Tanggal:21 May 2024

Time To Market (TTM): Apa Itu, Jenis dan Strateginya

Time to market adalah lamanya waktu yang tim produk perusahaan butuhkan untuk menyelesaikan berbagai tugas selama pengembangan produk. Istilah time to market atau TTM mungkin sudah tidak asing di telinga sebagian besar tim strategi produk atau jasa bisnis. Konsep ini sering digunakan selama mengembankan produk atau layanan baru dan pengembangan fitur baru dari produk yang sudah ada.

Seiring berkembangnya tren perilaku pelanggan di tengah transformasi digital yang memengaruhi berbagai niche bisnis. Time to market penting bagi kesuksesan pengembangan bisnis dalam menciptakan produk yang berkualitas terbaik untuk konsumennya dan mencapai lini pasar potensial.

Time to market membuat siklus hidup manajemen bisnis akan tetap optimal dan membantu perusahaan dapat meraih pendapatan sebanyak-banyaknya serta dapat menyampaikan brand value terbaik di depan pelanggan potensial dengan lebih cepat.

Nah, dalam artikel ini akan menjelaskan secara lengkap seputar pengertian time to market dan praktik mengoptimalkannya.

Apa itu Time to Market?

Time to market adalah lamanya waktu yang tim produk perusahaan butuhkan untuk menyelesaikan berbagai tugas selama pengembangan produk. Mulai dari riset produk, perencanaan dan ideasi produk, hingga produk siap diluncurkan atau dipasarkan ke target pelanggan.

Tidak hanya itu, time to marketing juga bisa menjadi KPI atau indikator performance appraisal perusahaan dalam menilai seberapa cepat dan efektifnya waktu yang tim produk habiskan untuk membuat hingga memasarkan produk yang menghasilkan profitabilitas tertinggi.

Time to marketing juga termasuk ke dalam matrik bisnis yang mengukur performa bisnis perusahaan selama mengembangkan produk baru yang umumnya membutuhkan banyak waktu dan sumber daya yang berharga.

Pentingnya Time to Market untuk bagi Bisnis

Kebanyakan perusahaan percaya bahwa dengan pemahaman time to market yang optimal akan membantu terciptanya pengalaman pengembangan yang lebih efisien untuk tim produk.

Melalui upaya meminimalisir waktu yang diperlukan untuk meluncurkan produk ke publik. Perusahaan berkesempatan memberikan value produk yang berkelanjutan kepada pelanggan serta membantu pengalaman pelanggan dan hubungan yang lebih kuat dengan pelanggan.

Di sisi lain, ketika tim produk meningkatkan time to market, maka perusahaan dapat:

  • Memberikan product value kepada pelanggan dengan lebih cepat. Hal ini akan memengaruhi peningkatan kepuasan pelanggan.
  • Membuat alur kerja dan proses bisnis lebih efisien dan mudah diselesaikan.
  • Memaksimalkan biasa operasional bisnis dan COGS demi ROI terbaik.
  • Membantu perusahaan mendapatkan keunggulan kompetitif pada setiap operasional bisnisnya. Hal ini akan berdampak pada perolehan aliran pendapatan atau cash flow yang lebih cepat.
  • Membangun employee engagement, employee relations, dan budaya kerja tim produk yang lebih solid dan kolaboratif.

Baca juga| Traction: Pengertian, Fungsi, Dan Indikator

Image: Freepik

Jenis-jenis Time to Market

Ada berbagai jenis time to market yang bergantung pada elemen tertentu dari cycle time yang akan ditingkatkan. Nah, berikut adalah beberapa jenis-jenis time to market yang perlu diketahui:

  • Berbasis kecepatan (Speed)

Jenis ini merupakan time to market yang paling populer dan difokuskan untuk mencapai segmentasi pasar terlebih dahulu di atas segalanya.

  • Berbasis keandalan (Agility)

Time to market jenis ini membuat perusahaan berfokus pada kemampuan untuk mengubah atau meningkatkan fitur suatu produk dengan lebih cepat. Tanpa memengaruhi jadwal peluncuran produk yang telah ditentukan sebelumnya.

  • Dapat diprediksi (Predictability)

Merupakan jenis time to market yang penting bagi jenis industri, mulai dari proses produksi hingga pengiriman produk bergantung pada musim atau hari besar tertentu. Misal, peringatan Hari Raya Idul Fitri atau Natal.

Baca juga| Mengenal Field Marketing Dalam Bisnis

Image: Freepik

Strategi Mengoptimalkan Time to Market

Agar manfaat-manfaat time to market bisa dirasakan dengan maksimal, tim produk harus menerapkan beberapa strategi berikut ini.

1. Sederhanakan Proses Pengembangan

Pada dasarnya, upaya mengoptimalkan time to market membutuhkan pemahaman yang komprehensif tentang berbagai bagian product insight yang terlibat dalam proses pengembangan produk serta sumber daya yang diperlukan untuk menyelesaikannya. Oleh karena itu, sangat penting untuk mengumpulkan stakeholder utama bisnis dan bersama-sama mengidentifikasi potensi area peningkatan atau tempat dalam siklus hidup pengembangan yang biasanya mengalami permasalahan atau penundaan.

2. Tetapkan Tujuan Bisnis dan KPI yang Dapat DIcapai

Sejalan dengan kegunaannya yang telah sebelumnya dijelaskan, perusahaan perlu membuat tujuan bisnis dan KPI yang mewakili pengembangan produk. Dengan demikian, perusahaan tidak akan hanya melihat dampak perubahan pada berbagai proses produksi, namun juga memperlihatkan kesuksesan pertumbuhan bisnis.

3. Buat Product Roadmap

Strategi selanjutnya adalah dengan membuat product roadmap atau kerangka yang memberikan gambaran tentang arah pengembangan suatu produk. Terlebih pada setiap produk baru yang umumnya memiliki kebutuhan sumber daya, jadwal, dan biaya yang berbeda satu sama lain.

Tim produk perlu membuat product roadmap dengan product classification yang jelas. Sehingga perusahaan dapat memprioritaskan tugas secara efektif dan memberikan visibilitas yang baik kepada tim perusahaan lainnya. Selain itu, product roadmap juga membantu perusahaan melacak semua tugas terkait proyek yang berbeda, statusnya saat ini, dan berapa lama waktu yang tim butuhkan untuk menyelesaikannya.

Agar aktivitas tersebut dapat terlaksana dengan lebih efisien, gunakan platform project manager untuk mengatur berbagai kebutuhan proyek dan menyimpan segala catatan product roadmap untuk dianalisis setelah proyek selesai.

4. Membuat Minimum Viable Product (MVP)

Setiap perusahaan dari kalangan startup atau perusahaan besar pastinya ingin mengembangkan produk yang berkualitas terbaik untuk konsumennya. Namun, jika bisnis terlalu lama merencanakan produk di samping tren konsumen yang terus bergerak, bisnis akan berisiko kehilangan peluang pangsa pasar bisnis yang memengaruhi kualitas time to market perusahaan.

Sebaiknya tim produk mempertimbangkan untuk membuat Minimum Viable Product (MVP) terlebih dahulu. Minimum viable product adalah versi sederhana dari produk yang memiliki fitur berdaya guna tinggi dan mewakili value utama dari produk. Dengan kata lain, MVP adalah produk yang dapat digunakan, dapat diandalkan, dan memerhatikan kebutuhan pelanggan meskipun masih dalam versi sederhana.

5. Bangun Workflow yang Jelas

Ketika banyak tugas yang perlu tim produk selesaikan selama membangun produk baru. Maka manajer perusahaan perlu mengefisienkan time to market dengan membuat alur kerja yang terdefinisi dengan baik. Tujuannya untuk membantu setiap anggota tim perusahaan dapat menyelesaikan pekerjaannya dengan pemahaman yang kongkrit tentang apa yang harus dilakukan selama proses pengembangan produk.

Baca juga| Minimum Viable Product Adalah: Manfaat Dan Karakteristik

Nah, itu dia penjelasan mengenai time to market yang perlu kamu ketahui. Intinya, kesuksesan bisnis tidak hanya dipengaruhi oleh keberadaan produk atau layanan yang memiliki kualitas baik. Namun juga, dari strategi bisnis dalam memasarkan brand atau branding di depan pelanggan potensial.

banner Kursus Online Bisnis Growth Hacking di Vocasia
Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *