Tanggal:30 May 2024

7+ Jenis dan Contoh Kerajinan Bahan Lunak

Foto oleh Natallia Rak: https://www.pexels.com

Membuat kerajinan tangan merupakan kegiatan yang cukup menyenangkan untuk dilakukan pada saat ada waktu senggang; kegiatan ini pun bisa menjadi hobi ataupun ide usaha.

Selain mengembangkan kreativitas dan keahlian dalam membuat kerajinan tangan, kita juga bisa meraup keuntungan dari kegiatan tersebut.

Di masa kini, membuat kerajinan tangan sendiri sering disebut DIY. DIY sendiri merupakan singkatan dari Do It Yourself atau jika kita terjemahkan ke bahasa Indonesia artinya “lakukan sendiri”.

Kata DIY sendiri memang merujuk pada aktivitas membuat, memperbaiki, ataupun memodifikasi sesuatu dengan tangan sendiri tanpa bantuan orang lain. Alhasil, membuat kerajinan tangan merupakan bagian dari DIY. 

Salah satu kegiatan yang dapat kita lakukan di rumah adalah membuat kerajinan tangan dari bahan lunak. Nah, kira-kira apa ya yang dimaksud dengan kerajinan tangan dari bahan lunak.

Oleh karena itu, artikel ini akan membahas apa itu kerajinan tangan bahan lunak, jenis-jenisnya, dan juga beberapa contohnya. Yuk simak artikel ini selengkapnya!

Apa Itu Kerajinan Tangan Bahan Lunak?

Kerajinan tangan bahan lunak sendiri adalah seni keterampilan dalam menciptakan berbagai barang menggunakan bahan yang fleksibel dan mudah untuk dibentuk. Bahan yang bisa olah seperti kain, wol, kertas, kulit, jerami dan juga benda-benda lunak lainnya.

Bahan-bahan lunak ini dapat dibentuk menjadi benda-benda yang unik bentuknya dan juga banyak jenisnya dengan cara dipotong, dijahit, diikat, direkatkan, dilipat, dan juga digulung.

Kerajinan tangan bahan lunak yang biasanya dibuat antara lain adalah kerajinan dari tanah liat, kulit, rotan, kayu, dan juga bahan-bahan lunak lainnya.

Namun, kerajinan tangan bahan lunak terbagi menjadi dua jenis. Pertama ada kerajinan tangan bahan lunak yang berasal dari alam. Lalu kedua ada kerajinan bahan lunak yang bahannya berasal dari buatan manusia. 

Seperti namanya, bahan lunak dari alam merupakan bahan yang asalnya dari alam langsung. Dengan demikian, tidak memerlukan bahan lain jika ingin diolah menjadi sebuah produk seperti tanah liat, rotan, kulit, dan lain-lain.

Sementara itu, bahan lunak buatan adalah bahan yang berasal dari buatan tangan manusia. Contoh bahan lunak buatan adalah sabun, clay, bubur kertas, gips, spons, styrofoam dan bahan lainnya.

Nah, lalu apa saja sih contoh dari kerajinan tangan bahan lunak? Ada beberapa contoh kerajinan tangan yang sering dibuat antara lain sebagai berikut.

  • Kerajinan Tanah Liat

Foto oleh Quang Nguyen Vinh: https://www.pexels.com

Salah satu kerajinan tangan yang sering dibuat adalah kerajinan dari tanah liat. Karena teksturnya yang lunak dan mengeras pada saat dikeringkan, tanah liat menjadi bahan alam yang mudah dibuat menjadi kerajinan. Biasanya tanah liat diubah menjadi pot bunga, guci, piring, gelas, tembikar dan juga barang lainnya.

  • Kerajinan Kulit

Foto oleh Stanislav Kondratiev: https://www.pexels.com

Bahan alam kedua yang sering dijadikan kerajinan tangan adalah kulit. Mulai dari kulit hewan dan juga kulit tumbuhan. Kulit hewan seperti sapi, kambing, buaya, harimau, ular, dan rusa biasanya diubah menjadi dompet, tas, jaket, sepatu dan hal-hal lainnya. Kulit tumbuhan pun juga bisa dijadikan kerajinan contohnya kulit jagung yang bisa dijadikan hiasan bunga.

  • Kerajinan Rotan

Foto oleh Markus Winkler: https://www.pexels.com

Bahan ketiga adalah rotan. Rotan juga sering diolah menjadi barang dengan harga yang cukup tinggi. Alasannya adalah kesulitannya dalam membuat rotan menjadi suatu barang menjadikannya memiliki nilai lebih. biasanya rotan dibuat menjadi kursi, meja, furniture rumah, tas, keranjang, kandang burung ,ataupun ayam, dan banyak lainnya.

  • Kerajinan Kardus

https://www.instagram.com/bumikardus/

Bahan keempat yang dapat dijadikan kerajinan tangan adalah kardus. Kardus bisa memiliki nilai (value) jika diolah dengan baik. Karena kardus mudah didapatkan dan juga didaur ulang, kardus pun bisa memiliki nilai jual. Kardus biasanya diolah menjadi mainan anak, dekorasi, dan juga furniture.

  • Kerajinan Bubur Kertas

https://www.instagram.com/suratsobek.co/

Bahan kelima yang bisa dijadikan sebagai kerajinan tangan adalah bubur kertas. Biasanya kita bisa mendapatkan bubur kertas dari koran, kardus, karton yang sudah tak terpakai dan juga bahan-bahan lainnya yang material dasarnya adalah kertas. Bubur kertas bisa dibentuk menjadi topeng, vas, dan juga kertas daur ulang.

  • Kerajinan Sabun 

Foto oleh Pixabay: https://www.pexels.com

Bahan selanjutnya yang bisa diolah menjadi kerajinan tangan adalah sabun. Selain untuk membersihkan badan, sabun juga bisa diubah menjadi kerajinan seperti suvenir, pajangan, dan juga mainan.

  • Kerajinan Lilin

Foto oleh Pixabay: https://www.pexels.com

Sama dengan sabun, lilin juga bisa dijadikan menjadi kerajinan tangan yang memiliki nilai jual. Salah satu kerajinan lilin yang cukup populer adalah patung lilin tokoh-tokoh yang terkenal di dunia. Biasanya lilin juga dicetak sedemikian rupa agar memiliki tampilan yang menarik.

  • Kerajinan Polymer Clay

Foto oleh Jennifer Murray: https://www.pexels.com

Bahan terakhir yang bisa menjadi bahan kerajinan tangan adalah polymer clay. Clay merupakan tanah liat buatan yang bahan dasarnya adalah polymer polyvinyl chloride (PVC). Polymer clay sendiri dibentuk menggunakan cetakan yang mana pada akhirnya mengeras. Biasanya polymer clay digunakan untuk membuat figur dan juga mainan anak-anak.

Nah, itulah beberapa contoh kerajinan tangan bahan lunak. Untuk sobat yang ingin mencoba membuat kerajinan tangan dan ingin mencoba untuk membuka usaha kerajinan. Kalian bisa mengikuti kelas Vocasia yang membahas “Basic Crochet Untuk Membuat Coin Purse Bagi Pemula“. Di  Kalian bisa mendapatkan tips-tips dan juga materi yang sangat bermanfaat tentang membuat kerajinan rajut. Yuk, buruan daftar dan dapatkan segala benefitnya, langsung KLIK TOMBOL DI BAWAH INI!

kursus pelatihan membuat bisnis pempek vocasia

2 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *