Tanggal:21 April 2024

10 Cara Mengatasi Hubungan Toxic Pada Pasangan

emosi benci

Sebagian orang tidak sadar bahwa mereka berada dalam hubungan yang toxic. Mereka salah mengira bahwa hubungan yang sedang mereka jalani itu adalah hal yang wajar, dan merupakan bentuk dari perjuangan cinta. Padahal nyatanya tidak, mereka sebenarnya terjebak ke dalam sebuah hubungan yang dinamakan hubungan toxic.

Sebuah hubungan yang sehat idealnya ditunjukkan dari adanya timbal balik dari kedua pasangan. Mulai dari saling menerima, kasih sayang, dan rasa hormat terhadap keputusan yang diambil masing-masing. 

Baca Juga | 5 Ciri Sejati Dari Kebahagian Diri Sendiri, Jangan Jadi Pribadi Yang Menyebalkan Deh! 

Namun dalam hubungan asmara yang dikatakan toxic ini kedua pihak tidak saling mendukung, tidak saling menghormati, dan tidak memiliki kebersamaan. Ketika ada konflik, salah satu pasangan justru berusaha untuk merusak atau merendahkan pasangannya.

Karena seringnya seseorang tidak sadar bahwa dirinya terjebak dalam hubungan toxic, alhasil kesehatan mental mereka pun menjadi terganggu. Tidak sedikit diantaranya pun perlu mendapatkan bimbingan konseling dari psikolog. Untuk itu perlu bagi kamu mengetahui ciri-ciri dari sebuah hubungan yang toxic, sehingga kamu bisa antisipasi untuk menghadapinya.

Ciri-Ciri Hubungan Toxic

Toxic relationship (sumber: Pexels)

Baca Juga | 7 Ciri Rumah Tangga Yang Berbahagia, Apakah Itu Kamu Dan Pasanganmu? 

Hubungan toxic ini sering sekali ditandai dengan ketidakbahagianmu dalam menjalin hubungan dengan pasangan. Pasangan yang toxic cenderung tidak menghargaimu dalam hal apapun. Kamu tidak pernah bisa berkomunikasi dengannya secara baik, sering kali pasangan yang toxic ini memanipulatif atas permasalahan yang terjadi dalam hubungan.

Baca Juga | 5 Tips Agar Tercipta Kehidupan Rumah Tangga Yang Bahagia, Idaman Banget Deh! 

Pasangan yang toxic ini juga biasanya ditandai dengan suka sekali mengatur segala hal dalam hidupmu. Di dalam hubungan ini kamu tidak bisa lagi membuat keputusan yang murni pure darimu. Keputusan dalam sebuah hubungan tentu seharusnya diputuskan oleh pertimbangan kedua pihak, namun dalam hubungan toxic ini keputusan cenderung akan sesuai dengan keinginan si dia.

Tidak hanya dalam bentuk keputusan, pasangan yang toxic biasanya membuatmu tidak leluasa dalam bergaul bersama orang-orang terdekatmu. Sehingga orang terdekatmu jadi tidak menyukainya, namun kamu tetap bertahan dengan atas dalil karena masih cinta.

Selain itu, ciri maupun tanda lain dari hubungan toxic adalah kamu hanya berjuang sendirian. yang artinya pasangan tidak berusaha membuatmu nyaman di dalam hubungan ini. Kamu terus memaklumi perilakunya yang selalu menyakiti hatimu.

Baca Juga | 9 Cara Untuk Terapi Self Healing, Perlu Isolasi Diri? 

Hubungan yang toxic akan menghabiskan energi bagi orang yang mengalaminya. Jika dari tanda di atas kamu mengalaminya dalam hubunganmu, maka penting sekali untuk kamu mengatasi hubungan tersebut agar tidak terus-terusan menyakitimu. Simak 5 cara dibawah ini ya!

5 Cara Mengatasi Hubungan Toxic Pada Pasangan

1. Coba Lihat Apakah Hubungan Masih Bisa Dipertahankan

Hubungan buruk (sumber: Pexels)

Walaupun kamu sangat mencintainya, kamu juga perlu sekali melihat apakah hubunganmu ini masih bisa dipertahankan. Jangan memaksakan dirimu menderita terlalu jauh, kamu perlu namanya untuk bahagia. Kalau dia saja tidak pernah mencoba belajar untuk memahamimu, untuk apa juga kamu pertahankan. Kamu juga bisa melihat ketulusan si dia dalam mencintaimu, jika dia terlalu over mengendalikanmu berarti dia tidak pernah memikirkan caranya membuatmu nyaman. Seseorang yang tulus dalam mencintai dia akan selalu memikirkan bagaimana caranya dia membuatmu bahagia, dan nyaman memiliki hubungan dengan dia.

2. Belajar Mencintai Dirimu Sendiri

Self love (sumber: Pixabay)

Baca Juga | 5 Alasan Pentingnya Self Reward Untuk Diri Sendiri 

Mencintai diri sendiri itu bukan suatu hal yang egois. Kamu penting sekali mencintai diri sendiri agar kamu bisa hidup lebih bahagia dengan fisik maupun mental yang sehat. Mencintai diri sendiri bisa meningkatkan pandangan positif serta menangkal hal-hal yang negatif dari hubungan toxic.

Kamu bisa belajar mencintai dirimu, dengan memahami dan meyakini bahwa apa yang terjadi pada hubunganmu itu bukan salah darimu. Kamu sudah berusaha semaksimal mungkin untuk berjuang mempertahankannya. Jangan bebani dirimu dengan perasaan bersalah, karena kamu akan merasa terus-terusan lelah.

3. Minta Dukungan Dari Orang-Orang Terdekat

Support system (sumber: Unsplash)

Salah satu cara agar kamu bisa mengatasi hubungan toxic ini adalah dengan meminta dukungan dari orang-orang terdekatmu. Mulai dari orang tua, keluarga, dan teman-temanmu. Mereka adalah orang-orang yang siap kapanpun mendukungmu. Karena hubungan yang toxic kamu mungkin menjadi jauh dengan mereka. cobalah perbaiki dulu hubunganmu, mereka pasti akan memahami keadaanmu.

Dukungan dari orang-orang terdekatmu yang akan menjadi kekuatanmu, karena kamu akan merasa sangat dipedulikan, berbeda saat kamu menjalani hubungan yang toxic. Jangankan kamu di beri support atau dukungan dari pasanganmu, kamu justru mendapatkan perlakuan yang tidak baik darinya.

4. Yakin Bahwa Kamu Akan Mendapatkan Pengganti Yang Lebih Baik

Optimis (sumber: Unsplash)

Seseorang yang baik akan menemukan pasangan yang baik pula. Tanamkan kalimat itu di kepalamu, dan yakini bahwa kamu akan menemukan pengganti yang lebih baik dari dirinya. Seseorang yang mencintaimu secara tulus, menghormati, menghargaimu, dan juga selalu berusaha membuatmu bahagia.

Yakin saja seseorang itu akan datang pada waktunya tepat, kamu sudah cukup di uji dengan hubunganmu yang toxic sebelumnya. Nanti pada saat orang tersebut datang, kamu tidak akan menduganya, kemudian kamu akan menyadari bagaimana rasanya dicintai secara utuh. Kamu akan bersyukur untuk itu.

5. Persiapkan Rencana Hidupmu Dan Lupakan Hubungan Toxic Tersebut!

Membuat rencana (sumber: Unsplash)

Kamu harus segera membuat rencana hidupmu, mulailah mengembangkan kemampuan yang ada dalam dirimu. Jadilah pribadi yang percaya diri, dan berani memulai hal-hal baru yang akan menunjang kehidupanmu kedepannya. Mempersiapkan rencana hidup ini juga sebagai bentuk upaya kamu menunggu seseorang yang baru dalam hidupmu, kamu akan melakukan banyak hal yang positif dengan seseorang tersebut. Dan kamu sangat membutuhkan sekali persiapan itu.

6. Berpikir Lagi Sebelum Menjalin Hubungan

Berpikir terlebih dahulu (sumber: Pexels)

Tidak ada salahnya jika kamu memiliki karakteristik tertentu untuk menentukan pasangan nanti. Tapi, perlu dicatat bahwa karakteristik yang dimaksud bukan tentang fisik, ya. Melainkan lebih kepada kepribadian yang dia miliki, seperti sifat penyabar dan tanggung jawab. 

Jadi, saat ada seseorang yang mendekati kamu, kamu sudah punya standar sendiri dan tidak mudah terkecoh oleh penampilannya saja. Ini akan membantumu agar bisa mengontrol diri untuk tidak terburu-buru dalam memilih pasangan dan menjalin hubungan dengan seseorang.

Baca juga: 5 Tipe Love Language Dalam Hubungan, Kamu Yang Mana ? 

7. Menjaga Komunikasi

Menjag akomunikasi (sumber: Unsplash)

Salah satu hal penting dalam suatu hubungan yaitu komunikasi. Hal ini banyak disepelekan oleh beberapa pasangan karena komunikasi hanya sekedar itu-itu saja. Namun, komunikasi adalah kunci langgengnya sebuah hubungan. Dalam hal ini, ada banyak bentuk komunikasi yang bisa dilakukan. Misalnya ketika kamu sedang ada pekerjaan tambahan atau keluar dengan rekan kantor, kamu bisa menghubungi pasanganmu agar dia tahu keberadaan dan keadaanmu. 

Atau semisal kamu ada masalah di kantor, tentu kamu bisa menceritakannya kepada pasanganmu. Entah itu hanya sekedar didengar ataupun bisa memberikan saran, hal ini bertujuan agar tetap adanya rasa saling tahu dan update tentang masing-masing. Jadi walau pasangan memiliki kesibukan sendiri-sendiri ,hubungan yang terhalang oleh sesuatu pun dapat dilalui dengan komunikasi. 

8. Menanamkan Rasa Saling Menghargai dan Percaya

Saling percaya (sumber: Pexels)

Jika suatu saat pasanganmu tidak mengabarimu dalam waktu yang lama atau tidak bertemu dalam beberapa hari maka tidak seharusnya juga kamu berpikir yang negatif tentang dia. Karena mungkin saja ia ada urusan yang memang tidak bisa ditinggalkan. Kamu bisa menanyakan hal itu lain waktu, atau bisa menemui ke tempatnya. 

Sebuah sikap saling menghargai dan percaya merupakan suatu hal yang harus diterapkan dalam suatu hubungan agar tidak menyebabkan toxic relationship. Jika memang pilihan kamu dan pasanganmu berbeda, cobalah untuk berunding terlebih dahulu dan percaya tentang apa yang telah Ia putuskan. Lalu, pastikan juga apakah yang telah ia putuskan secara lisan tersebut konsisten dengan apa yang ia akan lakukan.

Baca juga: 7 Tips Mengatasi Rasa Bosan Pada Pasangan 

9. Menemukan Chemistry

Adanya chemistry (sumber: Pexels)

Hal penting dalam menjalin hubungan yaitu adanya rasa yang saling terhubung antara keduanya. Hal ini biasanya merujuk pada fisik atau pemikiran yang “nyambung”. Adanya chemistry ini dapat membuat pasangan menemukan feel yang sama sehingga memunculkan kecocokan antara keduanya. Jadi, jika memang kamu tidak menemukan kecocokan atau chemistry dengan seseorang, lebih baik kalau kamu tidak melangkah lebih jauh. Hal ini ditakutkan akan menjadi toxic relationship kedepannya.

10. Tidak Terlalu Bergantung Pada Pasangan

Independengt woman (sumber: Unsplash)

Ini perlu kamu catat agar kamu tidak terjebak dalam hubungan yang tidak sehat. Karena toxic relationship bisa saja terjadi apabila kamu terlalu bergantung pada pasangan. Mungkin beberapa orang mengatakan bahwa kamu terlalu bucin dengan pasanganmu. 

Namun jika itu diteruskan, dan kamu tidak memiliki celah sedikitpun untuk mengutarakan apa yang kamu rasakan, maka itu akan menyulitkan dirimu sendiri. Karena sebuah hubungan dibangun oleh dua orang yang keduanya sama-sama boleh berpendapat dan memiliki pendiriannya, Jika hanya salah satu saja yang dominan, maka suatu hubungan tidak bisa berjalan dengan sehat. 

Nah itu dia tadi 5 cara yang bisa kamu lakukan untuk mengatasi hubungan toxic. percaya pada dirimu bahwa kamu bisa terbebas dari hubungan itu. Tetap semangat, semoga bermanfaat. Selamat mencoba!

Edited by Romadhona S.

Menulis Surat Lamaran - Personal Development

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *