Tanggal:13 June 2024

Apa itu Marketplace? Berikut Penjelasan dan Contohnya

Di era digital seperti sekarang, kita diberi kemudahan untuk mengakses hampir segala aspek kehidupan secara online dengan bantuan jaringan internet dan gawai pintar. Apalagi sejak merebaknya pandemi covid-19, masyarakat terpaksa dirumahkan demi meminimalisir rantai penularan virus. Hal ini membuat kita melakukan hampir segala aktivitas secara virtual, termasuk aktivitas belanja untuk memenuhi kebutuhan. Melalui fenomena ini, masyarakat pun semakin menyadari akan pentingnya eksistensi marketplace. Mereka hanya perlu duduk manis di rumah sembari menunggu belanjaannya dibawa oleh kurir.

Baca Juga: 13 Contoh Usaha Modal Kecil Belum Banyak Pesaing, Pasti Untung!

Selain berbelanja secara daring, pengguna bisa menjual produk di platform marketplace juga, lho. Pemilik toko tak perlu membuka toko fisik yang sering kali membutuhkan budget besar untuk sewa ruko. Bagaimana? Sangat fleksibel, bukan?

Baca Juga: 8 Cara Menawarkan Produk Untuk Membuat Konsumen Tertarik

Nah, artikel ini akan membahas lebih detail mengenai apa itu marketplace serta contohnya. Penasaran? Yuk, simak terus sampai akhir!

Baca Juga | UMKM: Pengertian, Jenis, Dan Karakteristik Yuk Baca! Menarik Banget Loh

Apa itu marketplace?

Source: Unsplash

Marketplace adalah sebuah platform online berbasis website atau aplikasi, yang memfasilitasi proses transaksi jual beli dari berbagai toko. Sederhananya, marketplace tersebut sebagai perantara atau pihak ketiga antara penjual dan pembeli karena peran mereka sebagai fasilitator. Fasilitas atau fitur yang ditawarkan pun sangat memudahkan penggunanya, di antaranya:

Baca Juga: 7 Ide Bisnis Digital Yang Paling Diminati

  • Tempat berjualan
  • Metode pembayaran, metode pembayaran melalui retail atau gerai tertentu sangat memudahkan pengguna yang tidak memiliki akun bank
  • Filter produk sesuai kategori
  • Room chat, fitur ini memudahkan komunikasi antar penjual dan konsumen
  • Track shipment dan estimasi pengiriman, fasilitas ini berguna untuk melacak paket yang sedang kamu pesan. Sehingga kamu juga bisa melihat estimasi waktu yang dibutuhkan untuk sampai ke alamat rumahmu
  • Dan lain sebagainya

 Baca juga | Fitur-Fitur yang Wajib Ada di Toko Online

Pemilik pasar daring tidak bertanggung jawab atas produk yang dijual. Pada dasarnya tugas mereka adalah memfasilitasi tempat para penjual untuk bertemu pelanggannya dengan mudah. Tapi tenang saja, mereka masih bisa membantu keluhan customer untuk bernegosiasi dengan seller apabila terjadi hal di luar kesepakatan. Mereka akan memblokir atau mem-blacklist seller atau customer yang telah melakukan tindak penipuan di platformnya. Untuk mencegah unsur penipuan, umumnya pasar daring tidak akan mengirimkan dana yang sudah ditransfer oleh pembeli jika pembeli belum melakukan konfirmasi bahwa barang tersebut sudah sampai. Sehingga kalau terjadi sesuatu, mereka akan lebih mudah mengembalikan uang kepada pembeli. Hal ini tentu membuatmu merasa lebih aman, bukan?

Baca Juga: 7 Kerja Sampingan Di Rumah

Baca juga | Apa itu Target Market? 

Perbedaan e-commerce dan marketplace

Selanjutnya kita masuk pada pembahasan mengenai perbedaan e-commerce dan pasar daring. Meskipun terdengar serupa, kedua istilah ini memiliki makna yang berbeda, lho. Perbedaan yang paling mendasar adalah terletak pada sisi platformnya. E-commerce berfokus menjual barang miliknya di situs mereka sendiri, bukan dari beragam penjual. Mereka mengemban tanggung jawab atas produk yang mereka jual. Sedangkan, pasar daring berfokus menjadi penyedia tempat untuk para seller berjualan. Sehingga, mereka tidak bertanggung jawab penuh atas produk yang dijual oleh seller.

Baca Juga: Mengenal Shutterstock, Situs Penambah Penghasilan!

Biasanya, seller tetap di marketplace akan dikenakan biaya admin untuk berjualan di situs pasar daring. Bagaimana? Apakah sudah cukup jelas mengenai perbedaannya?

Jenis-jenis marketplace:

Source: Pexels

Berikut jenis-jenis marketplace yang perlu kamu ketahui:

  • Pasar daring horizontal

Jenis yang satu ini berfokus menjual barang dengan kategori yang kompleks atau serba ada. Kamu bisa menemukan banyak barang di sini, mulai dari fashion, buku, furniture, makanan, dan masih banyak lagi. Mereka mengusung konsep sebagai toko serba ada.

Contoh dari horizontal pasar online adalah Tokopedia, Bukalapak dan Shopee.

  • Pasar daring vertikal

Berbeda dengan horizontal, vertikal cenderung berfokus pada satu kategori produk saja dan dijual oleh beberapa seller. Misalkan sebuah pasar daring yang hanya menjual aksesoris.

Baca Juga | Rahasia Laris Manis Di Instagram

Contoh marketplace

Setelah mengetahui apa itu pasar daring secara detail, sekarang masuk pada pembahasan contoh-contohnya. Jadi, kamu bisa tahu beberapa platform yang sering digunakan untuk transaksi jual beli online. Berdasarkan kawasannya, pasar daring terbagi menjadi dua yaitu, global dan Indonesia. Berikut ulasannya!

1. Marketplace global

Tingginya minat konsumen terhadap pasar online membuat persaingan bisnis semakin ketat dan sengit. Banyak sekali platform baru bermunculan demi mengejar digitalisasi ekonomi di skala nasional hingga internasional.

Berdasarkan analisis Digital Commerce 360, pasar online teratas di dunia menjual $2,67 triliun di tahun 2020. Penjualan di website, seperti yang dioperasikan oleh Alibaba, Amazon, eBay, dan lainnya, menyumbang 62% dari penjualan web global di tahun 2020. Berikut beberapa contoh platform penjualan marketplace skala global:

  • Amazon

Pasti kamu sudah tidak asing dengan Amazon. Ya, ia adalah website jual beli online raksasa di dunia yang diketahui telah meraup sekitar $ 178 miliar pada tahun 2017. Pendapatan yang sangat besar menjadikan Jeff Bezon, selaku pendiri Amazon, menjadi salah satu orang terkaya di dunia, lho.

Amazon sudah beroperasi di 11 negara di Amerika Utara, Eropa, dan Asia. Tidak hanya itu, Amazon juga sudah merambah ke dunia lain. Mereka memproduksi berbagai produk multimedia dan konten.

  • eBay

eBay pertama kali diluncurkan pada tahun 1995, dan berevolusi dari situs yang hanya menjual barang bekas menjadi salah satu pasar online terbesar di dunia. Situs ini cocok untuk penjual yang menjual barang baru dan bekas dan berniat untuk melelang produk mereka.

  • Alibaba

Jack Ma adalah pendiri Alibaba, marketplace raksasa dari China atau negara tirai bambu. Kisah hidupnya yang inspiratif mengantarkannya menjadi orang terkaya di dunia. Bagaimana tidak, Alibaba memiliki ratusan juta pelanggan dan kamu bisa menemukan jutaaan penjual di sini. 80% dari pasar online di China dikuasai oleh Alibaba.

2. Marketplace Indonesia

Indonesia juga menjadi salah satu pasar terbesar di Asia Tenggara dalam industri pasar online. Berikut beberapa contoh marketplace di Indonesia:

  • Tokopedia

Tokopedia menjadi platform jual beli terbesar di Indonesia. Startup unicorn yang didirikan oleh William Tanuwijaya dan Leontinus Alpha Edison sejak tahun 2009, kini memiliki jumlah kunjungan rata-rata mencapai lebih dari 65 juta pengunjung perbulan berdasarkan data kuartal pertama, di tahun 2021 lalu. Berdasarkan survei ecommerceIQ, salah satu alasan banyak konsumen memilih Tokopedia adalah karena beragamnya pilihan produk yang tersedia.

Baca Juga | 4 Cara Membuka Lapak Di Tokopedia, Mudah Dan Cepat Yuk Coba!

  • Bukalapak

Bukalapak berdiri pada tahun 2010, awalnya Bukalapak ditujukan sebagai lapak online bagi pelaku UMKM. Kini, Bukalapak memiliki sekitar 6 juta merchant yang menjual berbagam produk. Pengunjung Bukalapak juga tergolong banyak, yaitu sekitar 34 juta pengunjung.

  • Shopee

Siapa yang tidak kenal dengan marketplace yang identik dengan warna oranye ini? Rasanya hampir semua orang sudah familiar dengan platform yang satu ini.

Shopee, perusahaan yang pertama kali didirkan di Singapura ini, kini berhasil meraih sekitar 127 juta pengunjung di Indonesia. Survei menunjukkan alasan utama konsumen memilih platform ini adalah karena harganya yang terjangkau, apalagi banyak goods receh yang bisa kamu temukan dengan mudah di sini. Salah satu fitur yang membedakan dengan pesaingnya adalah ShopeeLIVE.

Baca Juga | Cara Dan Tips Menjual Produk Di Shopee Agar Laku Keras, Sudah Kamu Terapkan?

  • Lazada

Lazada merupakan pasar daring yang sudah diakuisisi oleh Alibaba Group di tahun 2016 silam. Situs mereka berhasil memiliki pengunjung 30 juta perbulan. Angka ini tak sebesar platform yang telah disebutkan di atas. Namun uniknya, Lazada memiliki pengikut paling banyak di Facebook dibandingkan kompetitor lainnya yakni 31 juta.

Nah, itu dia pembahasan mengenai apa itu marketplace beserta contohnya. Kabar baiknya, transaksi jual beli online diprediksi akan terus mengalami pertumbuhan secara positif dan signifikan di negara kita, lho. Apa kamu tertarik membuka toko online? Kalau kamu tertarik untuk terjun di bidang ini, tentu kamu harus mempunyai bekal pengetahuan mengenai bisnis online agar bisnismu berjalan lancar. Apalagi saat ini persaingan bisnis online semakin kompetitif. Jadi, alangkah lebih baiknya kamu mengeruk ilmu dari pakarnya langsung.

Kalau kamu bingung harus memulai dari mana, tak perlu gundah! Vocasia hadir untuk menjawab keresahanmu. Vocasia menawarkan kursus terkait kiat sukses memulai bisnis online dari pakarnya langsung, lho.Tunggu apalagi? Segera daftarkan dirimu di link ini, ya!

Semoga bermanfaat!

Baca juga | Market Share: Pengertian, Fungsi, Jenis, dan Contohnya

banner Kursus Online Bisnis Growth Hacking di Vocasia
Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *