Tanggal:21 July 2024

Bingung? Ini Biaya Turun Mesin Mobil

Membeli kendaraan adalah sebuah komitmen jangka panjang. Anda tidak hanya mengeluarkan biaya pembelian, tetapi Anda juga harus melakukan perawatan dan juga pengecekan secara rutin untuk menjaga performa kendaraan. Salah satunya sistem perawatan yang wajib untuk dipahami oleh pemilik kendaraan adalah overhaul atau yang biasa dikenal dengan sebutan turun mesin.

Overhaul atau turun mesin adalah sebuah mekanisme perawatan kendaraan yang biasanya dilakukan pada mobil yang sudah berusia tua. Semakin tinggi kilometer pemakaian kendaraan, tentu mesinnya semakin aus. Terlebih lagi, jika pengguna jarang melakukan tune up atau perawatan rutin. Dalam titik tertentu, pada akhirnya kendaraan membutuhkan pembongkaran besar-besaran atau turun mesin. Nah, seperti apa mekanismenya? Anda dapat mempelajarinya di sini.

Ciri-ciri Mobil Turun Mesin

1. Asap knalpot berwarna putih

Ciri utama apabila mobilmu mengalami turun mesin adalah ketika mobil kamu mengeluarkan asap berwarna putih pekat. Jika hal itu terjadi, berarti ada masalah dengan mesinnya. Penyebab asap putih ini dikarenakan masuknya oli ke ruang bakar dan busi ikut terbakar. Hal itu biasanya berimbas pada berkurangnya oli secara signifikan.

Akibatnya, akan berdampak pada komponen lainnya, seperti seperti silinder head, piston, packing head, bore silinder, serta seal valve. Semua komponen tersebut berada dalam blok mesin, sehingga untuk memperbaikinya perlu dilakukan turun mesin.

2. Overheating

Saat kamu sedang berkendara dengan laju yang pelan tapi suhu mesin selalu naik, jangan paksakan kendaraan melaju, dan segera matikan mesin mobil. Jika mobil dibawa pelan tetapi suhu naik secara tidak wajar, maka butuh pemeriksaan karena kondisi ini dapat menyebabkan overheating.

Ternyata, Overheating dapat membuat silinder head melengkung sehingga menyebabkan oli bercampur dengan air dan biasanya mesin akan mati mendadak alias mogok. Cara memperbaikinya adalah membongkar mesin, kemudian silinder head dilepas untuk dilakukan perataan.

3. Oli bercampur dengan air

Ciri-ciri mobil yang mengalami hal ini adalah warna oli mesin yang berubah warna menjadi kecoklatan, layaknya susu coklat. Kondisi tersebut bisa menyebabkan terjadinya korosi pada silinder head, sistem sirkulasi menjadi kacau, hingga terbentuknya busa atau buih pada mesin. Apabila hal ini sudah terjadi pada mobil, maka turun mesin menjadi pilihan yang tepat guna dilakukan pengurasan serta penggantian oli dan pembersihan.

4. Air radiator berkurang

Selanjutnya, air radiator yang berkurang juga dapat menjadi ciri-ciri mobil turun mesin. Hal ini bisa kamu lihat saat mobil distarter lalu air radiator berkurang drastis atau menyembur. Kerusakan bisa terjadi pada silinder head, silinder gasket, atau kebocoran pada radiator, mesin, maupun water pump.

5. Air radiator berminyak

Masalah air radiator selanjutnya yang bisa menyebabkan turun mesin pada mobil yaitu air radiator yang berminyak. Peristiwa ini kerap terjadi akibat silinder head yang berkarat sehingga membuat beberapa lubang yang menyebabkan oli masuk ke dalam saluran air atau air masuk ke ruang kompresi. Masalah ini sebenarnya dapat diselesaikan dengan penggantian silinder head baru. Namun jika kondisi oli sudah berwarna kecoklatan dan bercampur air radiator maka terpaksa harus turun mesin.

6. Suara mesin kasar

Bagi kamu yang memiliki mobil berbahan bakar bensin sudah sepatutnya mesin mengeluarkan suara yang halus atau cenderung minim suara. Berbeda dengan mobil berbahan bakar diesel yang bersuara kasar. Tetapi jika mobil bensin maupun diesel milikmu makin lama mengeluarkan suara kasar dan keras, maka perlu diwaspadai.

Apabila setelah dilakukan pemeriksaan dan masalahnya pada pulley di depan mesin atau karena timing chain, maka dapat diperbaiki tanpa turun mesin. Tetapi bila kedua komponen dalam kondisi baik, maka mau tidak mau harus dilakukan turun mesin untuk mengetahui penyebab sebenarnya.

Baca juga: Serba-Serbi Asuransi Mobil: Pengertian, Manfaat, Dan Tips Memilihnya!

Penyebab Mobil Turun Mesin

Photo: Pixabay

Berikut ini adalah pembahasan atas beberapa kondisi yang menjadi penyebab mobil harus turun mesin.

1. Panas Berlebih

Jika mobil Anda sering mogok, maka Anda harus mengetahui penyebab kondisi ini. Penyebabnya memang sangat banyak, seperti bensin habis, busi tidak berfungsi, atau mesin terlalu panas. Panas berlebih bisa membuat kerusakan pada beberapa bagian seperti pada silinder yang jadi melengkung, dan membuat oli bisa bercampur dengan air. Jika mesin sudah mengalami kerusakan, maka mobil harus turun mesin.

2. Pelumasan yang Buruk

Pelumasan yang tidak bekerja dengan baik bisa membuat mobil harus turun mesin. Pelumasan sangat penting pada komponen mobil supaya pergesekan yang ada di dalam mesin mobil tidak mengakibatkan panas terlalu tinggi. Jika pelumas tidak bekerja dengan baik, maka gesekan akan menciptakan panas terlalu tinggi dan komponen tersebut bisa rusak. Anda harus mengecek sisa oli yang ada secara rutin.

Perhatikan juga indikator oli di dasbor mobil, dan jika indikator tersebut menyala maka ada suatu masalah.Hal ini bisa terjadi karena banyak hal, dan Anda harus memeriksanya secara segera. Anda bisa langsung datang ke bengkel terdekat untuk melakukan penggantian oli atau bahkan turun mesin.

3. Timing Belt Putus

Mobil Anda bisa turun mesin, karena timing belt putus. Timing belt memiliki fungsi untuk menyalurkan tenaga dari poros engkol. Jika putus, maka piston dan katup nya akan bertabrakan dan membuat kerusakan. Namun, ada juga kejadian ketika hal ini tidak membuat kerusakan yang signifikan.

4. Mobil Kemasukan Air

Mobil yang kemasukan air juga bisa menjadi penyebab mobil Anda harus turun mesin. Air bisa masuk ke saluran hisap saat mobil melewati jalanan banjir. Air ini akan masuk ke ruang bakar dan  menjadi berbahaya. Jika ada tekanan di piston, maka piston bisa berlubang dan pecah. Gejala ini sering disebut sebagai water hammer dan bisa menyebabkan turun mesin.

Baca juga: Cara Pasang Central Lock Mobil Sendiri Dengan Mudah Dan Murah

Biaya Turun Mesin Mobil

Photo: Pixabay

Bila Anda sedang mempersiapkan anggaran untuk mengatasi masalah turun mesin, sebenarnya biaya tersebut bergantung dari jenis mobil beserta kerusakan yang terjadi. Contohnya saja untuk mobil produksi Jepang, umumnya biaya yang harus disiapkan pemilik mulai dari Rp2 juta hingga Rp5 juta. 

Beda dengan mobil yang diproduksi di Eropa, biasanya biaya turun mesin mobil jauh lebih mahal. Kemudian bila terdapat kompenen mobil yang harus diganti, Anda harus siap mengeluarkan sejumlah uang, mulai dari Rp5 juta hingga Rp10 juta.

Contohnya saja bila komponen yang harus diganti baru ialah packing set dengan harga Rp1,5 juta, kemudian piston dengan harga Rp2 juta, ring piston Rp500 ribu dan sejumlah komponen lain. Namun, bila mobil Anda harus melakukan sejumlah penggantian lain seperti oli garden, filter oli dan sejumlah komponen lain, tentu biayanya akan semakin bertambah. 

Baca juga: 8 Tips Membeli Mobil Bekas, Dijamin Tidak Salah Pilih!

Servis dapat membantu untuk memastikan bagian-bagian di dalam mobil tetap berada dalam keadaan yang baik sehingga mobil Anda tidak akan mengalami kerusakan berlebihan yang mengakibatkan harus turun mesin. Bukan hanya akan menghemat biaya, tetapi Anda juga akan selalu aman saat mengendarai mobil.

kursus pelatihan membuat bisnis pempek vocasia
Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *