tidak lagi dipegang oleh pemegang saham pendiri. Investor umum akan dilibatkan dalam pengambilan keputusan dan menentukan arah perusahaan. Namun, pemegang saham pendiri sebenarnya masih bisa mempertahankan statusnya sebagai pemegang saham pengendali apabila memiliki 50% lebih saham dan memiliki kemampuan serta kebijaksanaan untuk mengelola sebuah Perusahaan Terbuka.

Baca Juga | Definisi Partnership Beserta Cara Kerjanya

3. Terikat dengan Peraturan Pasar Modal

BEI dan OJK menerapkan aturan ketat bagi perusahaan yang sahamnya tercatat dalam bursa. OJK berwenang penuh untuk mencabut izin usaha apabila terbukti perusahaan telah melakukan pelanggaran terhadap peraturan perundang-undangan pasar modal. Regulasi tersebut bertujuan untuk memastikan transparansi informasi kepada seluruh pemegang saham dalam membuat keputusan investasinya.

Demikianlah penjelasan singkat mengenai apa itu IPO, tujuan, syarat, proses, dan keuntungan serta kekurangannya. Melalui IPO perusahaan akan mendapat banyak keuntungan, salah satunya adalah penambahan modal segar. Namun, tantangannya juga besar terlebih lagi perusahaan yang IPO harus taat akan peraturan yang ada. Terlepas dari keuntungan dan kekurangannya, IPO adalah langkah tepat bagi perusahaan yang ingin step up the game di dunia bisnis. Adakah perusahaan IPO yang menjadi sasaranmu untuk menanam modal?

Baca juga | Yuk, Kenali Saham beserta Contohnya!

banner Kursus Online Bisnis Growth Hacking di Vocasia
basic excel training

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *