Tanggal:17 June 2024

Negosiasi: Pengertian, Tujuan, dan Jenisnya

Berbagai bidang menuntut kamu mampu melakukan proses negosiasi dengan baik. Negosiasi mampu mendorong tercapainya sebuah tujuan. Termasuk dalam dunia bisnis, seluruh proses di dalamnya tak luput dari negosiasi. Lalu, apa itu negosiasi? Negosiasi adalah sebuah proses tawar-menawar yang dilakukan dengan jalan berunding untuk mencapai sebuah kesepakatan bersama. Kamu berhak melakukan negosiasi atau perundingan dalam memutuskan suatu hal. Negosiasi sangat perlu dilakukan agar kedua pihak merasa adil dalam mencapai sebuah keputusan.

Baca Juga : Tips Negosiasi Dengan Klien

Dalam proses negosiasi tentu saja melibatkan pencapaian tujuan tertentu. Kamu dan pihak lain bisa mengutarakan keinginan dan pendapat secara transparan. Negosiasi pun bisa berjalan tanpa ada batasan apa pun. Kedua pihak memiliki porsi dan hak yang sama dalam ikut andil mencapai sebuah keputusan. Kamu tak perlu risau atau takut menyampaikan keinginan yang hendak dicapai. Begitu pula pihak lawan bicara yang sama-sama memiliki kedudukan setara. Kamu bebas menyampaikan pendapat asal sesuai dengan tata krama dan norma yang berlaku.

Tujuan Negosiasi

1. Mencapai kesepakatan bersama

Ilustrasi Kesepakatan Bersama (pexels)

Tujuan pertama dari negosiasi adalah untuk mencapai kesepakatan bersama. Dalam mencapai kesepakatan bersama, pihak-pihak yang melakukan negosiasi perlu mengutarakan pendapatnya masing-masing. Kesepakatan bersama tersebut akan dicapai secara maksimal saat semua pihak yang terlibat dalam negosiasi saling terbuka. Keterbukaan akan mendorong tercapainya sebuah keputusan secara jelas dan adil. Kamu dan pihak lain haruslah terbuka atau transparan dalam menyampaikan pendapat. Semuanya tertuju pada tujuan yang hendak disepakati kedua belah pihak.

Saat terjadi konflik tentu saja perlu mencari solusi. Dalam hal pencarian solusi haruslah menguntungkan kedua belah pihak. Tak hanya kamu saja, melainkan juga pihak lain. Untuk itu, adanya sikap saling terbuka dan tidak mudah terpancing emosi sangatlah diutamakan. Kamu harus pandai menguasai dan mengendalikan emosional dengan baik. Pada saat terjadi proses negosiasi tentunya menguras banyak tenaga dan pikiran. Kamu harus lebih tenang dalam menghadapi situasi tersebut. Kamu pun harus tetap fokus pada tujuan yang ingin dicapai, ya.

Baca Juga : Langkah-langkah Negosiasi Gaji Saat Interview

2. Mengurangi konflik dan perbedaan

Ilustrasi Memahami Konflik (pexels)

Di dalam sebuah proses negosiasi, pasti ada sebuah konflik dan perbedaan. Hal tersebut adalah hal lumrah yang biasa terjadi. Justru negosiasi adalah upaya dalam penyelesaian konflik dan perbedaan. Mengurangi perbedaan dan konflik adalah salah satu tujuan dari negosiasi. Sebelum negosiasi dilakukan, pihak yang terlibat dalam negosiasi harus saling memahami posisi dari pihak lain. Kamu harus mencoba untuk memahami keinginan serta permasalahan yang ingin dicapai pihak lain.

Selain itu, kamu pun harus memberikan kepercayaan kepada pihak yang dapat diajak negosiasi. Hal tersebut berguna untuk meredam konflik dan perbedaan yang ada di dalam proses negosiasi. Saat melakukan negosiasi, fokuslah pada poin-poin penting yang ingin disampaikan. Hindari menggunakan bahasa yang terkesan basa-basi dan kurang menyentuh tujuan negosiasi. Kedua pihak harus memastikan penyelesaian perbedaan dan konflik dalam negosiasi yang dilakukan berjalan dengan sehat.

Baca Juga : Tips Menghilangkan Rasa Gugup Saat Berbicara

3. Saling menguntungkan berbagai pihak

Ilustrasi Menguntungkan Kedua Pihak (pexels)

Tujuan negosiasi yang sangat penting adalah pihak yang ikut bernegosiasi saling mendapat keuntungan. Saling menguntungkan hanya akan dicapai saat aktivitas negosiasi berada pada titik menemukan win win solution. Untuk mencapainya, kesepakatan bersama dan semua perbedaan harus berada pada genggaman. Seluruh kesepakatan harus dilandasi dengan pandangan tujuan yang sama. Kamu menang dan pihak lain pun harus menang. Artinya, tujuan kamu tercapai, namun tetap memperhatikan tujuan dari pihak lain supaya saling menguntungkan.

Hal itu akan membuat rasa kepercayaan saling terbangun. Kerja sama pun dapat mulai dijalankan. Negosiasi pada hakikatnya tidak hanya mencapai sebuah kesepakatan, loh. Tetapi, melakukan kerja sama yang akan saling menguntungkan semua pihak juga tak kalah penting. Fokus pada tujuan dan tetap memperhatikan norma-norma yang berlaku. Kamu pun harus mempertimbangkan risiko-risiko yang kemungkinan muncul di tengah proses negosiasi. Manajemen risiko sangatlah dibutuhkan dalam proses tersebut. Kamu hendaknya mengevaluasi risiko kelemahan yang mungkin terjadi saat proses negosiasi berlangsung.

Baca Juga : Partnership

Jenis Negosiasi

1. Jumlah pihak yang terlibat atau negosiator

Negosiasi yang dilihat dari pihak yang terlibat atau jumlah negosiator dapat dibedakan menjadi dua pihak. Dibedakan menjadi negosiasi pihak penengah dan negosiasi tanpa pihak penengah. Negosiasi yang dilakukan dengan pihak penengah umumnya dilakukan oleh dua atau lebih negosiator. Dalam proses negosiasi terdapat pihak lain yang akan meluruskan permasalahan dan keputusan saat ada yang melenceng. Negosiasi ini bersifat netral. Sedangkan negosiasi tanpa pihak penengah adalah kegiatan negosiasi yang dilakukan tanpa membutuhkan bantuan dari pihak penengah. Negosiasi ini umumnya hanya terjadi pada dua pihak saja. Namun, tetap memperhatikan nilai-nilai sosial dan sikap kesopanan saat melakukan negosiasi.

Baca Juga : Terjebak Menjadi Generasi Sandwich

2. Situasi yang ada

Jenis negosiasi selanjutnya adalah negosiasi berdasarkan situasi. Proses negosiasi ini dibagi menjadi dua jenis. Negosiasi formal dan negosiasi non formal. Negosiasi formal adalah kegiatan negosiasi yang dilakukan untuk mendapatkan sebuah kesepakatan. Caranya kamu perlu menempuh dengan jalur hukum. Jalur hukum bisa diambil lantaran semuanya jelas berdasarkan pedoman hukum yang berlaku. Sedangkan negosiasi non formal adalah jenis negosiasi yang dapat dilakukan di mana saja. Negosiasi ini tidak memerlukan jalur hukum. Kamu diberi kebebasan untuk menentukan keputusan bersama secara mandiri tanpa bantuan hukum. Biasanya, negosiasi ini hanya melibatkan aturan sosial atau norma yang berlaku saja.

Baca Juga : Tips Agar Tetap Produktif Saat WFH

3. Keuntungan dan kerugian

a. Negosiasi kolaborasi

Jenis negosiasi kolaborasi adalah negosiasi yang melibatkan semua pihak. Semua pihak dalam bernegosiasi akan menyuarakan keinginan serta pendapatnya. Hal itu akan menjalin kolaborasi keinginan dan kepentingan. Selain itu, negosiasi jenis ini juga digunakan untuk mendapat solusi yang terbaik. Kamu dan pihak lain bisa berkolaborasi bersama dalam mencapai sebuah kesepakatan. Tentunya akan menimbulkan kesan damai dan nyaman saat terjadi negosiasi.

b. Negosiasi dominasi

Sesuai dengan namanya, jenis negosiasi ini akan menguntungkan salah satu pihak saja. Sementara pihak lainnya tidak akan mendapat banyak keuntungan seperti pihak sebelumnya. Negosiasi dominasi sepatutnya tidak kamu lakukan dalam proses pencarian jalan keluar. Kamu juga harus bisa mendengar keinginan dan pendapat pihak lain, ya. Oleh karena itu, negosiasi dominasi cenderung digunakan oleh pihak-pihak yang mempunyai kekuasaan saja.

c. Negosiasi akomodasi

Untuk negosiasi akomodasi, seluruh pihak yang ikut melakukan negosiasi hanya mendapat keuntungan sedikit. Bahkan, hal ini akan membuat pihak lawan mendapat keuntungan yang terbilang banyak. Pasalnya seluruh layanan atau operasional ditanggung oleh salah satu pihak. Sedangkan pihak satunya diberi kebebasan setengahnya saja.

Baca Juga : Inila Cara Efektif Meningkatkan Skill Negosiasi

d. Negosiasi lose lose

Negosiasi lose lose adalah negosiasi yang dilakukan untuk menghentikan konflik. Artinya, negosiasi ini dilakukan untuk tidak melanjutkan sebuah konflik maupun konflik yang baru. Setiap pihak yang ikut dalam negosiasi akan memilih untuk menyelesaikan masalah yang ada secara baik atau menggunakan kepala dingin. Oleh karena itu, negosiasi ini dinamakan lose-lose untuk menghindari konflik semakin merebak.

Nah, itulah penjelasan mengenai proses negosiasi. Pahami lebih dulu pengertiannya, ya. Negosiasi sangat penting dilakukan agar kamu memperoleh kesepakatan dua pihak. Kamu pun bisa mempelajari jenis dan tujuannya masing-masing. Selamat belajar!

banner Kursus Online Bisnis Growth Hacking di Vocasia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *