Tanggal:26 February 2024

7 Gaya Desain Interior Favorit Kaum Milenial!

Sumber: Pexels.com/Cottonbro

Rumah tidak hanya dijadikan tempat untuk berlindung dari panas maupun hujan saja. Tapi juga berfungsi untuk memberikan kenyamanan dan menjadi tempat yang cantik dan bernilai estetika. Desain interior merupakan bagian penting dari setiap bangunan. Pemilihan furnitur yang mengisi ruangan sangat mempengaruhi visual yang ditampilkan. Nah, dengan menerapkan desain interior, kamu tetap bisa menonjolkan estetika tanpa harus mengurangi fungsi dari furnitur itu sendiri.

Untuk mewujudkan hal ini, tentu kamu bisa menggunakan jasa desainer interior rumah jika mengalami kesulitan dalam mengaturnya. Tapi perlu diingat jika kamu menggunakan jasa ini, tentu kamu akan menambah biaya pengeluaran. Desain interior akan selalu mengalami perubahan di setiap tahunnya. Oleh karena itu, akan memunculkan banyak ide dan gagasan baru tentang desain interior rumah.

Jika kamu memang tidak mau menggunakan jasa desain interior, tenang! Dalam tulisan kali ini, kita akan membahas tentang 13 jenis gaya desain interior yang bisa kamu gunakan untuk rumahmu agar lebih cantik dan nyaman untuk ditempati.

1. Minimalis

Contoh tampilan desain interior gaya Minimalis. Sumber: Pexels.com/Vecislavas Popa

Gaya Minimalis merupakan gaya desain interior yang sudah ramai digunakan sejak awal abad 20. Dengan menjunjung prinsip “less is more”, gaya Minimalis lebih mengedepankan keluasan area, sehingga meminimalkan pemberian interior. Penggunaan warna pun didominasi oleh warna hitam, putih dan warna-warna primer untuk makin menonjolkan sisi minimalis.

Aspek penting yang perlu kamu ingat saat hendak menerapkan gaya desain ini adalah kesederhanaan, fungsionalitas, dan keteraturan. Sehingga sebisa mungkin hindari penggunaan furnitur yang berlebihan.

Baca juga: Desain Interior Adalah: Prinsip Dasar, Tujuan, Dan Ruang Lingkupnya

2. Industrial

Desain rumah industrial (sumber: Pinterest)

Gaya Industrial merupakan gaya desain interior yang terinspirasi dari gudang atau pabrik. Gaya Industrial lebih menonjolkan sisi “mentah” dari suatu bahan. Elemen khas yang sering digunakan pada desain interior industrial adalah lampu gantung, balok atap atau pemipaan yang terekspos, dan penggunaan lantai kayu atau lantai acian.

Gaya industrial biasanya menggunakan paduan skema warna natural dan rustic seperti coklat, abu-abu, beige dan terakota, bahkan terkadang tetap menggunakan warna asli dari bahan baku sehingga lebih menonjolkan gaya industrial yang lebih natural.

3. Scandinavian

Model Scandinavian (sumber: Pinterest)

Desain interior gaya Skandinavia ini hampir mirip-mirip dengan gaya minimalis. Penggunaan perpaduan tekstur, warna yang kontras, pemberian nuansa hangat pada furniture modern merupakan ciri khas utama dari gaya Scandinavian.

Warna yang digunakan pada gaya Skandinavia cenderung berwarna netral yang terang seperti,  putih, krem, abu-abu dan coklat muda. Serta dipadukan dengan elemen alami seperti kayu, alumunium, serta perpaduan dengan papan lantai. Ciri lain dari konsep Scandinavian adalah memaksimalkan pencahayaan alami dan mengutamakan penggunaan furnitur yang sederhana dan fungsional.

4. Tropis

Contoh tampilan desain interior gaya Tropis. Sumber: Properti.kompas.com

Desain interior gaya Tropis merupakan gaya yang mengedepankan suasana cerah, hangat, dan sejuk. Ciri khas dari gaya desain interior ini memiliki ruang atap yang luas, penataan ruang identik terbuka, dan memiliki banyak tanaman di lingkungan sekitar rumah.

Warna yang digunakan pada gaya tropis adalah perpaduan warna-warna netral dengan warna alam, seperti warna hijau, cokelat, dan lain sebagainya.  Furnitur yang digunakan pada gaya desain ini yaitu menggunakan bahan dari alam seperti kayu, rotan, bambu, pinus dan lain sebagainya. Lalu untuk dekorasi ruangan, gaya ini menggunakan pola-pola dari alam tropis seperti flora, fauna, atau unsur tropis lainnya.

5. Kontemporer

Desain Kontemporer (sumber: Pinterest)

Gaya Kontemporer merupakan gaya desain interior yang mengalami perkembangan dari tahun ke tahun. Ciri khas utama dari gaya desain ini adalah ruangan yang bersih dan rapi tanpa banyak hiasan. Baja, logam, krom dan kaca merupakan material populer yang biasa digunakan pada gaya Kontemporer.

Pada gaya Kontemporer, pencahayaan digunakan untuk fokus pada elemen atau dinding aksen atau karya seni. Penambahan detail-detail di sudut ruangan dengan memberikan aksesoris yang lebih curvy menjadikan gaya ini terlihat sederhana tetapi tetap menonjol.

6. Rustic

Model Rustic (sumber: Pinterest)

Desain interior gaya Rustic merupakan kombinasi dari desain modern yang bersih dengan unsur alam. Gaya desain interior Rustic ini mendeskripsikan desain yang alami, kasar, tua serta kasual. Salah satu ciri khas dari gaya desain ini adalah penggunaan material nya yang alami, seperti kayu dan batu. 

Selain material alam, gaya rustic juga dapat terlihat dari penggunaan warna-warna yang hangat seperti cokelat, abu-abu, hijau, khaki, merah oxblood, dan warna natural lainnya. Penggunaan dekorasi dari kerajinan tangan, lukisan pemandangan, dan kain-kain, serta kerangka tulang binatang merupakan ciri khas lain dari konsep desain ini.

Baca juga: 10+ Inspirasi Desain Kamar Hotel, Minimalis Dan Nyaman! 

7. Mid-Century 

Desain Mid-Century (sumber: Pinterest)

Gaya Mid-century Modern adalah gaya desain interior yang lahir pada tahuan 40an, setelah perang Amerika. Karakternya yang klasik sekaligus futuristik, membuat gaya desain ini tetap populer tidak terlekang waktu. Prinsip yang digunakan pada gaya ini mirip dengan gaya Skandinavia adalah minimalis dan fungsional.

Karakteristik yang menonjol dari gaya Mid-century Modern adalah perpaduan warna-warna berani dan motif abstrak dengan warna netral. Gaya ini biasanya menggunakan furnitur klasik dan modern yang ikonik digabungkan dengan material natural sehingga makin memperlihatkan sisi autentik. Ciri lain dari gaya ini adalah penggunaan dekorasi yang fungsional sekaligus artistic seperti lampu gantung, lampu meja, lukisan meja atau cermin.

8. Vintage

Interior Vintage (sumber: Pinterest)

Mungkin bagi beberapa orang menganggap vintage merupakan hal yang ketinggalan zaman atau kuno. Namun siapa sangka, desain interior yang seperti ini justru digemari oleh masyarakat. Hal ini karena beberapa aksen kuno yang ada di furniture desain interior justru membuat desain vintage semakin digemari. Karena desain ini didominasi oleh warna-warna yang soft seperti kuning muda, pink pastel, abu-abu muda, dan lainnya. Kesan kuno pun juga terpancar dari beberapa perabot atau furniture yang cat tersebut dibuat sengaja terkelupas dan biasanya menggunakan material dari kayu.

Baca juga: 7 Aplikasi Desain Interior Gratis Terbaik Untuk PC 

9. Shabby Chic

Model Shabby Chic (sumber: Pinterest)

Desain interior ini bisa dibilang merupakan inspirasi dari vintage. Karena pada desain ini, terdapat berbagai furniture yang terkesan lusuh, tapi justru itulah yang menambah ciri khas desain ini. Namun bedanya dengan vintage, shabby chic memiliki gaya yang lebih feminim, cerah, dan soft. Jenis desain ini didominasi oleh warna pastel seperti biru, pink, putih, krem, dan warna pastel lainnya.

10. Bohemian

Interior Bohemian (sumber: Pinterest)

Gaya desain interior selanjutnya yaitu Bohemian. Gaya ini lebih mengarah ke kebebasan yang menggambarkan bahwa pemilik bebas untuk mengekspresikan dirinya. Sehingga desain ini cocok untuk orang yang memiliki jiwa bebas dan menyukai kebebasan. Salah satu ciri khas yang dimiliki oleh desain Bohemian yaitu adanya karpet dan kain warna-warni yang didominasi oleh warna-warna mencolok. Secara sekilas, memang gaya desain interior ini “berantakan”, namun masih tertata dengan memadupadankan kain dan warna.

11. Victorian

Model Victorian (sumber: Pinterest)

Gaya desain Victorian merupakan kan desain yang hampir mirip dengan vintage. Namun lebih menonjolkan kesan mewah dan megah. Biasanya jenis desain ini banyak dijumpai pada bangunan yang bergaya Eropa. Ada pula beberapa tambahan dekorasi yang ditonjolkan dari desain ini yaitu lukisan, patung, lampu gantung, dan miniatur antik yang ada di meja atau laci.i 

12. Modern

Desain modern (sumber: Pinterest)

Model desain interior ini sering dikaitkan dengan kesan sederhana, rapi, ramping, dan bersih. Penggunaan materai didominasi oleh material baja dan kaca, serta aksen garis yang bersih. Desain ini ini lebih mengutamakan kesan sederhana pada elemennya sehingga tidak banyak aksesoris dan furniture lainnya 

Baca juga: 8 Cara Mudah Menabung Untuk Beli Rumah Impian 

13. Tradisional

Gaya tradisional (sumber: Pinterest)

Desain interior modern merupakan implementasi desain khas Eropa dan didominasi oleh elemen kayu bertekstur dan bergaris lengkung. Beberapa diantaranya yaitu pada bagian lantai, tempat duduk, lemari, dan furniture lainnya yang berasal dari kayu berwarna coklat. Elemen inilah akan menciptakan suasana alami dan nyaman ketika penghuni rumah berkumpul.

14. Transisi

Interior transisional (sumber: Pinterest)

Transisional merupakan gaya desain interior yang memadukan antara gaya tradisional dan modern. Kesan modern didapatkan dari material yang berupa besi dan kaca. Sedangkan kesan tradisional tergambar pada ada penggunaan warna yang digunakan yaitu warna netral seperti putih, krem dan coklat. Perpaduan ini akan membuat suatu ruangan memiliki kesan santai rileks ramping tapi tetap hangat. 

15. Nautical

Interior Nautical (sumber: Pinterest)

Desain ini identik dengan nuansa pantai dan laut. Dan tentunya, warna yang mendominasi di sini yaitu biru dan putih kadang juga sedikit memberi aksen krem. Dekorasi yang digunakan pun merupakan motif garis biru dan bernuansa seperti pasir, kerang, dan kapal. Desain ini cocok bagi pemilik penyuka warna biru atau seseorang yang menyukai pantai dan ingin memiliki rumah di dekat pantai. 

Itulah gaya-gaya desain interior favorit kaum milenial. Bagaimana? Apakah ada gaya desain interior di atas yang menginspirasimu? Tidak hanya di rumah loh, kamu juga bisa menerapkan desain interior tersebut di kos, apartemen atau bahkan tempat usaha. Jika kamu masih membutuhkan referensi-referensi lain atau pengetahuan lebih lanjut mengenai desain interior, kamu dapat mengunjungi Vocasia.id.

Edited by Romadhona S.

autocad
belajar photoshop
Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *