Tanggal:17 June 2024

Company Profile: Pengertian, Fungsi, Isi, dan Contoh

Company profile adalah sebuah laporan yang memberikan gambaran mengenai sejarah, status perusahaan, serta tujuan masa depan dari sebuah bisnis. Company profile memiliki peran yang cukup penting bagi sebuah perusahaan yang melakukan business to business karena dapat mempresentasikan visi dan misi perusahaan.

Dalam hal ini, company profile juga sebagai salah satu media informasi paling tepat yang dibutuhkan oleh para konsumen perusahaan yang bersangkutan. Investor yang ingin menanamkan modal dalam perusahaan tersebut bisa mempelajari lebih dalam melalui company profile. Sehingga, investor bisa memikirkan dengan matang, apakah perusahaan yang dituju sudah sesuai dengan project yang diinginkan?

Baca Juga | Yuk Mengenal Apa Itu Budaya Perusahaan!

Apalagi kini media digital telah berkembang dengan pesat. Banyak perusahaan startup maupun perusahaan besar membuat sebuah website bisnis berisi company profile. Tujuannya untuk menjangkau calon konsumen hingga ke mancanegara. Pembuatan website melalui media digital harus dibuat semenarik mungkin dan terlihat profesional. Hindari penggunaan banyak data. Cukup satu halaman berisikan profil yang singkat, padat, dan jelas.

Meskipun keberadaan company profile mudah kita temui, tak semua masyarakat memahaminya secara keseluruhan. Umumnya, mereka hanya mengetahui hal mendasar saja. Ingin tahu lebih dalam seputar company profile? Yuk, simak artikel dari Vocasia berikut ini. 

Baca Juga | Work Breakdown Structure (WBS): Pengertian, Manfaat Dan Tipsnya Dalam Menjalankan Proyek

Apa itu Company Profile?

Ilustrasi Company Profile (Freepik)

Company profile adalah jiwa perusahaan yang menggambarkan seluk-beluk perusahaan secara umum. Mulai dari apa yang akan dilakukan, tujuan, hingga bagaimana perusahaan ingin dikenalkan pada publik. Intinya, company profile berisi tentang informasi umum perusahaan secara menyeluruh.

Company profile bertujuan untuk memberitahu klien tentang produk atau jasa yang ingin ditawarkan. Informasi ini ditulis secara detail dalam media digital ataupun cetak. Selain itu, company profile identik sebagai kerangka dasar menjalankan proses bisnis dalam suatu perusahaan.

Semua jenis badan usaha, termasuk maskapai, firma, perseroan, persekutuan, bahkan organisasi non-profit pun bisa memiliki company profile dan memasangnya di situs website yang mereka miliki untuk memperkuat brand awareness.

Baca Juga | 7 Contoh Website Profil Perusahaan Menarik, Bisa Jadi Inspirasimu!

Fungsi dari Company Profile

Ilustrasi Gedung Perusahaan (Freepik)

Bisnis profesional pasti memiliki company profile yang baik. Hal itu sebagai bentuk keseriusan mereka dalam menjalankan usaha. Company profile akan memberikan banyak keuntungan bagi perusahaan. Selain itu, ada beberapa fungsi dari company profile lainnya, di antaranya sebagai berikut:

Baca Juga | Evaluasi Usaha: Tahapan, Fungsi, Dan Tujuannya

1. Meningkatkan engagement dengan konsumen

Memasang company profile melalui website digital bisa menciptakan hubungan antara perusahaan dengan konsumen. Dengan company profile, konsumen bisa mengenal lebih dalam tentang perusahaan. Jangan lupa menggunakan call-to-action (CTA) dalam company profile yang kalian buat untuk membantu konsumen berkomunikasi dengan tim call center perusahaan. Terlebih lagi, mereka akan memikirkan bahwa company profile yang kita buat sangat berbeda dengan kompetitor lain. Sehingga, mereka semakin percaya untuk menggunakan produk atau layanan dari bisnis yang ditawarkan.

Baca Juga | Yuk, Ketahui Apa Itu Customer Engagement

2. Memberikan gambaran umum mengenai perusahaan

Company profile adalah tempat di mana perusahaan berbagi cerita tentang sejarah berdirinya perusahaan, visi misi, serta apa saja produk dan jasa yang mereka tawarkan untuk masyarakat. Sehingga, khalayak luas pun mengenal lebih detail pada perusahaan tersebut.

Baca Juga | Surat Izin Tempat Usaha (SITU): Pengertian Dan Syaratnya

3. Memperkuat brand awareness

Company profile dalam sebuah website bisa menjadi sarana brand awareness apabila dirancang dengan baik. Misalnya, menyebutkan kelebihan, keunikan, atau keunggulan brand atau layanan dari perusahaan. Sehingga, profilnya terlihat lebih baik di mata calon konsumen daripada kompetitor lain.

Memasang company profile juga membuat orang lebih percaya untuk bekerja sama (partnership) dengan perusahaan kita. Selain itu, company profile juga menciptakan brand story untuk menjalin hubungan dengan pengunjung website.

Baca Juga | Brand Awareness: Pengertian, Manfaat, Strategi, Dan Contoh

4. Media branding dan publikasi

Company profile merupakan sumber media informasi bagi calon konsumen. Informasi yang ada di dalamnya harus mampu memaparkan perihal produk ataupun jasa yang ditawarkan oleh perusahaan tersebut. Isi dari company profile hendaknya dibuat berdasarkan sudut pandang para pembaca dan disesuaikan dengan segmentasi target pasar.

Baca Juga | Publisitas: Pengertian, Manfaat, Dan Jenisnya

5. Sebagai media marketing

Jika profil perusahaan yang kalian buat mampu menarik banyak konsumen, bisa dikatakan bahwa terjadi proses pemasaran produk. Proses pemasaran ini pada dasarnya bisa dilakukan dengan menggunakan berbagai media digital. Salah satunya adalah melalui profil perusahaan yang dibuat dan kemudian dibaca oleh masyarakat. Oleh karena itu, sebaiknya jangan lupa untuk mencantumkan kelebihan dari produk atau layanan pada profil perusahaan. Sebab, melalui profil inilah kalian bisa mengenalkan produk kepada konsumen.

Baca juga | 7 Fungsi Microsoft Word

Isi dari Company Profile

Kerja sama Antar Divisi untuk Membuat Company Profile (Pixebay)

Secara garis besar isi dari sebuah company profile adalah sebagai berikut:

1. Detail Bisnis

Di dalam company harus diisi secara detail mengenai bisnis yang dijalani, bisa dituliskan dengan:

  • Nama perusahaan
  • Alamat kantor
  • Nomor telepon
  • Situs website
  • Email perusahaan

Baca Juga | 5 Komponen Terpenting Perencanaan Usaha Agar Usahamu Laris Manis

2. Detail Perusahaan

Umumnya, detail perusahaan pada company profile diisi dengan informasi lengkap, di antaranya seperti:

  • Informasi seputar perusahaan
  • Visi dan misi
  • Tanggal berdiri
  • Deskripsi produk atau layanan perusahaan
  • Sejarah tumbuh kembang perusahaan
  • Portofolio klien yang ber-patner dengan perusahaan tersebut

Baca Juga | Manajemen Strategis: Pengertian, Tujuan, Fungsi, Dan Prosesnya

3. Pengakuan Industri

Pencapaian yang sudah diraih perusahaan merupakan informasi terpenting yang tidak boleh dilewatkan dalam company profile. Kalian bisa mencantumkan sertifikat, penghargaan, liputan media, testimoni hingga kemitraan.

Bila, disusun dengan secara detail, susunan yang paling ideal di dalam company profile, yaitu:

• Sejarah
• Filosofi
• Budaya
• Kata sambutan dari pimpinan (komisaris utama atau direktur utama)
• Identitas perusahaan (logo, seragam, interior gedung, kualitas cetakan, atau kualitas audiovisual)
• Visi, misi, strategi perusahaan, hingga komitmen perusahaan untuk maju dan berkembang
• Informasi alamat dari anak cabang perusahaan
• Penjelasan singkat terkait SDM (Sumber Daya Manusia) di perusahaan.
• Sistem pelayanan dan fasilitas yang disediakan perusahaan
• Pencapaian dan keunggulan
• Laporan perkembangan perusahaan (annual report), termasuk di dalamnya ada informasi detail mengenai profit dan rugi
• Deskripsi terkait produk dan layanan yang akan ditawarkan oleh perusahaan
• Gambaran target pasar, lokasi pabrik, distributor, market share, hingga grafik pertumbuhan usaha
• Program pengembangan untuk masa depan, termasuk di dalamnya pelatihan, rencana pengembangan produk, pengembangan pasar, dan hal lainnya yang berkaitan
• Penjelasan mengenai kelebihan perusahaan dan alasan mengapa klien harus memilih perusahaan terkait

Baca Juga | Industri Kreatif Di Indonesia : Pengertian, Jenis, Contoh, Dan Kebijakan Pemerintah

Contoh Penggunaan Company Profile

Ilustrasi Pembuatan Company Profile (Freepik)

Ada 3 contoh utama dalam company profile yang sering digunakan oleh kebanyakan pebisnis, di antaranya:

1. Instansi Pendidikan

Contoh Company Profile Instansi (Google)

Pembuatan company profile dapat dipertimbangkan dengan menggunakan warna dan font yang cukup kekinian dan penjelasan bagaimana instansi itu mempunyai kinerja yang bagus. Jangan lupa lengkapi dengan gambar yang menarik sehingga dapat digunakan dalam menarik investor. Memberikan sentuhan kekinian serta model yang memiliki kesan karakter kuat akan menambah daya tarik para pembaca. Selain itu, hal tersebut juga akan memberikan kesan bahwa instansi tersebut sangat profesional.

Baca Juga | 7 Novel Tentang Pendidikan, Menarik Dan Memotivasi Banget Loh!

2. Menampilkan Rangkaian Kegiatan

Ilustrasi Company Profil Kegiatan (Google)

Contoh lainnya, kalian bisa menampilkan beberapa gambar atau foto yang mewakili kegiatan pada perusahaan terkait. Dengan cara ini, sebuah perusahaan dapat dikenali keberadaannya. Masyarakat pun akan mengetahui bagaimana cara kerja mereka.

Ada banyak cara menarik investor serta klien agar cepat tertarik untuk menjadi bagian dari perusahaan, baik itu sebagai pembeli maupun menanamkan modal. Akan tetapi, jika ingin modal pun tidak boleh sembarangan karena harus mempertimbangkan segala hal termasuk melihat kegiatan yang dilakukan oleh perusahaan.

Baca Juga | Mengenal Procurement Dalam Dunia Bisnis

3. Company Profil yang Elegan

Contoh Company Profile Elegan (Google)

Sebuah perusahaan juga bisa menampilkan company profile dengan gaya yang elegan dan simpel. Tidak perlu desain yang ramai, tapi buatlah tampak menarik dengan data yang lengkap. Kalian bisa menggunakan diagram hasil dari kinerja perusahaan untuk menambah daya tarik pembaca.

Dengan company profile yang ditampilkan di atas, para investor akan mudah tertarik dengan perusahaanmu. Tentu saja karena gaya dan tampilan warna yang elegan. Warna biru dengan perpaduan putih merupakan kombinasi yang cocok dan memberikan nuansa kedamaian. Kelengkapan data perusahaan dapat diwakilkan dengan gambar, baik itu diagram maupun gambar lainnya.

Itulah pemaparan mengenai company profile yang bisa kalian jadikan referensi. Semoga informasi ini bermanfaat. Ikuti terus media sosial kami agar tidak ketinggalan info lainnya dari Vocasia!

Baca Juga | Mengenal PPIC (Production Planning & Inventory Control)

banner Kursus Online Bisnis Growth Hacking di Vocasia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *