Tanggal:21 July 2024

Target Market: Pengertian, Cara Menentukan dan Contoh

Target market merupakan salah satu hal krusial yang wajib dipahami oleh seorang pebisnis, baik bisnis offline maupun online. Dalam menetapkan target pasar, perusahaan harus terlebih dulu melakukan segmentasi pasar, dengan cara mengelompokkan konsumen ke dalam kelompok dengan ciri-ciri yang sama.

Baca Juga: Metode SMART: Definisi dan Cara Penerapannya, Wajib Tahu!

Kamu dapat mengelompokkannya dengan membagi pelanggan ini menurut demografi, psikografis, geografi, dan perilaku mereka. Sebab, target market mengacu pada segmen konsumen yang spesifik dan terdefinisi dengan baik dalam pasar bisnis.

Baca Juga: 4 Cara Promosi Webinar Dengan Target Audience Besar

Jadi, apa definisi target market yang sebenarnya? Bagaimana cara menentukannya dan seperti apa contohnya? Yuk, simak penjelasannya berikut ini!

Baca Juga : Kenali Business Model Canvas (BMC) Lebih Dekat!

Pengertian Target Market

Target pasar atau target market adalah suatu kelompok konsumen yang menjadi sasaran pendekatan perusahaan untuk membeli produk yang dijual. Singkatnya adalah kelompok yang akan dilayani sebagai konsumen. Target pasar biasanya mempunyai rentan umur, sifat dan karakter yang hampir sama.

Umumnya, strategi‌ ‌pemasaran‌ ‌yang‌ ‌baik‌ ‌dimulai‌ ‌dengan‌ ‌menentukan‌ ‌target‌ ‌pasar‌ ‌yang‌ ‌potensial.‌ ‌Dengan‌ ‌demikian,‌ ‌kamu‌ ‌bisa‌ ‌menerapkan‌ ‌satu‌ ‌strategi‌ ‌yang‌ ‌efektif‌ ‌untuk‌ ‌menawarkan‌ ‌produk‌ ‌yang‌ ‌kamu‌ ‌jual.‌ ‌Untuk‌ ‌dapat‌‌ memasarkan‌nya,‌ tentu sebagai seorang pebisnis, kamu ‌perlu‌ ‌data‌ ‌dan‌ ‌metode‌ ‌yang‌ ‌tepat.‌ ‌Lalu, bagaimana cara menentukannya?

Baca juga:  Apa Itu Market Research?

Cara Menentukan Target Market yang Tepat

Mengingat pentingnya target pasar bagi sebuah bisnis, tentu mengetahui cara menentukan target pasar yang tepat adalah strategi yang bagus. Mari kita pelajari satu persatu langkahnya di bawah ini.

Baca Juga : Apa itu Market Analysis

1. Memulai dengan Asumsi

Apabila kamu sudah memiliki produk yang ingin dipasarkan, kamu bisa melihat statistik dari pelangganmu saat ini, kemudian membuat daftar target pasar yang menurut kamu potensial untuk produk tersebut. Namun jika kamu belum atau baru akan membuat sebuah produk, kamu bisa mencoba membuat asumsi tentang produkmu dan siapa target pasarnya.

Baca Juga: Apa itu Omzet?

2. Mengamati Kompetitor Pasar

Persaingan yang terjadi bisa saja dari segi fitur, harga, dan kemudahan pembelian. Dengan mempelajari bagaimana pasar merespons produk kamu dan bagaimana kompetitormu menawarkan produk yang serupa, kamu dapat membuat atau mengembangkan produk terbaik dari bisnismu.

Baca Juga: Konsep Bisnis: Definisi, Fungsi, Dan Cara Penerapannya

3. Berkomunikasi dengan Pelanggan

Untuk meyakinkan pelanggan tentang produk yang kamu miliki, kamu bisa terjun langsung ke lapangan menemui para pelanggan. Dengan bertanya kepada mereka, kamu akan mengetahui tentang kebutuhan mereka dan bagaimana produkmu telah membantu mereka saat ini.

Baca Juga: Komunikasi Pemasaran: Definisi, Tujuan, Dan Manfaatnya

4. Manfaatkan Analytics Tools

Selanjutnya, kamu harus melakukan analisis situasi dengan cermat sebelum menentukan target pemasaran. Analisis situasi tersebut berhubungan dengan konsumen, pemasok, dan distributor. Untuk melakukannya, kamu bisa menggunakan perangkat pengolah data atau analytics tools. Dengan begitu, kamu dapat mengetahui target pasarmu dengan mudah.

Baca Juga:
Apa itu Distributor? Pengertian Fungsi dan Jenis-Jenisnya
Apa itu Marketing Analytics

5. Menciptakan Buyer Persona

Buyer Persona atau persona pembeli adalah representasi dari pelangganmu. Artinya, kamu menggambarkan calon pembeli berdasarkan karakteristik fisik, demografi, dan faktor lainnya. Ada empat segmentasi untuk menentukan target market yang penting dan wajib kamu ketahui, di antaranya:

  • Demographic Segmentation: Demographic atau demografi adalah segmentasi yang mengelompokkan users dan pelanggan dengan berfokus pada ciri-ciri pribadinya. Seperti umur, jenis kelamin, pendidikan, suku, dan sebagainya.
  • Psychographic Segmentation: Psychographic atau psikografis adalah segmentasi yang membuat kelompok market dibentuk sesuai dengan sifat psikologis, yang mempengaruhi kebiasaan konsumsi yang diambil dari gaya hidup dan preferensi lingkungan.
  • Behavioral Segmentation: Behavioral segmentation mengacu pada proses dalam membagi target pasar berdasarkan pola perilaku users ketika berinteraksi dengan suatu bisnis, produk atau website tertentu.
  • Geographic Segmentation: Geographical segmentation mengemlompokan market berdasarkan wilayah tempat mereka tinggal atau bekerja. Hal ini mencakup negara, zoma waktu, iklim, dan sebagainya.

6. Jelaskan Keunggulan Produk

Sampaikanlah keunggulan dan kejelasan produk kamu, hingga semakin banyak orang yang tahu akan produk tersebut, dan tentu saja mau membelinya. Agar dapat lebih meyakinkan calon konsumen, kamu juga bisa menjelaskan detail keuntungan (benefit) dari produk yang kamu tawarkan.

7. Ciptakan Brand Positioning

Branding bertujuan untuk menciptakan persepsi sebuah produk bagi pelanggan. Peran branding sangat penting bagi penjualan suatu produk. Faktanya, 91% konsumen cenderung membeli produk dari brand ternama.

Baca juga: Apa itu Content Marketing?

Contoh Target Market

Terakhir dan tidak kalah penting untuk dipahami yaitu contoh penerapan target pasar. Misalnya kamu seorang pengusaha di bidang mode wanita, maka contoh target marker yang bisa kamu terapkan ialah sebagai berikut:

  • Produk yang dijual: Mode wanita yang dijual via online.
  • Target lokasi: Kota-kota besar di Indonesia.
  • Target demografi: Wanita dengan rentang usia 20-40 tahun.
  • Karakter psikologis: Terbiasa dengan internet dan media sosial, serta mengikuti perkembangan tren mode terkini.

Sebelum memulai bisnis, penentuan target pasar memang penting dilakukan untuk mengetahui target sasaran konsumen yang perusahaan atau bisnismu incar. Selain itu, kamu juga harus pintar mengelola keuangan jika ingin bisnis tersebut terus maju dan berkembang.

Baca Juga: Apa Itu Marketing? Pengertian Dan Jenisnya

Nah, itulah pengertian, cara menentukan, dan contoh dari target market. Menentukan sebuah target pasar tentu sangatlah penting sebelum kamu memulai bisnis. Apabila kamu tertarik untuk mempelajari target market untuk bisnismu, kamu bisa mengikuti course “Langkah Awal Membangun Bisnis: Validasi Target Market” di Vocasia, bersama mentor professional dan pastinya sudah berpengalaman di bidangnya. Selamat mencoba!

Baca Juga : Berikut Cara Meningkatkan Omzet Penjualan

Public relation masterclass

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *