Tanggal:24 June 2024

Apa Itu Schema Markup? Arti, Jenis dan Pentingnya untuk SEO

Schema Markup adalah kode yang bisa kamu pasang pada website dengan tujuan untuk membantu mesin pencari agar dapat menemukan hasil pencarian yang lebih informatif pada website yang kamu kelola. Dengan mengoptimasi schema markup dapat berpotensi meningkatkan rasio klik tayang atau CTR (click through rate).

Dengan adanya schema, semua mesin pencari bisa mengetahui informasi apa saja yang ada di dalam konten suatu konten website. Schema juga mempermudah cara kerja mesin pencari, yaitu ketika melakukan crawl dan mengindeks website. Mesin pencari memiliki kemampuan membaca HTML. Namun, jika informasi yang disediakan sangat kompleks. Mesin pencari akan membutuhkan waktu yang lebih lama untuk mengolahnya.

Nah, artikel ini akan membahas lebih dalam mengenai apa itu schema markup mulai dari pengertian, jenis, dan fungsinya.

Apa itu Schema Markup?

Schema markup adalah kode yang kamu bisa pasangkan atau tempelkan pada website dengan tujuan untuk membantu mesin pencari dalam menentukan hasil yang lebih informatif pada website yang kamu kelola.

Kode ini digunakan agar situsmu bisa menampilkan informasi singkat namun informatif di SERP (search engine result page) atau halaman hasil pencarian, khususnya Google. Dengan schema markup, hasil pencarian Google bisa menampilkan informasi yang memang dicari dan dibutuhkan pengguna. Dengan demikian, proses mereka menemukan informasi yang diinginkan bisa lebih cepat dan akurat.

Schema markup membuat mesin pencari bisa mengetahui apa arti dari data yang kita miliki, bukan hanya sekadar membacanya.

Jenis-jenis Schema Markup

1. Organization Schema Markup

Tipe schema markup ini adalah salah satu yang familiar bagi kebanyakan orang. Ketika mencari suatu perusahaan atau brand yang cukup terkenal, biasanya hasil pencarian akan menampilkan hasil yang detail.

Google mampu menampilkan informasi-informasi inti yang penting mengenai perusahaan tersebut dalam schema markup ini, seperti nama perusahaan, lokasi, informasi kontak, dan media sosial resminya.

2. Schema Person Markup

Jenis schema markup ini adalah salah satu jenis schema markup yang ditampilkan pada bagian kanan halaman hasil pencarian. Biasanya, kita bisa menemukan informasi-informasi penting tentang sosok terkenal tersebut, seperti nama, tanggal lahir, edukasi, dan bahkan deskripsi singkat tentang pencapaiannya selama ini.

3. Schema Local Business Markup

Tipe schema local business markup ini sangat penting bagi perusahaan maupun bisnis. Dengan memaksimalkan pengguna schema markup ini, konsumen bisa dengan mudah menemukan informasi tempat cabang, nomor teleponnya, dan lain-lain. Bahkan konsumen bisa mengetahui rating serta jam operasionalnya. Jika mereka butuh informasi lebih dari yang tertera, ada pula tempat untuk bertanya secara bebas.

4. Schema Product and Offer Markup

Schema markup jenis ini adalah yang umum digunakan untuk menjual sebuah barang atau jasa. Informasi yang ditampilkan adalah harga dan apakah stok masih ada, selain deskripsi singkat tentang apa produk yang ditawarkan.

5. Breadcrumbs Markup

Breadcrumbs markup merupakan link yang menunjukkan jejak halaman-halaman yang dilalui untuk mencapai halaman sekarang ini. Dengan begitu, pengunjung situsmu bisa mengetahui dengan jelas dari mana datang dan dimana ia sekarang. Hal kecil ini bisa mengurangi bounce rate dengan cukup signifikan.

6. Schema Article Markup

Schema article markup adalah yang menampilkan artikel berita yang paling relevan dengan apa yang kita cari. Biasanya, ini digunakan oleh situs berita atau blog. Yang ditampilkan dalam schema markup ini yaitu judul berita, foto atau video yang dimuat dalam artikel tersebut, situs mana yang menerbitkannya, serta waktu publikasinya, misal 1 jam yang lalu.

7. Schema Video Markup

Jika situsmu memuat sebuah video yang ingin ditampilkan ketika orang memasukkan kata kunci pencarian yang tepat, maka gunakanlah video schema markup. Dengan demikian, Google atau mesin pencari lainnya akan menampilkan schema markup meliputi thumbnail video, durasinya, serta deskripsi video tersebut.

8. Recipe Markup

Biasanya, jenis schema markup ini digunakan situs-situs yang memuat cara memasak. Schema untuk hal ini bersifat khusus karena memuat informasi spesifik mengenai berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk memasaknya serta jumlah kalorinya.

9. Event Schema Markup

Event schema markup adalah jenis markup yang menunjukkan informasi lengkap mengenai suatu event, seperti konser, webinar, festival, dan lain-lain.

Umumnya, kamu bisa melihat tanggal, lokasi, serta harga tiketnya.

Baca juga| Apa Itu Padding? Pengertian, Fungsi Dan Cara Penulisannya

Pentingnya Schema Markup

Setelah menambahkan kode ke dalam website, schema markup menghasilkan deskripsi yang memuat informasi terperinci. Deskripsi ini nantinya muncul di mesin pencari dan berisikan rating atau peringkat, ulasan, harga, dan informasi lainnya yang ingin ditampilkan. Meskipun terkesan sepele, jika dikombinasikan dengan SEO, schema org bisa memberikan hasil yang memuaskan.

Fokus utama SEO adalah memperbaiki serta memperbaharui kuantitas dan kualitas trafik yang datang ke suatu website melalui hasil pencarian organik di mesin pencari. Schema atau structured data akan jadi salah satu tool terbaik untuk menghasilkan pencarian organik dan memperbanyak trafik.

Schema markup akan menampilkan informasi konteks dari suatu konten. Dengan menambahkannya ke bagian tertentu pada website, mesin pencari bisa dengan mudah mengenali dan mengetahui apa saja yang dibahas atau disampaikan oleh konten yang kamu buat. Popularitas konten pun meroket dan semakin banyak orang yang datang dan mengakses website yang kamu kelola.

Baca juga| LSI Keyword: Pengertian Hingga Cara Menemukannya Lengkap

Image: Freepik

Tips Menerapkan Schema Markup

Berikut adalah beberapa tips dalam menerapkan schema markup untuk website yang kamu kelola.

1. Temukan Schema yang Umumnya Digunakan

Schema.org telah menyediakan list jenis-jenis schema markup umum yang dapat digunakan. Dari sini, kamu dapat mengunjungi halaman organisasi schema. Setelah itu cobalah cari tahu schema apa yang paling cocok untuk diterapkan pada website yang kamu kelola.

2. Gunakan Semua Schema yang Dibutuhkan

Seperti yang telah dibahas pada pembahasan di atas, terdapat beberapa jenis schema markup yang bisa dipilih. Untuk mendapatkan daftar lengkapnya, kamu dapat mengunjungi The Type Hierarchy. Daftar master ini dapat menyediakan sebagian besar jenis markup yang tersedia.

3. Semakin Banyak Markup Semakin Baik

Petunjuk yang diberikan oleh schema.org telah menjelaskan bahwa semakin banyak konten yang kamu markup, akan semakin baik. Ketika kamu mulai memahami berbagai jenis item ini kamu dapat melihat seberapa banyak halaman website yang dapat kamu markup.

Perlu diingat juga mengenai disclaimer, bagaimanapun kamu harus menandai hanya pada konten yang terlihat oleh orang-orang yang mengunjungi halaman website dan bukan konten di suatu div tersembunyi atau elemen halaman tersembunyi lainnya.

Artinya untuk membangun schema markup yang baik, maka kamu perlu memasang kode schema markup tersebut kepada halaman-halaman yang biasa dikunjungi oleh pengunjung dan bukan di halaman yang disembunyikan seperti halaman login member, halaman, member, dan sebagainya.

Baca juga| Internal Link: Panduan Lengkap Untuk Optimasi SEO

Nah, itu dia informasi mengenai schema markup yang bertujuan untuk membantu mesin pencari agar dapat menemukan hasil pencarian yang lebih informatif pada website yang kamu kelola. Selain itu, jika kamu mengoptimasi schema markup ini dapat berpotensi meningkatkan rasio klik tayang atau CTR (click throught rate)

Kursus digital marketing
Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *