Tanggal:25 April 2024

Seberapa Penting Angle Dalam Fotografi? Simak Penjelasannya!

Mengenal Angle Dalam Fotografi

Untuk kamu yang memiliki hobi fotografi, dalam fotografi terdapat beberapa teknik dasar yang perlu diketahui, lho! salah satu bagian penting dalam fotografi adalah teknik angle fotografi. Ada beberapa jenis teknik angle yang bisa digunakan. Dengan menggunakan beragam teknik tersebut, hasil foto kamu akan tampak lebih bervariasi dan tidak monoton. Selain itu, pemilihan teknik yang tepat juga akan menentukan apakah pesan dalam foto itu bisa ditransfer kepada mereka yang melihatnya atau tidak.

Angle dalam fotografi adalah sudut pengambilan foto yang menekankan posisi kamera pada situasi tertentu dalam membidik objek. Angle ini akan menciptakan foto-foto yang berbeda. Bila sebuah objek lebih menarik saat difoto dengan low angle, belum tentu akan menarik jika dipotret dengan angle lainnya. Ada 5 macam sudut pengambilan gambar (angle) yang umum digunakan dalam fotografi, yaitu:

Baca Juga: 5 Teknik Fotografi Yang Harus Dikuasai Para Pemula

1. Eye Level

Sudut pandang ini adalah sudut pandang atau angle yang umum digunakan. Pada angle ini lensa kamera dibidik sejajar dengan tinggi objek. Posisi dan arah kamera memandang objek yang akan dipotret layaknya mata kita melihat objek secara biasa. Pengambilan angle ini kebanyakan untuk memotret manusia dan aktivitasnya (human interest). Teknik angle fotografi ini juga dikenal dengan sebutan normal angle.

Kunci keberhasilan penggunakan teknik ini adalah pada posisi kamera. Posisikan kamera sejajar dengan objek yang akan dibidik. Misalnya, kamu ingin memotret objek manusia, maka kamera harus disejajarkan dengan kepala objek tersebut atau mata. Teknik fotografi ini sangat sering digunakan oleh fotografer yang ingin memotret manusia serta aktivitasnya atau human interest. Wajah objek tersebut akan tampak jelas pada hasil foto, termasuk kerutan, senyuman, dan ciri-ciri lainnya. Eye level angle sangat cocok untuk menonjolkan ciri khas seseorang atau objek.

Baca Juga: Hobi Fotografi Dapat Penghasilan? Ini Dia Cara Menjual Foto Hasil Jepretanmu

2. Low Angle

Pada sudut pengambilan foto ini, kamera diposisikan lebih rendah dari objek. Low angle biasanya digunakan untuk menunjukkan kesan elegan, megah, dan tangguh. Sudut pandang pemotretan ini sering juga diterapkan pada fotografi cityscape, contohnya pada foto gedung-gedung penacakar langit.

Teknik pengambilan sudut ini adalah kebalikan dari high angle. Jadi, fotografer akan mengambil dari sudut bawah ke atas. Posisi kamera harus berada di bawah kepala objek. Hasilnya pun akan meruncing namun dari bawah ke atas sehingga posisi kaki objek akan lebih besar dibandingkan dengan posisi kepala. Teknik ini juga bisa digunakan untuk menyampaikan pesan tertentu, seperti memotret seseorang dengan profesi penggali tanah atau pendaki gunung.

Baca Juga: 8 Teknik Pencahayaan Dalam Fotografi

3. High Angle 

Angle ini digunakan untuk menangkap kesan luas dari objek yang difoto. Pada angle ini kamera diposisikan lebih tinggi dari objek, sehingga memberi kesan kecil dari objek yang difoto. Dengan angle ini kita bisa memasukkan elemen-elemen pendukung komposisi ke dalam frame. Penerapan high angle bisa juga diterapkan pada foto pemandangan (landscape).

Untuk objek manusia, maka posisi kamera sedikit lebih tinggi dari kelapa objek tersebut. Teknik ini membuat kepala objek lebih besar dari tubuh dan kaki atau terlihat lebih meruncing seperti paku. Efek dari teknik ini bisa digunakan untuk menyampaikan ciri khas atau aktivitas objek tersebut tanpa menghilangkan latar belakang sekitarnya. Karena posisi sudut yang tidak umum ini, maka penikmat foto ini akan lebih fokus pada objek ketimbang lainnya.

Baca Juga: 8 Cara Efektif Meningkatkan Skill Fotografi

4. Bird Eye View

Kamu bisa mencoba mendapatkan hasil yang berbeda dengan mengambil foto dari titik yang terletak diketinggian. Dalam sudut pemotretan ini, posisi objek berada di bawah atau lebih rendah dari kita berdiri. Dari sudut pandang ini, kita memiliki area pandang yang sangat luas, termasuk juga perspektif objek dan hubungannya dengan benda – benda di sekelilingnya.

Teknik angle fotografi ini terinspirasi dari pandangan seekor burung yang sedang terbang. Karena itu, proses pengambilan sudutnya harus dilakukan dari ketinggian sehingga objek akan terlihat lebih luas. Proses pengambilan sudut ini bisa dilakukan di gedung tinggi, lantai paling atas sebuah bangunan, pesawat, dan lain sebagainya.

Di era teknologi seperti sekarang ini, the bird’s eye view angle bisa dilakukan dengan mudah menggunakan drone. Umumnya, teknik ini digunakan untuk mengambil gambar landscape, pemandangan kota, keramaian di jalan, atau formasi barisan tertentu.

Baca Juga: Lagi Sendirian Mau Foto Tapi Bingung Posenya Kaya Gimana? Ini 6 Ide Pose Disaat Lagi Sendirian

5. Frog Eye View

Pada pemotretan dengan angle ini kamera disejajarkan dengan tanah. Angle ini biasanya digunakan untuk objek yang posisinya di atas tanah. Untuk memotret dengan sudut pandang ini terkadang fotografer harus tiduran di tanah, untuk menghasilkan foto yang bagus.

Teknik frog eye level angle, posisi kamera harus berada di bawah atau hampir menyentuh tanah. Teknik ini kebalikan dari teknik eye level angle. Teknik semacam ini bisa digunakan untuk mengambil gambar produk sepatu atau membidik pergerakan tertentu dari objek yang dibidik.

Baca Juga: 5 Komunitas Fotografi Indonesia Yang Harus Kamu Ketahui

6. Canted Angle

Jika kamu pernah melihat hasil foto miring, berarti fotografer tersebut menggunakan teknik pengambilan sudut canted angle. Posisi kamera dimiringkan sehingga hasil fotonya tampak miring. Teknik ini digunakan agar hasil foto tampak unik.

7. Oblique Angle

Teknik pengambilan sudut ini hampir sama dengan canted angle. Posisi kamera dimiringkan sesuai kebutuhan sehingga hasilnya pun berbeda dari foto pada umumnya.

Kesimpulan

Pada intinya sudut pengambilan gambar (angle) dalam fotografi adalah merupakan kreativitas dari fotografer. Perlu kreativitas dan mata jeli dari fotografer dalam melihat objek, untuk menghasilkan foto yang bagus.

(Sumber : digitalfotografi)

Edit By: Andjani Shika Fadhilah

Baca Juga :

Kursus belajar jadi video editor vocasia
Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *