Tanggal:22 June 2024

Travel Budget: Cara Mengatur Dana Travelling Agar Tidak Boncos

Cara mengatur travel budget (Sumber: Pixabay)

Siapa, sih, yang tidak suka travelling? Atau, siapa yang gak kepingin untuk jalan-jalan keliling suatu tempat yang memang menarik untuk dikunjungi? Iya, travelling merupakan salah satu kegiatan yang banyak diminati orang orang untuk menghela nafas sebentar dari kegiatan atau pekerjaan sehari-hari yang memang melelahkan. Biasanya, travelling ini sudah direncanakan destinasinya. Namun, ada satu kendala yang dialami oleh seseorang ketika berniat untuk travelling yaitu mengatur keuangan.

Oleh karena itulah, rencana traveling biasanya disusun jauh-jauh hari agar bisa menyesuaikan dengan budget yang telah dikumpulkan. Karena, tidak bisa dipungkiri bahwa traveling memang membutuhkan budget yang cukup besar dan kemungkinan akan digunakan untuk biaya transportasi, akomodasi, konsumsi, tiket masuk ke suatu wisata, budget untuk jalan-jalan, dan juga budget untuk membeli oleh-oleh.

Baca juga:

Mengatur budget untuk travelling sebenarnya gampang-gampang susah. Susahnya karena belum mengetahui cara mengatur keuangan dengan baik dan stabil, ditambah lagi banyaknya kebutuhan mendesak yang harus didahulukan. Hal ini mengakibatkan keuangan tidak bisa terkumpul maksimal untuk travelling. Namun, mengatur budget traveling bisa dibilang mudah karena sudah bisa mengalokasikan keuangan sesuai kebutuhan.

Cara Mengatur Dana Travelling Agar Tidak Boncos

Dalam artikel ini, kita akan membahas tentang cara mengatur budget agar travelling bisa terlaksana sesuai rencana dan tentunya tidak menguras kantong terlalu dalam.

Menentukan Destinasi 

Menentukan tujuan (sumber: Unsplash)

Hal yang pasti harus kamu tentukan pertama kali yaitu menentukan kemana kamu akan jalan-jalan. Destinasi inilah yang selanjutnya akan mempengaruhi pengaturan keuanganmu. Misalnya, kamu ingin traveling ke destinasi alam yang aksesnya masih susah untuk dilalui dengan kendaraan umum. Jadi, kamu harus mendetailkan tempat tersebut serinci mungkin untuk berjaga-jaga jika adanya biaya tambahan untuk sampai ke destinasi tersebut.

Menentukan tempat liburan yang pasti, juga bertujuan agar kamu lebih fokus saat mengumpulkan budget. Karena jika tujuanmu belum tentu, maka kamu akan bingung hasil tabungan travelling akan dialokasikan ke mana dan untuk apa saja. 

Mengatur Waktu Travelling

Menentukan waktu traveling (sumber: Unsplash)

Yang kedua yaitu mengatur waktu kapan kamu akan jalan-jalan. Di saat, uang dari penghasilanmu telah terkumpul namun kamu belum memiliki waktu untuk travelling, maka kamu bisa mengecek lagi kalender untuk mencocokkan dengan kegiatanmu yang lain. Misalnya memanfaatkan jatah cuti kerja untuk travelling. Situasi ini membuatmu harus mengecek ulang kalender dengan destinasi yang akan kamu tuju  apakah sudah sesuai atau belum. Jika belum, kamu harus mencari waktu lagi agar bisa travelling. Contohnya, saat akhir tahun atau saat ada momen tanggal di mendekati akhir pekan.

Tapi, kamu harus mengecek lagi jika memang ingin traveling di waktu-waktu krusial seperti akhir tahun atau tanggal merah. Karena pada hari-hari itu, tentu banyak sektor yang membuat harga semakin naik seperti tiket transportasi, ataupun penginapan.

Baca juga: Tertarik Berbisnis Travel? Simak Dulu 5 Tips Ini!

Membuat Anggaran Dengan Nominal Tinggi 

Membuat anggaran di atas rata-rata (sumber: Unsplash)

Kamu telah memilih tempat dan waktu untuk kamu bisa travelling. Langkah selanjutnya yaitu pada saat itu juga kamu harus memiliki anggaran keuangan yang akan kamu kumpulkan. Rencana keuangan ini harus lebih tinggi daripada hasil riset tentang destinasi yang akan dituju. 

Hal ini berguna untuk mengantisipasi adanya kenaikan harga saat traveling. Misalnya, biaya transportasi makan hingga penginapan yang sewaktu-waktu bisa berubah harga. Jadi, alangkah lebih baik jika kamu menetapkan rencana keuangan yang lebih tinggi agar saat liburan kamu tidak mengeluarkan dana yang over budget.

Hindari Promo yang Tidak Sesuai Dengan Tujuan Travelling 

Promo yang tidak sesuai destinasi (sumber: Unsplash)

Ketika kamu telah menentukan tujuan travelling, maka setelah itu kamu harus pintar menjaga iman agar rencana travelling tidak beralih ke tempat lain. Karena suatu saat, kamu mungkin saja mendapat godaan dengan adanya harga tiket transportasi yang sedang ada promo. Misalnya, suatu maskapai sedang yang ada promo tiket murah ke destinasi tertentu, godaan inilah yang bisa saja membuatmu malah menginginkan perjalanan tersebut dan tidak melanjutkan rencana travelling sebelumnya. 

Sebaiknya, kamu tidak tergiur oleh promo ini karena bisa saja kamu mendapatkan tiket tersebut sebelum tabunganmu terkumpul semua. Selain itu, kamu memang telah mendapatkan harga tiket transportasi yang murah. Tetapi ingat, harga tiket transportasi murah yang kamu dapatkan tidak berarti kamu akan mendapatkan harga penginapan dan tiket wisata yang murah juga. 

Baca juga: 5 Rekomendasi Fashion Untuk Liburan Ke Pantai, Check!

Membuat Biaya Total Sesuai Destinasi yang Dituju 

Merancang biaya (Sumber: Unsplash)

Membuat biaya total yang dimaksud disini adalah kamu membuat anggaran kasar tentang biaya pengeluaran yang akan kamu gunakan saat liburan. Seperti jenis transportasi apa yang akan kamu gunakan, biaya penginapan dan juga biaya konsumsi. Untuk membuat biaya total ini, kamu bisa mencari referensi di internet ataupun dari orang-orang yang sudah pernah berlibur ke destinasi yang   dituju. Sebaiknya, membuat biaya total ini berbentuk sebuah list agar kamu lebih mudah untuk mengaturnya.

Seperti biaya transportasi, mulai dari penerbangan, keberangkatan kereta, atau lain-lainnya. Lalu membuat list penginapan yang akan digunakan. Sebelum kamu memilih tempat menginap, sebaiknya melakukan riset terlebih dahulu tentang harga dan fasilitas yang ada di penginapan tersebut, sehingga kamu bisa meng komparasi dan menyesuaikan dengan budget.

Menetapkan Rentang Waktu Menabung 

Membuat timeline traveling (sumber: Unsplash)

Setelah kamu memilih destinasi dan jumlah biaya yang dibutuhkan selama liburan, berarti kamu harus memiliki rentang waktu sampai biaya tersebut terpenuhi. Misalnya, jika memang ingin berlibur di akhir tahun maka biaya traveling harus mulai dicicil di awal tahun sebelumnya. Atau bisa dimulai kapan saja tergantung dengan seberapa besar nominal yang akan ditabung untuk travelling.

Menabung bisa dimulai dengan jumlah yang cukup besar di awal, sehingga untuk menabung di waktu selanjutnya tidak begitu merasa terbebani, apalagi jika ada tanggungan lainnya.

Membuat Rekening Khusus

Membuat rekening khusus (sumber: Unsplash)

Sebenarnya hal ini tidak harus dilakukan selagi bisa mengatur keuangan dan kebutuhan lain dengan seimbang. Namun untuk berjaga-jaga, membuat rekening khusus untuk tabungan travelling juga tidak ada salahnya.

Hal ini bertujuan agar biaya travelling tidak tercampur dengan kebutuhan lain sehingga jumlahnya tidak berkurang. Selain itu, kamu juga dapat memantau perkembangan jumlah tabungan untuk travelling apakah sudah cukup atau belum.

Mengelompokkan Keuangan Saat Liburan Berjalan 

Pengelompokan pengeluaran (Sumber: Pexels)

Saat travelling, biaya pengeluaran perlu dikelompokkan untuk berbagai keperluan agar lebih mudah untuk mengaturnya. Seperti biaya untuk konsumsi, biaya transportasi, dan juga biaya untuk oleh-oleh atau keperluan lain. Pengelompokan ini berguna agar travelling tidak memakan budget yang terlalu banyak dari perkiraan, dan juga agar kita bisa menghitung kisaran harga yang ada di di daerah tersebut.

Baca juga: 

Membuat Kegiatan Selama Liburan 

Membuat bucket list (sumber: Pixabay)

Saat kamu sudah menginjakkan kaki di stasiun, bandara, atau bahkan penginapan tempatmu berlibur, maka kamu secara tidak langsung sudah melihat keadaan tempat tersebut walau hanya sebentar. Saat telah di penginapan, kamu bisa mengatur rundown harian selama liburan. Misalnya pada saat hari pertama kedatangan, kamu memilih untuk istirahat dulu di penginapan. Baru besok paginya kamu mulai ke tempat yang terkenal di daerah itu, lalu wisata kuliner di siang hari, dan ditutup dengan berkeliling daerah tersebut di malam hari. 

Sebenarnya ini hal sepele, tapi jika kamu telah membuat rencana atau rundown harian selama kamu liburan, maka kamu akan memiliki patokan untuk menyesuaikan budget liburanmu. Tapi, jangan merasa terkekang ya dengan adanya random tersebut karena kamu bisa saja secara random mengunjungi tempat di luar bucket list.

Menyiapkan Dana Darurat di Tempat yang Berbeda 

Adanya dana darurat (Sumber: Pexels)

Meskipun kamu di awal sudah membuat anggaran yang nominalnya tinggi, kamu juga tetap harus menyediakan dana darurat untuk sewaktu-waktu jika ada masalah atau range harga yang berubah dengan keuangan yang sudah kamu rencanakan. Hal ini bisa saja berguna jika semisal untuk menuju destinasi tersebut, dibutuhkan biaya tambahan yang memang tidak ada di sumber referensi kamu. Atau bisa juga dana ini digunakan untuk mentraktir teman, dan jika ada sesuatu yang ingin dibeli dan sifatnya limited.

Sebaiknya, dana darurat ini diletakkan di tempat yang berbeda dengan dana yang akan dikeluarkan secara umum. Bisa saja di dalam kantong kecil atau tempat khusus lainnya agar tidak tercampur dan tidak digunakan semena-mena.

Nah, itulah tadi beberapa ulasan tentang cara mengatur budget untuk travelling. Mengelola keuangan merupakan salah satu pelajaran yang tidak kita dapatkan di sekolah, bukan? Oleh karena itulah, kamu mungkin perlu belajar tentang Literasi & Perencanaan Keuangan: Pelajaran Terpenting yang Tidak Ada di Sekolah. Suatu kursus online dari Vocasia yang mengajari tentang alasan mengapa literasi keuangan itu sangat vital dan praktekkan dalam kegiatan sehari-hari. 

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *